CemerlangMedia.Com, INTERNASIONAL — Situasi di jalur Gaza kembali memanas usai penyerangan polisi Israel terhadap jemaah di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Para pengunjuk rasa yang berada di jalan-jalan jalur Gaza melakukan aksi bakar ban, dan bersumpah untuk mempertahankan dan melindungi Masjid Al-Aqsa.
Dilansir kantor berita AFP, pada Kamis (6/4/2023), militer Israel mengatakan bahwa dalam beberapa jam setelah bentrokan di Masjid Al-Aqsa, setidaknya sembilan roket ditembakkan dari Gaza ke Israel. Militer Israel menambahkan bahwa “sebagai tanggapan” atas serangan roket itu, jet-jet tempur Israel menggempur dua tempat yang dicurigai sebagai pembuatan senjata kelompok Hamas.
Serangan udara tersebut kemudian diikuti oleh tembakan roket lainnya dari Gaza, dan Israel pun kembali melancarkan serangan udara ke Gaza, demikian wartawan AFP melaporkan.
Puluhan warga Palestina dilaporkan terluka dalam penyerbuan polisi Israel ke Masjid Al-Aqsa. Aparat kepolisian Israel beralasan terpaksa masuk ke dalam masjid untuk mengusir orang-orang yang menghasut atau memprovokasi warga yang berada di dalam masjid dan membarikade diri dengan petasan, tongkat, dan batu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang negaranya dan Israel telah membangun kembali hubungan, juga mengecam insiden tersebut. Erdogan pun mengingatkan: “Menginjak-injak masjid Al-Aqsa adalah garis merah kami.”
Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan bahwa Israel menciptakan suasana eskalasi, ketidakstabilan, dan ketegangan, dengan penyerbuan polisi ke Masjid Al-Aqsa, dan menyerang jemaah pada Rabu (5/4). “Kami memperingatkan pendudukan agar tidak melintasi garis merah di tempat-tempat suci, yang akan menyebabkan ledakan besar,” kata Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Kekerasan dalam konflik Israel-Palestina telah meningkat sejak pemerintahan baru Perdana Menteri veteran Benjamin Netanyahu mengambil alih kekuasaan pada bulan Desember tahun lalu, sebuah koalisi dengan partai-partai ekstrem kanan dan Yahudi ultra-Ortodoks.
Seorang saksi warga Palestina, Abdel Karim Ikraiem (74) mengatakan polisi Israel bersenjatakan pentungan, granat, gas air mata, dan bom asap, menyerbu masjid “secara paksa” dan “memukul wanita dan pria” yang beribadah di sana pada Rabu. (detiknews.com, 6/4/2023). [Vovi]
[CM/NA]
Views: 46






















