Untuk P4l3stin4 Aku Berjuang

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Syakira Asma Munaya
(Kontributor CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Malam itu, Rasyid tak bisa tidur nyenyak. Gilang tiba-tiba mengganggunya dengan menggoyang-goyang ranjang tidur Rasyid. Rasyid terbangun dan protes atas apa yang dilakukan oleh Gilang. Namun, Gilang tak menghiraukan dan tetap mengganggunya.

Rasyid pun mendorong Gilang sampai terjatuh. Gilang berteriak-teriak, pura-pura kesakitan. Rasyid pun kebingungan dengan insiden itu.

Gilang bangkit dan kembali menggoyangkan ranjang tidur Rasyid, mengulangi hal yang sama seperti tadi. Rasyid pun memanggil-manggil Ali.

Ali terbangun mendengar panggilan dari Rasyid. “Ali! Tolong aku! Tolong hentikan Gilang!” teriak Rasyid. Ali hanya mengangguk dan menyuruh Rasyid untuk melanjutkan perjuangannya, sedangkan ia kembali tidur.

Rasyid terus mempertahankan tempatnya. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Di sisi lain, ia heran mengapa Gilang ingin merebut tempatnya, padahal itu jelas-jelas miliknya.

Gilang terus-menerus menggoyang ranjangnya. Karena tak tahan, Rasyid kembali berteriak memanggil-manggil Ali. Ali pun terbangun kembali dan melihat apa yang dilakukan Gilang terhadap Rasyid.

“Iya, aku sangat kasihan melihatmu, semoga kau bisa menyelesaikannya.” Ali meletakkan telapak tangannya di dagu menahan kantuk.

Rasyid sudah tak tahan, wajahnya merah padam menatap kedua temannya.Gilang pun berhenti sambil tertawa bersama Ali, Rasyid hanya terheran dengan tingkah laku kedua temannya.

“Hahaha! Cukup, cukup Rasyid, kami hanya memberikan contoh saja.” Gilang terkekeh, sedangkan Rasyid masih keheranan.

“Begitulah kira-kira keadaan P4l3stin4 di luar sana, Rasyid. Diganggu oleh para Zionis Isr43l, sedangkan kaum muslimin yang merupakan saudara-saudara mereka, hanya memberi dukungan saja tanpa ikut berjuang menghentikan penjajah Zionis.”

“Maksudmu, tadi itu aku sebagai rakyat P4l3stin4 yang dijajah, lalu Gilang sebagai Zionis, dan kau sebagai saudara seimanku yang hanya memberi dukungan saja tanpa membantu menghentikan konflik denganku?” tanya Rasyid.

“Yah, begitulah kira-kira. Bagaimana? Apa kau kesal?” tanya Ali kembali.

Rasyid melipat kedua tangannya. Ia mengerutkan keningnya. “Tentu saja aku kesal, mengapa Ali tak mau membantuku, melainkan hanya menyaksikan dan hanya menyemangatiku berjuang sendiri.”

“Begitulah yang sedang dirasakan oleh saudara kita di P4l3stin4 sana, Rasyid. Mereka kesal dengan kita yang hanya bisa menyemangati mereka dalam berjuang, sedang kita tak mau berusaha ikut berjuang membantu mereka melawan para kafir Zionis laknatullah itu.”

Rasyid tertunduk sedih. Ia teringat peristiwa tadi siang, Rasyid sempat adu pendapat dengan kedua temannya. Katanya, ia tak akan ikut serta berjuang bersama saudara muslim di P4l3stin4 melawan para kafir Zionis. Memberi dukungan saja sudah cukup baginya.

“Ya Allah, ternyata itulah yang dirasakan saudara-saudaraku di P4l3stin4 sana, mereka kesal dengan umat muslim saat ini, terutama para pemimpin yang hanya memberi dukungan saja kepada mereka.”

“Namun, bagaimana caranya agar kita bisa ikut berjuang bersama mereka, sedangkan pemimpin-pemimpin muslim saat ini tidak mengerahkan kita pergi berjihad ke sana?” tanya Rasyid kembali.

“Ya, pertanyaan yang bagus! Untuk saat ini, karena kita bukanlah penguasa yang bisa saja mengerahkan pasukan untuk berjihad ke sana, maka kita hanya bisa mengupayakannya dengan berdakwah untuk menyadarkan kaum muslimin seluruh dunia, termasuk para pemimpin agar bersatu dalam sebuah naungan yaitu Khil4f4h Islamiah. Dari sana, para penguasa akan mengerahkan pasukan-pasukannya untuk berjihad di jalan Allah, melawan kaum penjajah Zionis dan sekutu-sekutunya. Insyaallah, akan selesailah permasalahannya.”

Mata Rasyid terus berbinar mendengar penjelasan Ali. Dari wajahnya terpancar sebuah harapan yang besar untuk segera berjuang membebaskan P4l3stin4 dari penjajahan. [CM/NA]

Views: 6

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *