Header_Cemerlang_Media

Mengokohkan Kemauan dan Kesadaran Politik Islam di Tengah-Tengah Umat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Siti Rachmah Nurhayati

CemerlangMedia.Com — Mayoritas permasalahan yang terjadi di berbagai belahan dunia Islam berlangsung secara berlanjut-lanjut dan seolah tidak menemukan jalan keluar. Ini terjadi karena tidak adanya kemauan dan kesadaran politik Islam di tengah-tengah umat.

Seperti yang terjadi di P4l3stin4. Kaum muslim sudah memiliki kesadaran untuk membela P4l3stin4 dengan berbagai bentuk tindakan. Akan tetapi, dengan adanya sekat nasionalisme, masih belum mampu memobilisasi tentara-tentara di negeri-negeri Islam untuk melawan entitas Zionis.

Meskipun perlawanan dari pejuang di P4l3stin4 sudah mampu mengalahkan kekuatan tentara Zionis, tetapi belum mampu mengusir dan menghentikan segala bentuk penjajahan yang dilakukan oleh entitas Zionis tersebut.

Tampak nyata belum adanya kemauan politik dari para penguasa negeri Islam. Padahal kekuatan Barat dan pendukung entitas Zionis lain telah menyatukan kekuatan dan tentara untuk melawan kekuatan pembebasan dari militer muslim.

Pun demikian dengan masalah yang menimpa muslim Rohingya yang terombang-ambing dalam perjalanan mencari perlindungan di negeri-negeri Islam. Alih-alih mendapatkan pertolongan, malah diusir dan diperlakukan dengan tidak sebagaimana mestinya.

Di dalam negeri, konstelasi politik praktis yang makin memanas di tahun politik 2024 ini pun menunjukkan bahwa kesadaran politik yang ada di tengah-tengah umat sungguh sangat rendah. Rakyat masih berharap pada sistem demokrasi kapitalistime yang bersandar pada politik oligarki yang sarat kepentingan dan sama sekali tidak berpihak kepada rakyat.

Namun, dengan sadar dan suka rela, rakyat masih mau memberikan suaranya. Sungguh menunjukkan bentuk kebodohan dan kedangkalan pemahaman politik Islam di tengah umat.

Dari berbagai fakta yang dapat kita amati di negeri-negeri Islam, akar permasalahan yang ada di tengah-tengah umat sejatinya adalah tidak adanya kemauan politik dan rendahnya kesadaran politik Islam. Hal tersebut bukanlah sebuah kemustahilan atau ketidakmungkinan. Kalau tidak ada kemauan untuk melakukan hal yang sederhana pun tidak akan bisa, bahkan mengangkat pena yang ringan sekalipun.

Kemauan politik yang ditunjukkan oleh para penguasa di negeri Islam mencerminkan pengkhianatan mereka terhadap sesama muslim, khususnya muslim P4l3stin4. Hal ini terkait dengan keimanan dan keyakinan atas ketawakalan terhadap Allah Swt., yaitu keyakinan bahwa Allah Swt. akan memberikan pertolongan kepada kaum muslim.

Jika Allah Swt. memberikan pertolongan kepada kaum muslimin, maka tidak akan ada yang bisa mengalahkannya. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS Ali Imran: 160,

اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۚ وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.”

Sejarah kemenangan kaum muslimin dalam jihad fii sabilillah telah membuktikan, betapa sering pasukan kaum muslimin meskipun dengan jumlah yang sedikit dan persenjataan yang seadanya, tetapi dapat mengalahkan musuh dengan izin dan pertolongan Allah Swt..

Ini bukan masalah realistis atau tidak. Kuncinya adalah pertolongan Allah Swt.. Namun, kita harus ingat bahwa pertolongan Allah akan datang jika kita telah menolong agama Allah Swt..
Sebagaimana firman Allah dalam QS Muhammad: 7,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Ini adalah janji Allah Swt. dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Kemauan politik dan kesadaran politik Islam yang dimiliki oleh para penguasa muslim, tentara-tentara muslim, dan kaum muslimin secara umum adalah bentuk pertolongan terhadap agama Allah yang dapat mengantarkan pada pertolongan Allah Swt..

Pembelaan kita kepada sesama muslim atas dasar ikatan akidah dan juga kesadaran politik Islam yang dimiliki umat untuk dapat menerapkan hukum-hukum Allah merupakan konsekuansi keimanan dan kecintaan kepada Allah Swt. yang juga dapat mengantarkan pada pertolongan Allah Swt.. Akan tetapi, hal tersebut belum disadari oleh umat.

Rasulullah saw. pernah mengingatkan tentang kondisi umat di akhir zaman dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tsauban Maula Rasulullah.
“Dari Tsauban ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Suatu masa nanti, bangsa-bangsa akan memperebutkan kalian seperti orang-orang yang sedang makan yang memperebutkan makanan di atas nampan”. Kemudian ada sahabat yang bertanya: “Apakah saat itu kita (kaum muslimin) berjumlah sedikit (sehingga bisa mengalami kondisi seperti itu)?” Rasulullah saw. menjawab: “Sebaliknya, jumlah kalian saat itu banyak, tetapi kalian hanyalah bak buih di atas air bah (yang dengan mudah dihanyutkan ke sana ke mari). Dan Allah Swt. akan mencabut rasa takut dari dalam diri musuh-musuh kalian terhadap kalian, sementara Dia meletakkan penyakit wahn dalam hati kalian.” Ada sahabat yang bertanya lagi: “Wahai Rasulullah saw., apakah wahn itu?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”

Inilah yang terjadi pada umat saat ini. Kecintaan pada dunia yang besar telah melalaikan dari ketaatan kepada Allah dan Rasul sehingga mengabaikan ketawakalan kepada Allah Swt.. Padahal tidak ada kekuatan yang dapat menolong, baik di dunia maupun di akhirat, kecuali hanya kekuatan dan pertolongan Allah semata.

Dalam masalah memilih pemimpin pun, Rasulullah saw. telah bersabda dalam HR Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majjah, Ad-Darimi, Ibnu Hibban, Al Hakim dan Al-Baihaqi,
“Sesungguhnya tidak lain apa yang aku takutkan terhadap umatku adalah para pemimpin (imam) yang menyesatkan.”

Pemimpin yang menyesatkan, yaitu para pemimpin atau panutan yang menyimpang dari kebenaran, menyimpang dari petunjuk Allah, menyimpang dari ketentuan Islam, menjauhkan manusia dari kebenaran dan mencondongkan mereka pada kebatilan, atau menyeru orang-orang pada suatu yang menyalahi atau menyimpang dari Islam.

Umar bin Khatab ra. pernah berkata, yang menghancurkan Islam adalah tergelincirnya orang yang berilmu, perdebatan orang munafik dengan Al-Qur’an, serta pemimpin yang menyesatkan. Dan inilah yang terjadi pada umat saat ini.

Kehancuran Islam telah terjadi dengan makin jauhnya umat dari hukum-hukum Allah, kezaliman penguasa atas umat, adanya ulama yang memutarbalikkan kebenaran dan kebatilan untuk membenarkan pelaksanaan hukum yang tidak bersandar kepada hukum Allah sehingga mendatangkan bencana yang besar di tengah-tengah umat.

Sistem kapitalisme yang diemban dalam kehidupan telah menjadikan manusia sebagai pembuat hukum berdasarkan logika dan kepentingan para pembuat hukum. Maka, tidak mengherankan jika hasilnya selalu berpihak kepada para pembuat hukum dan para pendukungnya, seperti para pemilik modal. Alhasil, politik oligarki lah yang berkuasa.

Oleh karena itu, haruslah kembali kepada aturan Allah dengan sistem Islam, sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS Al Maidah: 48,

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ
وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا
جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ
لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟
ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

Untuk itu, perlu penyadaran terhadap umat atas kemauan dan kesadaran politik Islam. Sebab, dengan kemauan dan kesadaran politik Islam di tengah umat, maka apa pun yang dilakukan semata karena dorongan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. demi mengharap rida Allah semata.

Dan semua ini hanya dapat terwujud melalui upaya dakwah politik di tengah-tengah umat dengan membongkar kebusukan dan bencana yang ditimbulkan oleh ideologi kapitalisme sekuler dan komunisme. Hal ini dilakukan untuk memutus kepercayaan umat kepada para pemimpin zalim dan sistem demokrasi yang rusak.

Serta menjelaskan tentang Islam ideologi dan kewajiban mengembannya sebagai sebuah konsekuensi keimanan dan bukti kecintaan kita kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya. Maka, harapan perubahan hanya ada pada Islam. Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an