Header_Cemerlang_Media

Terus-menerus Jatuh Cinta

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Irsad Syamsul Ainun
(Creative Design CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Rasa cinta adalah paket rasa yang memiliki perbedaan pandangan untuk mendefinisikan kehadirannya sejak kapan. Apakah sejak Allah mengatakan kepada malaikat-Nya bahwa ia hendak menciptakan manusia di muka bumi seperti yang termaktub dalam surah cinta-Nya (QS Al-Baqarah: 30) atau sebelumnya? Atau sejak manusia masih berbentuk sel telur dan sperma? Itu menjadi rahasia-Nya.

Manusia sebagai makhluk yang diberi akal tentu wajib mengimani bentuk kebesaran-Nya. Jika sesama makhluk, manusia akan saling support dan begitu kagum atas apa yang dihasilkan ataupun yang dicapai, bagaiman dengan rasa kagumnya kepada Sang Khaliq?

Coba ke mata, salah satu bentuk nikmat Allah yang diberikan ini mampu melihat dengan jelas, meski dengan jarak 100 meter, sedangkan lensa kamera yang manusia ciptakan begitu terbatas. Atau ke jantung yang terus-menerus memompa udara selama 24 jam non-stop. Lalu ke lambung, apa pun makanan yang masuk melalui mulut selalu ditampung, diolah sedemikian rupa. Manusia tidak perlu memasukkan tangannya untuk mengaduk, laksana blender jika kekurangan air, maka ia akan mandek untuk berputar.

Sejauh mana rasa syukur dan cinta manusia kepada Sang Khaliq? Kurang apa Dia? Hingga manusia begitu sombong dan angkuhnya, membuat aturan dan merasa perlu menyetir Allah untuk keinginan dan tuntunan hawa nafsu?

Allah begitu agungnya, menciptakan makhluk lengkap dengan aturan yang tanpa cacat, yakni Al-Qur’an. Lalu, Dia pun mengutus seorang yang memiliki kemuliaan dan cinta kepada umatnya melebihi rasa cinta kepada dirinya sendiri. Allah menghadirkan Rasulullah Muhammad sebagai suri teladan untuk seluruh umat manusia. Dengan arti kata bahwa siapa pun bisa menjadikannya contoh, tanpa memandang agama, ras, apalagi suku.

Sayang, zaman terlalu edan. Sosok Rasul tak lagi dihadirkan dalam hidup sehingga umatnya lebih gencar mengetahui kesukaan dan dunia seputar tokoh idola, dibandingkan mengetahui sosok Rasulullah. Pun, dengan jalan hijrah dan perjuangannya tidak begitu banyak dilirik oleh generasi. Bagaimana mau jatuh cinta? Wong tak ditaarufin.

Kemudian kembali lagi kepada yang mengirimkan kabar gembira tentangnya, yakni Allah Swt. yang dengan ke-Mahakuasaan-Nya seharusnya selalu membuat kita takjub dan bertabur cinta di setiap waktu.

Betapa lalainya diri sendiri dan mungkin salah satu dari pembaca. Sekarang manusia harus sadar akan kehadiran Allah dalam hidupnya. Hanya Allah, Zat yang meski disakiti berulang kali, tetapi masih selalu membuka pintu tobat untuk hamba-Nya. Sudahlah menyediakan kehidupan untuk ciptaan-Nya, buku panduan, suri teladan, masih saja dikhianati.

Oleh karena itu, yuk berpikir akan kebesaran-Nya dan teruslah jatuh cinta kepada Rabbmu, sebagaimana para sahabiyah melakukannya. Gapai cinta Allah dengan cinta tanpa batas. Wallahu a’lam bissawab [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an