Bencana Telah Usai, Rakyat Masih Menangis

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Dalam Islam, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang diperebutkan. Mereka menyadari bahwa menjadi pemimpin adalah suatu hal yang sangat berat. Di akhirat kelak, rakyat yang ia pimpin akan bersaksi di hadapan Allah Swt..

CemerlangMedia.Com — Kondisi Sumatra pascabencana belum juga pulih. Warga masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya pascabencana. Pemerintah juga belum menetapkannya sebagai bencana nasional, meskipun bencana alam ini terbilang besar.

Bantuan dari pemerintah dan masyarakat terus berdatangan, tetapi belum mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi pascabencana. Alhasil, bendera putih sebagai simbol keputusasaan dan bulan bintang sebagai simbol perjuangan Gerakan Aceh Merdeka mulai berkibar di beberapa tempat.

Perlu diakui bahwa fakta-fakta di atas menunjukkan kegagalan negara dalam menjamin anggaran pemulihan pascabencana. Meski sudah ada UU Kebencanaan yang mengharuskan adanya respons cepat, terpadu, dan berkeadilan bagi korban pascabencana, tetapi implementasinya belumlah sesuai.

Hal ini terbukti dari masih banyaknya korban yang belum mendapat penghidupan yang layak. Mereka hidup terkatung-katung di wilayah terjadinya bencana. Kesulitan dalam mengakses makanan, minuman, dan pengobatan.

Pemerintah daerah setempat sudah mengakui ketidaksanggupannya dalam menangani masalah ini. Akan tetapi, pemerintah pusat masih enggan untuk menerima bantuan dari luar negeri dengan alasan anggaran masih cukup, padahal kenyataannya masih jauh dari kata cukup.

Inilah bentuk penanganan bencana ala kapitalisme. Kalkulasi ekonomi dan efesiensi anggaran menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan. Negara memperhitungkan banyak hal ketika hendak mengeluarkan anggaran.

Memang, efesiensi tentu dibutuhkan dalam pengelolaan anggaran sebuah negara. Namun, untuk menangani bencana yang sangat besar seperti sekarang ini, butuh respons cepat karena ada banyak nyawa yang dipertaruhkan.

Tidak lagi menjadikan untung rugi sebagai standar karena pengurusan umat ini sudah menjadi tanggung jawab negara dan perlu diutamakan. Lahirnya penguasa yang abai terhadap kondisi rakyatnya ini adalah buah dari sistem kapitalisme demokrasi yang diterapkan saat ini.

Berbeda halnya dengan sistem Islam. Dalam Islam, seluruh rakyat harus dipastikan keselamatannya oleh negara. Sebab, pemimpin adalah pengurus rakyatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah,

“Imam (pemimpin) adalah pengurus dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Begitu beratnya tugas seorang pemimpin dalam Islam. Tidak heran jika kepemimpinan bukanlah sesuatu yang diperebutkan seperti dalam sistem saat ini. Mereka menyadari bahwa menjadi pemimpin adalah suatu hal yang sangat berat. Di akhirat kelak, rakyat yang ia pimpin akan bersaksi di hadapan Allah Swt..

Penanganan bencana dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Semua terkoordinasi dan terpusat. Apabila terjadi keterlambatan, maka itu dianggap sebagai sebuah kelalaian yang akan dimintai pertanggungjawabannya.

Seorang pemimpin dalam Islam tidak hanya memikirkan dunianya, tetapi juga kehidupannya di akhirat kelak. Negara akan bertanggung jawab sepenuhnya tanpa mengompromikan dengan kepentingan ekonomi. Kebutuhan dasar korban bencana, seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, dan keamanan harus dijamin oleh negara.

Pemimpin dalam Islam tidak hanya fokus pada penanganan, tetapi ia juga wajib melakukan pencegahan bencana melalui pengelolaan alam yang adil dan berkelanjutan. Menjadikan kemaslahatan umat sebagai hal yang utama. Ini semua hanya bisa terwujud apabila sistem Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu a’lam.

Nita Susanti [CM/Na]

Views: 3

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *