Anak Bundir, Bukti Kegagalan Sistem Pendidikan Sekuler

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Dalam Islam, mengenyam pendidikan terbaik adalah hak anak dan biayanya tidak dibebani pada orang tuanya. Dananya didapatkan dari pengelolaan sumber daya alam yang melimpah. Sebab, kepemilikan umum akan benar-benar dikelola negara dan hasilnya diperuntukkan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat.

CemerlangMedia.Com — Viral pemberitaan seorang anak berumur 10 tahun (YBR) yang tewas bvnvh diri. Dilansir portal daring, aksi tersebut dilakukan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolahnya, yaitu pulpen dan buku (05-02-2026).

Inilah wajah asli sistem pendidikan sekuler kapitalisme. Negara hanya sebagai regulasi dalam membuat aturan, bukan bertanggung jawab sepenuhnya dalam pemenuhan kebutuhan.

Sistem pendidikan ala kapitalisme ini menganggap kebutuhan pendidikan bukan hak rakyat yang harus ditanggung negara. Rakyat bisa memenuhi pendidikan berdasarkan perekonomian keluarga. Bagi yang memiliki perekonomian rendah, akan sulit mengenyam pendidikan. Namun, bagi yang memiliki perekonomian tinggi, pendidikan mampu diarungi dengan mudah.

Selain itu, kepemimpinan ala kapitalisme bermental oportunis, selalu mencari keuntungan dalam kesempitan. Sektor pendidikan bisa menjadi lahan bisnis untuk meraup keuntungan atau dikorupsi. Tidak peduli anak-anak yang tidak memiliki seragam, tidak memiliki buku, ruangan sekolah yang rusak, serta nasib guru honorer yang gajinya tidak memadai.

Rendahnya gaji guru, jelas membuat kualitas pendidikan menurun. Para guru tidak fokus mendidik siswa, melainkan harus mencari pekerjaan tambahan lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Miris!

Sedihnya lagi, pada saat yang sama, kebijakan yang katanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui program MBG, menguras dana fantastis hingga Rp722,6 triliun. Seharusnya, dana tersebut bisa dialokasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, biaya pendidikan rakyat miskin, untuk gaji guru honorer, membangun fasilitas belajar yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam Islam, mengenyam pendidikan terbaik adalah hak anak dan biayanya tidak dibebani pada orang tuanya. Dananya didapatkan dari pengelolaan sumber daya alam yang melimpah. Sebab, kepemilikan umum akan benar-benar dikelola negara dan hasilnya diperuntukkan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat.

Islam juga mengatur perlindungan dan keamanaan dalam keluarga dan lingkungan sosialnya sehingga anak akan merasa nyaman dan senang dalam menuntut ilmu maupun bergaul. Alhasil, generasi tidak terbebani tekanan mental yang berujung pada bvnvh diri.

Pendapatan melimpah dari sumber daya alam ditambah pendapatan lainnya seperti fa’i, kharaj, dan zakat ini akan mampu mewujudkan sistem pendidikan terbaik dan berkualitas. Dengan dukungan baitulmal, pendidikan akan dinikmati secara adil, murah, bahkan gratis. Hal ini bisa terwujud jika Islam kembali diterapkan dalam kehidupan. Wallahu a’lam.

Rasidah, S.T. [CM/Na]

Views: 3

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *