Header_Cemerlang_Media

Mencintai Nabi saw., Jalan Menuju Islam Kafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Maman El Hakiem
(Kontributor Tetap CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Memaknai peringatan maulid Nabi Muhammad saw. bukan hanya bersifat seremonial semata, melainkan harus mampu mengambil hikmah dari sirah atau perjalanan kehidupan nabi, baik dari segi kepribadian maupun perjalanan dakwahnya.

Menjadi momentum yang baik ketika peringatan maulid nabi diisi dengan agenda dakwah dan bisa juga dijadikan sebagai sarana mengingat kembali akan makna mencintai yang sesungguhnya. Mencintai secara syariah adalah mengikuti keteladanan Rasulullah saw. dalam segala aspek kehidupan.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang ulama K.H. Rokhmat S. Labib pada acara maulid forum yang digelar secara luring dan daring, Kamis (28-9-2023) yang disiarkan secara nasional, termasuk Jatiwangi yang mengadakan acara nonton bareng di MT. Bani Syamsudika. Adapun tema yang diambil adalah “Cinta Kepada Nabi saw. Jalan Menuju Islam Kafah.”

Dalam pemaparannya, K.H. Rokhmat S. Labib, memberikan penjelasan tentang pentingnya meneladani Rasulullah saw. dalam segala perkara. Beliau menekankan bahwa apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Rasulullah adalah contoh yang harus diikuti oleh umatnya. “Mencintai Rasulullah adalah langkah awal menuju Islam kafah karena kita mengambil teladan dari yang terbaik,” ujar K.H. Rokhmat.

Beliau juga menyoroti bahwa tindakan kita dalam kehidupan sehari-hari haruslah mencerminkan ajaran Rasulullah saw. dan itu pun tidak boleh setengah-tengah, artinya tidak boleh hanya urusan ibadah ritualnya saja, melainkan harus pula meneladani metode dakwahnya sehingga ajaran Islam bisa meraih kekuasaan di Madinah.

Sementara, pemateri yang juga hadir adalah Ir. H. Muhammad Ismail Yusanto, seorang cendekiawan muslim terkemuka membahas makna cinta kepada Nabi Muhammad saw. dengan sangat mendalam. Beliau mengungkapkan bahwa cinta kepada Nabi saw. adalah bukti konkret dari keimanan yang dalam. “Cinta kepada Nabi saw. adalah wujud keimanan dan sebagai bentuk rasa cinta yang syar’i, bukan cinta hanya karena dorongan hawa nafsu atau sesuatu yang sifatnya materi,” kata Ustaz Ismail.

Selain itu, Ustaz Ismail juga menyampaikan sebuah hadis, “Orang akan bersama apa yang dicintainya.” Dalam konteks ini, cinta kepada Nabi saw. akan membawa kita mendekat kepada-Nya. Orang yang mencintai Nabi saw. akan dibersamai oleh Nabi kelak di kehidupan akhirat.

Acara “Maulid Forum” juga diisi pula dengan sesi penyampaian materi yang menarik oleh K.H. Yasin Muthahar tentang Sirah Nabawi yang tidak hanya memberikan pengetahuan yang berharga, tetapi juga menguatkan ikatan cinta kepada Nabi Muhammad saw. yang begitu mendalam di hati setiap peserta. Di akhir acara ada sesi diskusi yang berujung dengan harapan semoga perasaan cinta ini menjadi pendorong untuk menjalani hidup sesuai dengan syariat-Nya dan sebagai jalan menuju pengamalan Islam secara kafah.
Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an