Langit Membara

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Ummu Iffah

CemerlangMedia.Com — PUISI

Awan kelabu merayap pelan
Burung-burung menari liar di kejauhan
Terbang membumbung tanpa beban
Menyusup sunyi di pelukan kegelapan

Ia lahir dari lecutan api,
Mengingatkan manusia pada neraka
Menjadi cermin bagi diri
Agar tak sombong dan terlena

Korban berjatuhan didera udara yang menyiksa
Manusia bertatap muka dan saling bertanya
Salah siapakah ini semua?
Mengapa musibah seolah tak mengenal jeda?

Di sana, para bedebah terbahak tertawa
Mengarungi megah di atas puing-puing bencana
Menutup telinga dari jerit yang membubung ke udara
Seolah bumi dan langit adalah milik mereka semata

Wahai manusia-manusia serakah
Janganlah sibuk mengejar dunia
Hingga mengorbankan jutaan manusia
Dan merenggut masa depan anak-anak

Untuk engkau yang diamanahi jabatan
Janganlah buta dan gila kekuasaan
Mengabaikan tanggung jawab yang diemban
Demi mengejar dunia yang hanya sekerat

Ingatlah!
Hidup di dunia sementara dan fana
Kelak seluruh amal meminta pertanggungjawaban
Saat lidah terkunci tak sanggup menjawabnya
Neraka akan melumatmu tanpa sisa

Tapal Batas, 8 Oktober 2026 [CM/Na]

Views: 4

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *