Oleh: Ummu Iffah
CemerlangMedia.Com — PUISI
Awan kelabu merayap pelan
Burung-burung menari liar di kejauhan
Terbang membumbung tanpa beban
Menyusup sunyi di pelukan kegelapan
Ia lahir dari lecutan api,
Mengingatkan manusia pada neraka
Menjadi cermin bagi diri
Agar tak sombong dan terlena
Korban berjatuhan didera udara yang menyiksa
Manusia bertatap muka dan saling bertanya
Salah siapakah ini semua?
Mengapa musibah seolah tak mengenal jeda?
Di sana, para bedebah terbahak tertawa
Mengarungi megah di atas puing-puing bencana
Menutup telinga dari jerit yang membubung ke udara
Seolah bumi dan langit adalah milik mereka semata
Wahai manusia-manusia serakah
Janganlah sibuk mengejar dunia
Hingga mengorbankan jutaan manusia
Dan merenggut masa depan anak-anak
Untuk engkau yang diamanahi jabatan
Janganlah buta dan gila kekuasaan
Mengabaikan tanggung jawab yang diemban
Demi mengejar dunia yang hanya sekerat
Ingatlah!
Hidup di dunia sementara dan fana
Kelak seluruh amal meminta pertanggungjawaban
Saat lidah terkunci tak sanggup menjawabnya
Neraka akan melumatmu tanpa sisa
Tapal Batas, 8 Oktober 2026 [CM/Na]
Views: 4






















