Header_Cemerlang_Media

Pengalaman Putih Abu-abu

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Danil Ihksan
(Siswa SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan)

CemerlangMedia.Com — Saya Danil, begitulah sapaan saya. Saya sekolah di SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan. Saya duduk di bangku kelas XII.

Dahulu saya adalah anak yang nakal. Saat masih duduk di kelas X, saya melakukan hal yang tidak disenanggi para guru. Saat itu karena begitu senangnya dapat teman baru, saya asyik ngobrol dengan teman sebangku sehingga tidak memperhatikan guru menjelaskan pelajaran.

Saya juga mengganggu teman yang sedang belajar. Saya pun dimarahi oleh salah satu guru yang mengajar, yaitu Bu Nur Rahmawati. Sejak saat itu, hati saya tergerak untuk menjadi lebih baik. Saya berharap, saat ini, ibu itu sudah memaafkan saya atau lupa akan kesalahan saya.

Pada saat naik ke kelas XI saya menjadi lebih baik. Saya tidak ingin mengecewakan orang tua saya karena mereka hampir tidak mampu menyekolahkan saya. Alhasil, saya bekerja paruh waktu untuk bisa membiayai sekolah.

Kelas XI adalah momen kebahagiaan yang tidak akan pernah saya lupakan. Setiap pagi disemangati oleh ibu agar belajar lebih giat. Sejak saat itu, nilai rapor saya menjadi lebih bagus dari sebelumnya, yang awalnya peringkat 29 menjadi peringkat 27. Meski begitu, saya tetap bersyukur atas hasil yang saya terima karena itu adalah murni dari hasil kejujuran saya.

Sejak saat itu saya senang menjalani hidup menjadi siswa SMA. Saat ini saya sudah duduk di bangku kelas XII. Saya bangga atas keberhasilan saya naik ke kelas XII. Di kelas ini saya hanya fokus pada pembelajaran dan mengurangi kegiatan hiburan, apalagi saat ini akan menghadapi ujian. Sungguh tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat.

Sebelum ujian praktik, OSIS akan mengadakan foto bersama tanpa melibatkan pihak kesiswaan untuk mengatur acara itu. Saya dan teman di kelas awalnya tidak ingin ikut karena acaranya dimulai di hari libur.

Namun, siswa kelas XII yang lain dipaksa ikut sehingga kelas saya pun harus ikut. Bagi saya, acara itu tidak akan terulang lagi di kemudian hari. Saya sangat semangat dan ikut berpartisipasi dalam acara itu. Pada Jumat sore, saya ikut gladi bersih di sekolah.

Kami mempersiapkan acara pemotretan yang akan dilakukan esok harinya. Setelah sampai hari H, acara pun segera dimulai. Teman-teman saya berbondong-bodong mengangkat perlengkapan ke lapangan. Akan tetapi, setelah sampai di lapangan, acaranya dibatalkan oleh kesiswaan. Tim kesiswaan meminta kami mengembalikan meja dan kursi. Kami pun seharian di sekolah untuk mengembalikan kursi kelas X dan kelas XI. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an