#30HMBCM
Oleh: Fila KA
CemerlangMedia.Com — Masih ingat dengan namaku? Aku Sal, mahasiswa hadis yang hingga saat ini masih tertatih melaksanakan hadis-hadis yang telah kupelajari. Aku mengetahui bahwa mengikuti Rasulullah adalah bentuk kita sebagai bagian dari umatnya. Hanya saja, untuk menjalani seluruh sunah yang Rasulullah ajarkan dan kabarkan pada kita melalui hadisnya sangatlah tidak mudah.
Terkhusus akibat kesibukan kita dengan dunia, padahal Allah menciptakan kita di dunia hanya untuk beribadah kepadanya, tetapi ternyata dalam proses beribadah dan taat kepada Allah, kita terjebak dengan kesibukan dunia. Dan berkat kesibukan itu pula, kita lalai dalam menjalani tugas asli sebagai seorang hamba.
Tidak dapat dimungkiri, di dunia kita butuh tumbuh, butuh menyalurkan kebutuhan alami dan naluri sebagai seorang manusia. Allah sendiri yang juga perintahkan, “Jadikanlah siang sebagai waktu bekerja dan malam sebagai ruang istirahat.” Menandakan seorang manusia berhak menunaikan kebutuhan hidupnya dan di sisi lain juga tetap menjalani amanahnya sebagai hamba.
Aku sebagai seorang pelajar, kadang ada rasa malas dan tidak konsisten dalam belajar, padahal belajar itu aktivitas yang sering dilakukan. Sebenarnya itu wajar, Allah menciptakan sel-sel di otak kita untuk otomatis berjalan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sering kita tanam. Maka sering kita dengar adanya penelitian tentang cara mengubah kebiasaan, yaitu dengan membiasakan perbuatan tersebut dilakukan selama 40 hari supaya sel-sel otak merekam aktivitas itu dan menjadikannya sebagai kebiasaan. Dan ketika ada yang mengganggu kebiasaan kita, otak juga merekamnya.
Terus bagaimana caranya supaya kita bisa konsisten dalam melakukan aktivitas baik? Dengan melatihnya agar otak merekam dan menghilangkan rekaman perbuatan yang tidak penting. Allah memberi kabar bahagia dalam jawabannya, “Allah lebih suka kita melakukan satu hal kecil, tetapi sering dan konsisten dibandingkan hal besar tapi tidak konsisten.” Seperti misal, Allah lebih suka kita berinfak 1000 rupiah setiap subuh dibanding saat kita berinfak 100 ribu, tetapi hanya sehari. Atau lebih suka kamu salat tahajud dua rakaat, ringan, tetapi kamu sanggup melakukannya setiap hari dibandingkan hanya salat tahajud sesekali, tetapi duabelas rakaat dan kamu merasa berat menjalaninya.
Sejujurnya aku bukan ingin membahas konsisten mengenai perbuatan, melainkan tentang keimanan. Iman manusia itu yazid wa yanqus (naik dan turun), dan itu wajar banget untuk manusia biasa kayak kita. Akan tetapi, yang dimaksud konsisten dalam keimanan adalah mau kamu dalam posisi iman naik atau turun, kamu tetap berpegang teguh mengimani Allah sebagai Tuhan.
Seperti kisah Bilal ketika ia disiksa oleh tuannya dikarenakan masuknya Bilal ke dalam Islam. Imannya tetap kokoh, tidak bisa digadaikan dengan apa pun, sekalipun siksaan yang harus ia terima. Bilal tetap mengatakan “ahad” dalam kondisi disiksa, bukti konsistennya ia dengan keimanannya kepada Allah, mempertahankan keimanannya bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
Membentuk keimanan agar bisa sekokoh Bilal, itu tergantung seberapa yakin kita terhadap keimanan tersebut, seberpegang teguh apa dalam meyakinkan diri bahwa Allah itu adalah satu-satunya Pencipta yang layak disembah. Terkhusus untuk kita yang masuk Islam dikarenakan orang tua, yang kita diberkahi sejak lahir berada di dalam keluarga muslim.
Konsisten tersebut diukur dengan seberapa taat kita pada seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh perbuatan yang Allah larang. Dan seberapa kuat niat kita melakukan tiap perbuatan didasari ikhlas karena Allah. Beribadah karena Allah, belajar karena Allah, bekerja karena Allah, mencintai karena Allah dan lainnya.
Maka setiap perbuatan kecil yang kita niatkan karena Allah dan konsisten dilakukan, bisa jadi punya dampak besar untuk keselamatan kita di dunia. Rasul mengabarkan kepada Bilal tentang telapak kakinya yang Rasul dengar di surga ketika beliau Isra’ mikraj, padahal saat itu Bilal masih hidup. Alasannya tahu karena apa? Karena satu perbuatan kecil yang konsisten Bilal lakukan, yaitu kebiasaan salat sunah setiap kali selesai bewudu.
Ketika perbuatan kecil itu dilakukan dengan niat yang ikhlas dan senantiasa dilakukan terus-menerus, maka Allah menyukainya. Kelak bisa jadi yang menolong kita untuk sampai ke dalam surga adalah perbuatan-perbuatan kecil yang ikhlas dan kita anggap perbuatan tersebut hanya hal kecil.
Seperti tulisan ini, aku sedang mengikuti tantangan 30 hari menulis untuk membentuk kebiasaan menulis. Andai saat ini menulisnya kita karena Allah dan ikhlas, siapa tahu tulisan ini bukan cuma sampai pada pembaca, tetapi juga ada pahala yang kita dapat darinya. Atau kita menulis karena ini satu-satunya cara yang mampu kita lakukan untuk menyampaikan dakwah, tersebab kurangnya kemampuan kita dalam berdakwah secara terang-terangan melalui lisan.
Semoga kita senantiasa konsisten atau istikamah dalam keimanan dan perbuatan kepada Allah, seperti bagaimana Rasulullah bersabda pada hadis yang maknanya menyatukan amalan hati dan anggota tubuh.
عن أبي عمرو و قيل أبي عمرة سفيان بن عبد الله رضي الله عنه قال: قلت يا رسول الله قل لي في الإسلام قولا لا أسأل عنه أحدا غيرك قال: “قل آمنت بالله ثم استقم” [رواه مسلم].
Dari Abu ‘Amr- dan ada yang menyebut Abu ‘Amrah Sufyan Bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Aku berkata: wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkara dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu. Beliau bersabda: “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian Istiqomahlah.” (HR Muslim)
Mengenai kalimat, “Katakanlah kepadaku suatu perkara dalam Islam (syariat) yang aku tidak perlu tanyakan tentangnya kepada orang lain selain Rasul,” maksudnya, ia ingin jawaban tentang sesuatu yang mencakup seluruh hal di dalamnya. Maka Rasul menjawab dengan dua hal, menyatukan amalan hati dan amalan yang tampak, beriman dan istikamah. Beriman adalah amalan hati, sedangkan istikamah adalah perbuatan yang tampak dilakukan oleh anggota tubuh.
Wallahu a’lam
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 6






















