Header_Cemerlang_Media

Sehari untuk Selamanya

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Irsad Syamsul Ainun
(Tim Redaksi CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Setiap insan mengalami yang namanya pertumbuhan dan perkembangan. Dalam hal pertumbuhan, akan tampak jelas terlihat bagaimana perubahan ukuran dari tubuh yang kecil menjadi besar. Atau otot-otot yang dulunya lemah kini kekar. Seiring berjalannya waktu akan sampai pula pada tahap perkembangan. Dalam hal berkembang ini, tidak selalu menonjol layaknya pertumbuhan tadi.

Akan tetapi, semua akan terlihat dari tingkah laku, juga bagaimana menyikapi segala bentuk problematika kehidupan. Perkembangan ini pula selalu dihubungkan dengan yang namanya pernikahan. Atau bisa juga dikatakan, seseorang dikatakan telah berkembang tatkala beberapa organ dalam tubuhnya siap dibuahi.

Dalam bidang keilmuan biologi biasa juga disebut berkembang biak alias siap memperbanyak diri. Ini seperti sel amuba. Membelah diri.

Berbicara soal perkembangbiakan, tak ubahnya kita sedang berusaha merancang atau bahkan melukis apa-apa saja yang diperlukan untuk dilewati bahkan dijalankan. Ibarat anak sekolah, untuk sampai pada tahap ujian, sebelumnya perlu belajar. Namun, tidak dengan berkembang biak. Manusia tak perlu praktik untuk mencapai garis finis yang tak diketahui di mana ujungnya. Yang pasti ketika memasuki fase ini, maka garis starnya jelas dong, harus melalui akad ijab dan qabul. Tentunya 4 syarat utama harus terpenuhi, yakni calon, mahar, wali, dan saksi. Jangan lupa penghulu ya, untuk menikahkan.

Cek dan ricek, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tampaknya nilai-nilai yang dahulu sangat keramat di telinga dan benak kita telah tergerus oleh kebebasan berpikir. Sebab hari ini begitu banyak fenomena ilmu membelah diri tanpa melalui akad ijab dan qabul tadi. Jadilah manusia melebihi rendahnya seekor binatang ternak. Bahkan dikatakan lebih rendah darinya. Nauzubillah…

Bagaimana tidak, manusia yang notabene memiliki kesempurnaan penciptaan karena dilengkapi dengan akal justru mampu berbuat keji hanya karena dorongan hawa nafsu. Alih-alih membuat batas, malah makin aneh. Alhasil, semua kemajuan teknologi saat ini menjadi ajang pamer kebebasan di tengah masyarakat.

Kembali ke konsep perkembangbiakan. Dalam ilmu pertanian, untuk menghasilkan tanaman yang unggul perlu persiapan dengan rincian lahan yang baik. Tidak hanya baik pengolahannya, tetapi lebih kepada bagaimana menyiapkan lahan tadi. Kemudian dipilihlah bibit yang berkualitas, pupuk yang pas, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, sangat berbeda jauh dengan konsep menyiapkan generasi yang unggul saat ini. Perhatikan bagaiman kehidupan anak muda saat ini? Banyak anak muda yang terpapar arus hedonis-sekularisme dan juga kapitalis. Sekularisme ini sendiri membuat kebanyakan orang memulai segala sesuatunya berdasarkan kebebasan, suka sama suka, dan tidak menjadikan agama sebagai tolok ukur pengawasan utama dalam bertindak.

Lihatlah bagaimana sebuah hubungan dibangun di atas nama cinta. Lalu, tak jarang banyak muda-mudi yang bergaul secara bebas. Menikmati dan membiarkan kehormatan terenggut oleh budak nafsu. Sejatinya, setiap pertemuan yang baik tentulah diawali dengan langkah-langkah terbaik dan pastinya tetap sesuai hukum syarak.

Lah sekarang? Nauzubillah… Oleh karena itu, betapa pentingnya kembali kepada sistem Islam yang memanusiakan manusia. Menjadikan manusia terdidik secara baik tanpa harus menanggalkan aturan yang sesuai fitrahnya.

Menyiapkan generasi yang unggul tidak hanya bermodalkan kecanggihan teknologi. Sebab, tingginya bangunan bak pencakar langit tidaklah menjadi sebuah jaminan akan generasinya. Lagi-lagi, semua ini menjadi alarm untukmu anak muda, juga orang tua, bahwa sebuah peradaban cemerlang tidaklah lahir berdasarkan perkembangan teknologi. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an