Header_Cemerlang_Media

Doamu yang Terkabul

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Titin Kartini
(Tim Redaksi CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — “Ibu mau ke luar saja dari ngaji, cape, gak pernah dihargai apapun yang ibu lakukan, semua selalu dia yang disanjung, yang dipuji, dia begini, dia begitu. Iyalah, aku mah apa atuh,” emosiku tak tertahan ketika baru saja pulang mengaji. Kutumpahkan semua unek-unek pada belahan jiwa yang dari tadi mendengarkan semua kekesalanku atas perlakuan ustazahku.

Dengan sabar laki-laki tinggi kecil itu mendengarkanku tanpa menyela sedikitpun. Ya, dia adalah belahan jiwaku, 15 tahun hidup bersamanya, dia yang paling tahu aku, mengerti aku.

“Sabar! Dakwah ini kewajiban, dulu yang ngajak hijrah Ayah kan Ibu. Ayah sudah jatuh cinta dengan Islam kafah. Kita tidak butuh penilaian manusia. Mungkin saat ini ibu masih belum bisa menggali potensi dalam diri Ibu. Ayah yakin, suatu saat nanti Ibu bisa membuktikan kalau Ibu layak ada dalam barisan dakwah ini. Bahkan Ibu bisa melebihi teman Ibu itu dalam berdakwah tapi mungkin gak sekarang, sabar ya,” ucapnya.

Ah … Masih terngiang kata-kata itu beberapa tahun yang lalu saat diri ini terpuruk, merasa putus asa, tak dihargai karena tak bisa apa-apa, tak ada kontribusi dalam dakwah ini. Ayah, begitulah aku memanggilnya. Dia ayah dari anak-anakku. Kini doamu terkabul, aku bisa nulis berbagai genre demi dakwah, aku bisa kontak, aku bisa ngisi meski masih belum lancar, aku bisa menjadi host dalam berbagai acara bahkan di komunitas yang tak pernah aku bayangkan, aku jadi kontributor tetap media daerah, bergabung dengan media yang berisi para guru dan orang-orang pintar. Masyaallah tak pernah terbayangkan semua ini. Ayah ini doa tulusmu, doa seorang suami untuk istrinya.

Namun di saat aku seperti ini, engkau sudah tak ada di sisiku lagi. Dua tahun lima bulan sudah engkau pergi menghadap Ilahi Rabbi, sang pemilikmu sebenarnya.

Ayah, hanya doa yang bisa kupanjatkan saat ini untukmu. Rasa syukur tak terkira pada-Mu Yaa Allah. Engkau telah izinkan aku bersama laki-laki hebat pilihan-Mu untuk mengarungi hidup dan Engkau karuniakan tiga buah hati tanda kasih cinta kami berdua.

Semoga engkau tenang disisi-Nya beserta putrimu yang juga menyusulmu, kelak aku pun akan menyusulmu semoga kita bertemu kembali, berkumpul kembali sebagai keluarga yang utuh, aamiin.

Ayah, kini kulanjutkan hidup tanpamu. Perih, pedih kusimpan sendiri, tak ada bahumu lagi, tak ada lagi yang bisa mendengar rengekanku di kala rasa lelah menyapa diri. Ayah terlalu banyak yang ingin kuceritakan padamu, tetapi semua hanya anganku saja. Semua kusimpan hingga suatu saat nanti kuceritakan padamu di alam yang berbeda. Ayah, namamu akan selalu ada dalam setiap doaku, tentang hebatnya seorang lelaki, tentang hebatnya seorang ayah adalah dirimu. Ayah, kami mencintaimu karena Allah.Terima kasih atas doa tulusmu untukku hingga Allah kabulkan meski kau tak di sisiku lagi, berbahagialah disisi-Nya beserta putri tercintamu. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an