Header_Cemerlang_Media

Momen Spesial Rajab: Syariat Islam Menyatukan Umat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Maman El Hakiem
(Kontributor Tetap CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Suasana cerah di hari Ahad (11-2-2024), Gedung Pertemuan Cirebon menjadi saksi dari kehadiran para pembicara terkemuka dalam acara “Rajab Special Moment” dengan tema yang menggugah, “It is Time to Be One Ummah.” Acara ini bertujuan untuk membahas persoalan umat Islam, dakwah, dan tantangannya di masa depan.

Para pembicara yang hadir dalam acara tersebut di antaranya adalah: Dr. Riyan M.Ag., Dr. Hakim Abdurahman, M.Pd., Dr. Julian Sigit, M.E.Sy., Agus Gandara, S.H., M.Pd.,M.H., Chandra Purna Irawan, S.H., M.H. (LBH PU), Apt. Ilman Silanas , M.Kes., M.Far.Klin., dan praktisi hukum Wahyudi Al Maroky, S.H..

Persoalan Utama Umat dan Solusinya

Setiap pembicara memberikan wawasan yang disampaikan secara singkat, tetapi padat tentang persoalan umat Islam dan tantangannya di masa depan. Salah satu sorotan utama dari acara ini adalah menekankan pentingnya memahami persoalan utama yang dihadapi umat Islam saat ini sehingga dapat menemukan solusinya yang tepat.

Syariat Islam sering kali menjadi subjek stigma dan alienasi dalam sistem sekularisme saat ini. Pandangan negatif terhadap syariat tersebut menciptakan persepsi di masyarakat bahwa hal itu harus dihindari dan ditakuti. Akan tetapi, penting bagi kita untuk mengeksplorasi akar persoalan tersebut dan memahami perspektif beragam yang melatarbelakangi stigmatisasi dan alienasi terhadap syariat Islam.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan stigma terhadap syariat Islam adalah ketidakpahaman tentang konsep dan prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya. Media massa dan narasi populer sering kali memperkuat stereotip negatif tentang syariat, menciptakan ketakutan akan ketidakadilan, penindasan, dan keterbelakangan. Inilah dampak buruk dari adanya moderasi beragama yang diadopsi di dalam KUHP yang baru di negeri ini.

Menurut Chandra Purna Irawan, KUHP tersebut dapat mencairkan pemahaman umat Islam yang akhirnya menjadi kebarat-baratan atau sekuler. “Terlebih di dalam KUHP yang baru diduga akan banyak pasal karet yang akan menyasar kehidupan beragama kaum muslim,” imbuh Ketua LBH Pelita Umat yang hadir sebagai pembicara tersebut.

Pentingnya Persatuan Umat

Namun, penting untuk diingat bahwa syariat Islam pada dasarnya adalah panduan moral dan etika yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Di sinilah pentingnya dakwah yang harus terus digencarkan, sebagaimana diungkapkan oleh pembicara lainnya, Ilman Silanas, dalam forum yang dihadiri para ulama, tokoh akademisi, dan masyarakat tersebut.

Ia mengatakan bahwa dakwah akan membuat perubahan persepsi di masyarakat yang semula mungkin alergi dengan istilah syariat Islam. Lambat laun akan menjadi istilah yang akrab, bahkan akan dianggap aneh jika dakwah tidak menyampaikan syariat Islam secara kafah.

Terdapat beberapa dalil dalam Al-Qur’an dan hadis yang menegaskan pentingnya memahami syariat Islam secara kafah, di antaranya adalah:

Al-Qur’an surah Al-Baqarah [2]: 208), “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan.”

Di dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan, “Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Sahabat bertanya, ‘Siapa yang enggan, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, “Siapa yang mentaatiku masuk surga dan siapa yang mendurhakai, maka ia telah enggan.”

Dengan demikian, acara spesial Rajab tersebut memberikan kesimpulan, seruan dakwah untuk segera terwujudnya persatuan umat dalam menjalankan syariat secara utuh dan menyeluruh. Ini karena sudah menjadi kebutuhan bagi setiap muslim untuk dapat meraih keberkahan dan kebahagiaan kehidupan di dunia dan akhirat.
Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an