Header_Cemerlang_Media

Halalbihalal Cirebon Raya: Berkah dengan Islam Kafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Reportase. Maman El Hakiem

CemerlangMedia.Com — Keberkahan negeri ini akan terwujud ketika umat Islam mau menerapkan syariat Islam secara kafah. Hal itu disampaikan oleh KH. Rokhmat S Labib dalam sambutannya pada acara halalbihalal, Syawal 1444 H yang disiarkan secara langsung melalui media sosial.

Adapun di daerah seperti Cirebon Raya yang meliputi kota-kota sekitarnya, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Jatiwangi, dan Indramayu menggelar acara yang sama secara luring di sebuah aula hotel di Kota Cirebon, Sabtu 13 Mei 2023.

Acara tersebut mengambil tema “Ied Mubarak, Indonesia Berkah dengan Islam Kafah”, menghadirkan dua orang pembicara yang kompeten di bidangnya, yaitu cendekiawan muslim Dr. H. Nurhilal Ahmad, M. Si. dan KH. Ahmad Zen, selaku pengasuh pondok pesantren Al Husna Cikampek.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Nur—panggilan Nurhilal Ahmad—memaparkan tentang pentingnya penerapan syariat Islam dalam mengelola kekayaan alam yang sejatinya milik rakyat secara umum agar bisa membawa keberkahan di negeri ini.

“Selama ini kekayaan alam yang melimpah tersebut hanya dikuasai dan dinikmati segelintir orang atau kelompok yang sering dinamakan oligarki, sementara rakyat mayoritas hidup dalam kemiskinan,” ungkap Ustaz Nur.

Sementara KH. Ahmad Zen menjelaskan tentang pentingnya kesadaran umat betapa syariat Islam dan kekuasaan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Kyai Zen mengutip ucapan dari Khalifah Umar bin Khattab dan Imam Malik tentang karakter kekuasaan yang akan membawa perubahan umat menjadi penuh keberkahan, tidak lain ketika umat Islam dan Islamnya diterapkan dalam kehidupan melalui institusi negara.

“Karena itu, tidak mungkin syariat Islam tegak di negeri ini tanpa ada institusi yang menerapkannya, dan institusi tersebut mustahil berasal dari hawa nafsu manusia berupa sistem demokrasi yang ada saat ini. Dalam sebuah hadis, institusi yang kondusif tersebut hanyalah Khil4f4h,” tegas Kyai Zen.

Suasana acara semakin hangat ketika dibuka sesi tanya jawab yang dipandu oleh Ustaz Solichin dengan beberapa pertanyaan yang diajukan peserta yang begitu semangat menyimak. Seperti pertanyaan dari salah satu tokoh dari Cirebon yang menanyakan upaya umat Islam untuk memengaruhi kebijakan politik melalui wakil rakyat yang dipilihnya. Secara lugas dan tegas, para pembicara mengatakan bahwa jalan perubahan melalui pintu parlemen dengan sistem demokrasinya terbukti telah gagal, meskipun di beberapa negara, umat Islam menguasainya secara mayoritas.

Hal itu diungkapkan Kyai Zen dengan memberikan contoh kemenangan FIS di Aljazair, Mursi di Mesir yang kekuasaannya dikudeta oleh militer. Hal tersebut menunjukkan fakta bahwa demokrasi bukanlah jalan perubahan umat yang hakiki untuk tegaknya syariat Islam secara kafah.

Acara halalbihalal yang berlangsung dengan penuh suasana keakraban dan pencerahan pemikiran tersebut disambut sangat baik para peserta yang hadir dan sangat bermanfaat untuk masa depan umat di tengah keterpurukannya saat ini. Umat Islam sudah lama merindukan Indonesia yang berkah dengan penerapan syariat Islam secara kafah.
Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an