Header_Cemerlang_Media

Senja Tak Pernah Ingkar Janji

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Ayu Diyah

CemerlangMedia.Com — “Senja tak pernah ingkar janji, selalu datang dan muncul pada waktu yang tepat, memberikan warna indah dan bahagia bagi yang melihat.”
“Begitu juga dengan doa-doa dan harapanku, semoga Allah menjawab dan memberikan keindahan dan kebahagian pada waktu yang tepat.”

Waktu berjalan begitu cepat meninggalkan jejak kenangan yang menancap di hati dan relung jiwa. Kehidupan terus bergerak mewarnai hari-hari yang panjang dengan serangkaian takdir dan kisah cerita yang dipenuhi dengan lika-liku hidup.
Ada sedikit kisah yang telah terlewati bersama dengan orang-orang tersayang. Berjalan bersama dalam ikatan mahligai cinta. Kebahagian dan kesedihan adalah teman setia yang selalu berjalan beriringan dalam setiap episode hidup.

Demikian juga dengan kisah hidup yang sedang aku jalani, entah sudah berapa tahun yang lalu ujian sakit itu menimpa diriku, aku menderita sakit yang parah, sakit yang membuat tubuh dan badanku selalu lemas dan lunglai. Guncangan itu terjadi ketika anak-anakku masih kecil. Kondisiku yang sering drop membuat aku harus sering bolak-balik ke rumah sakit. Aku harus terus berobat dan berjuang melawan penyakit tersebut.

Banyak rumah sakit yang yang telah kusambangi untuk chek up karena sakit yang aku derita tergolong aneh. Sampai suatu ketika suami membawaku kepada dokter spesialis penyakit kanker dan pada akhirnya aku dianjurkan rutin terapi setiap 2 minggu sekali. Dan disuntik di sekitar tubuh yang terasa sakit. Masih terbayang rasa sakit yang harus aku rasakan, rasanya ingin menjerit dan meronta.

Pada suatu hari, entah untuk yg ke berapa kali aku terapi, pada saat itu dokter berkata, “Ibu mengidap penyakit kanker tiroid dan ibu hanya bisa bertahan hidup dalam 1 tahun.”

Betapa hancur dan syoknya diri ini mendengar kata-kata dokter tersebut, seakan hidup ini sudah tidak ada artinya lagi. Semangat hidupku hilang dan hari-hari yang kujalani serasa penuh derita. Bergelayut dengan penyakit membuat tubuhku rapuh dan terpuruk.

Rasa sakit ini yang selalu menemani hari- hariku, tubuhku makin hari bertambah kurus dan lemah. bulan berganti bulan, tahun berganti tahun kujalani semuanya dengan rasa ikhlas. Walau terkadang rasa sesak di dada ini membuatku tersungkur dan menangis dalam salat-salat malamku. Dalam hati berucap, “Mungkinkan aku bisa bertahan sampai anak- anak dewasa? Sunggguh perjalanan ini masih jauh, Ya Allah.”

Suatu ketika di sepertiga malam aku terbangun untuk salat. Dalam peraduanku, kuceritakan semua keluh kesahku, tentang penderitaan yang sedang aku alami. Aku mencurahkan semua isi hati ini kepada Sang Pemilik alam semesta dan hanya kepada-Nya kami meminta dan berdoa dengan sepenuh hati. Dalam doa, aku memohon kekuatan dari-Nya.

“Ya Allah, aku akan berjuang melawan penyakitku, bantu aku, Ya Allah, temani aku dalam setiap napas dan langkahku. Bagiku, tidak ada yang mungkin jika Engkau sudah berkehendak dan tak ada yang bisa menentukan takdirku, tidak juga dokter, siapa pun itu, selain Engkau Ya Allah Sang Maha Penyembuh.”

Sejak saat itu, aku fokus pada diriku sendiri, memperbaiki ibadahku, selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Kubuang semua rasa lemah dan tak berdayaku. Aku sibukkan diriku dengan kegiatan positif dan mengikuti kajian-kajian islami. Dan yang pasti karena merekalah aku harus bangkit, ada dua putri yang masih membutuhkanku untuk menggapai masa depannya.

Pada suatu hari aku berpikir, dalam benakku berkata, “Masa depan anak-anakku jauh lebih penting dari semuanya.”
Dengan biaya sekolah yang makin tinggi dan bertambah, akhirnya aku memutuskan berhenti dari pengobatan terapi. Aku beralih pada pengobatan herbal untuk ikhtiar penyembuhanku. Walau sakit itu terkadang menyiksa tubuhku, aku tetap fokus dan berbaik sangka atas ujian ini. Kulewati semuanya dengan keikhlasan kesabaran juga keyakinan, “Dan bersama Allah, aku pasti kuat.”

Dengan berjalannya waktu, berapa tahun terlewatkan. Alhamdullillah anak-anakku sudah bertumbuh besar. Tidak menyangka sudah sampai di titik ini dan aku masih diberikan kesempatan hidup, tubuhku masih kuat berdiri menatap dunia. Langkahku masih tetap tegar dengan kerasnya badai ujian hidup, bahkan aku tak selemah dulu saat di awal-awal sakitku. Ada kekuatan yang luar biasa ada dalam tubuhku ini, walaupun ujian sakit itu terus menderaku, tetapi langkahku makin kuat menjalaninya.

Rasa lemah itu sudah berganti kekuatan, rasa sakit itu sudah bukan suatu derita yang memilukan bagiku. Bahkan letih dan pedihnya rasa sakit itu telah berubah menjadi sebuah nikmat yang indah karena dengan sakit itu Allah memberiku banyak ketenangan juga hidayah untuk selalu mendekat kepada-Nya, dalam ujian sakit yang kuterima banyak hikmah dan pelajaran yang kudapatkan.

Serangakaian jalan cerita ini seakan menjadi saksi bisu dalam setiap skenario Tuhan, tawa dan canda, bahagia dan sedih, luka dan terluka adalah bentuk dari rahmat dan kasih sayang-Nya.Tersadarkah diri ini bahwa selama ini, betapa Maha Baiknya Allah kepada diriku karena aku masih diberi kesempatan berdiri di atas bumi-Nya.

Nikmat napas inilah yang membuat diriku selalu bersyukur dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Allah sudah banyak memberiku keajaiban dan anugerah. Memberiku banyak nikmat-nikmat yang luar biasa. Sejatinya, jika kita tahu dan mengerti apa di balik sebuah ujian, pastilah kita tidak akan menolaknya, tetapi kita hanyalah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna, yang terkadang penuh dengan keluh kesah.

Hingga kini, usia pernikahanku menginjak ke 28 tahun, begitu banyak karunia yang Allah berikan untukku. Ada suami dan anak- anak juga keluarga yang selalu setia menyemangati dan menemaniku. Melihat anak-anakku tumbuh dewasa selalu membuat bulir air mataku jatuh. Alhamdullillah, saat ini sulungku sudah bekerja sebagai guru dan menikah dan telah memberiku cucu yang cantik dan salihah.
Sementara si bungsu sedang berjuang di tugas akhirnya. Semua itu hadiah terindah dari Allah Yang Maha Rahman dan Rahiim. Dan semua yang terjadi tak lepas dari campur tangan Allah Sang Maha Besar, juga ada doa tulus dari keluarga kecilku.

Hari ini, jari jemariku masih bisa menulis tulisan ini adalah karunia terbesar bagiku. Sakit telah membawaku pada episode kemenangan, keindahan, dan kebahagian. Itu adalah bukti dari cinta dan kebesaran Allah, ada satu ayat yang selalu memberiku energi kehidupan, bunyinya,

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kemampuannya.” (QS Al-Baqarah: 286)

Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, sejatinya tidak ada satu pun dari kita di dunia ini yang bisa lari dari ujian-Nya. Setiap manusia pasti mendapat ujian masing-masing dan insyaallah bisa melewatinya. Kita hanya perlu untuk bersabar, bersyukur dalam setiap nikmat yang Allah berikan karena karunia-Nya jauh lebih besar dari semua ujian-Nya.

Sudah pasti dalam setiap ujian yang Allah berikan selalu ada keindahan di akhirnya. Demikian kisah ini aku ceritakan hanya untuk sebagai ibrah dan aku berharap di hari tuaku, aku mendapatkan keindahan dan kebahagian hidup bersama keluargaku. Aku yakin, janji Allah tak pernah salah, akan selalu datang pada waktu yang tepat untuk menjawab segala doa dan harapanku. Insyaallah.😍 [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an