Header_Cemerlang_Media

Awal Terbentuknya “Cintia CS”

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Mutia Lutfi Firzah
(Siswi SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan)

CemerlangMedia.Com — Hai! Saya di sini ingin menceritakan pengalaman saya berserta teman-teman saat bolos di pelajaran (P5). Nah, P5 itu sendiri adalah pengamalan penguatan profil pelajar pancasila. Di sini saya juga baru duduk di bangku SMA selama beberapa bulan, tepatnya di kelas Xr5. Pengalaman bolos saya beserta teman-teman saya yang lain saat P5 itu murni tidak direncanakan sama sekali.

Perkenalkan, saya Mutia Lutfi Firzah, biasa dipanggil Lutfi. Pada hari itu, yaitu Rabu, tepatnya jam ke-3 setelah istirahat pertama, saya dan teman sekelas beramai-ramai ke laboratorium biologi. Di saat itu, pintu laboratorium terkunci, kami mencoba menunggu selama 20 menit an, tetapi tidak ada hasilnya.

Oleh karena itu, kami memutuskan untuk kembali ke kelas. Setelah tiba di kelas, -karena tidak ada gurunya- sebagian dari teman sekelas saya banyak yang bercanda dan bermain sehingga membuat kelas menjadi sangat amat berisik. Untuk itu, saya dan teman-teman, yaitu Cintia, Elsa, dan Wulan memutuskan meninggalkan kelas, lalu pergi ke perpustakaan.

Saat tiba di perpustakaan, kami memutuskan untuk cerita-cerita berbagai hal. Setelah agak lama, salah satu dari kami juga ada yang tertidur. Setelah beberapa saat, -mungkin sekitar 2 jam pelajaran- kami memutuskan kembali ke kelas, tetapi ternyata tidak ada siapa pun di kelas tersebut.

Nah, 2 orang dari kami berempat, yaitu Elsa dan Wulan berinisiatif untuk mencari teman kelas yang lain, tetapi saya dan Cintia tidak mau karena berpikir bahwa jam P5 tersebut sedang jamkos (jam kosong) dan teman-teman sedang ke kantin atau ke kelas lain. Lalu kami berempat pun kembali lagi ke perpustakaan dan memutuskan untuk membaca baca buku yang lumayan menarik, seperti novel.

Sampainya jam istirahat ke-2, kami kembali ke kelas dengan pikiran tenang dan ingin makan di kantin. Namun, kami berempat justru dibuat takut oleh mereka karena mereka bilang kami berempat telah alpa.

Lantas kami berempat pun kaget karena mengira bahwa mereka sedang berbohong dan berpikir bahwa saat itu mereka tidaklah belajar. Namun, ternyata, mereka benar, nama kami pun dipanggil piket. Kami berempat pun akhirnya dimarahin habis-habisan. Di situ kami ingin menjelaskan, tetapi ibu guru yang ada di piket tidak mau mendengarkan sama sekali.

Setelah beberapa waktu, guru-guru pun memutuskan untuk menghukum kami dengan memungut sampah satu sekolah. Di situ kami bahagia karena kami telah berpikir kami akan dipoin, tetapi ternyata cuman sekadar memungut sampah.

Oleh karena itu, kami berempat pun dijuluki sebagai “Cintia CS”. Meskipun harus memungut sampah satu sekolah, kami tidak keberatan, karena kami mengerjakannya berempat, tidak sendiri-sendiri. Kami pun akhirnya berbagi tugas, ada yang mengambil sampah di kelas Xr7, 6, 5, lalu sisanya mengambil sampah di kelas Xr4, 3, 2, 1.

Saat kami sedang melaksanakan hukuman, orang-orang di sekitar kami mengolok-olok kami, dan ikut memanggil kami dengan sebutan “Cintia CS”. Namun, kami tidak peduli, karena yang mengolok-olok justru lebih parah dibandingkan dengan kami.

Setelah semuanya selesai, akhirnya kami pun bisa kembali ke kelas dengan sorakan orang-orang di sekitar. Teman-teman yang ada di kelas pun bertanya-tanya, “Kalian dihukum apa saja? Poin kalian dikurang?”

Lalu kami berempat pun menjawab, “Kami dihukum untuk memungut sampah satu sekolah dan kami tidak diberi poin,” Setelah itu kami berempat pun melanjutkan pelajaran seperti biasanya.

Hikmah yang bisa kita ambil adalah, janganlah terburu buru untuk mengambil keputusan karena kita tidak tau ke depanya akan terjadi hal seperti apa dan sebisanya cobalah untuk berpikir dua kali sebelum mencoba hal yang mungkin akan berakibat buruk pada diri sendiri. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an