Header_Cemerlang_Media

Umat Muslim P4l3stin4 dalam Bahaya

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Ghaziah El-Muhtarrom

CemerlangMedia.Com — P4l3stin4, negara yang tak asing lagi kita dengar. Bagaimana tidak, negara yang tak henti- hentinya dijajah dan dibombardir oleh entitas Yahudi ini masih kuat untuk bertahan meski korban yang jatuh tak terhitung jumlahnya. Memang dari dahulu Zionis Yahudi ini tak pernah lelah dan menyerah untuk membantai umat Islam di P4l3stin4. Zionis Yahudi ini sangat ingin mengambil tanah P4l3stin4 untuk menjadi kepemilikan mereka.

Sampai detik ini, P4l3stin4 masih belum aman dan tak tenang bahkan sedang berlumuran darah sebab Zionis Yahudi yang terus melakukan serangan. Bahkan awal November ini, dilansir dari cnnindonesia.com (04-11-2023), Zionis kembali menyerang fasilitas kesehatan di Gaza. Kali ini Rumah Sakit Al Shifa menjadi sasaran serangannya. Kementerian Kesehatan mengatakan serangan tersebut menewaskan beberapa orang yang berada di sekitar rumah sakit.

Lantas, bagaimana respons kita sebagai umat muslim yang mendengar berita ini? Apakah kita mau diam saja atau justru membiarkan melihat mereka hidup dengan duka mendalam? Padahal mereka yang berada di P4l3stin4 adalah saudara kita, walau tanpa ada ikatan darah.

Tentu kita sebagai umat muslim harusnya ikut membela dan membantu mereka di P4l3stin4. Akan tetapi, sebelum itu, kita harus paham dulu bahwa yang terjadi antara Zionis Yahudi dan P4l3stin4 adalah penjajahan lama yang masih berlanjut sampai sekarang. Kita harus mengetahui akar masalah dan alasan dari penjajahan ini. Kemudian bagaimana hukumnya seorang muslim yang tidak membela saudaranya yang dizalimi khususnya warga P4l3stin4.

Akar permasalahannya adalah perampasan tanah kharajiyah milik kaum muslim di wilayah P4l3stina. Padahal tidak ada seorang pun berhak untuk menyerahkan tanah tersebut kepada penjajah. Maka wajib bagi kaum muslimin untuk melakukan pembelaan, sebab tanah kharajiyah adalah hak kaum muslim.

Dijelaskan pula di dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, serta orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada muhajirin), mereka itu sebagiannya merupakan pelindung bagi sebagian yang lain. Orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban atas kamu untuk melindungi mereka sehingga mereka berhijrah. (Akan tetapi), jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama (Islam), wajib atas kamu memberi pertolongan. Kecuali dalam menghadapi kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.“ (QS Al-Anfal: 72).

Syeikh Muhammad Ali As-Shobuni, dalam kitabnya Shofatul Tafassir halaman 440 menjelaskan, “Jika mereka meminta bantuan kepada kalian dalam rangka untuk memuliakan agama Islam, maka wajib (atas musuh-musuh mereka) karena mereka adalah saudara kalian.”

Maka merupakan suatu kewajiban atas kaum muslimin untuk memberikan pembelaan dan pertolongan kepada warga P4l3stin4. Kemudian larangan untuk sekadar berdiam diri atas apa yang menimpa saudara-saudara kita di P4l3stin4 serta pembelaan yang dapat menyentuh akar masalah antara Zionis Yahudi dengan P4l3stin4.

Solusi atas peperangan ini tidak lain adalah mencabut penjajahan hingga ke akar-akarnya dari bumi P4l3stin4. Saat ini, banyak orang yang mengirimkan pasukan militer, bantuan medis, pangan, pakaian, tetapi itu semua bukanlah solusi yang nyata dan tuntas bisa diselesaikan. Hal itu hanyalah solusi parsial yang tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Bahkan yang terjadi justru akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina. Solusi yang tidak relevan seperti yang ditawarkan oleh Amerika, yaitu perdamaian yang digagas negara-negara barat, hingga normalisasi dengan penjajah Yahudi yang dilakukan penguasa Arab adalah solusi-solusi palsu.

Untuk menghilangkan penjajahan Yahudi ini tidak ada cara lain kecuali dengan jihad fii sabilillah. Dan kewajban utama untuk jihad ada pada tangan penguasa negeri-negeri Islam dan para panglima perang yang memiliki tentara terlatih, peralatan tempur, pesawat-pesawat tempur dan persenjataan yang lebih dari cukup. Namun, jihad fii sabilillah itu membutuhkan persatuan kaum muslimin, yang mana tak akan bisa terwujud kecuali kaum muslim berada dalam satu naungan yang sama, yaitu di bawah naungan Khil4f4h.

Maka kebutuhan umat paling urgen sekarang adalah penegakkan sistem Islam. Sebab hanya dengan penerapan Islam dalam bingkah Khil4f4h-lah umat muslim tidak akan menderita akibat rongrongan para pembenci Islam. Tidak hanya warga P4l3stin4 saja, tetapi seluruh umat muslim di belahan dunia. Bahkan bumi ini akan dipenuhi oleh rahmat, sebab Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Pertanyaannya, apakah kita sudah siap berjihad untuk menumpas kebatilan? Sebagai pemuda muslim tentu harus siap. Oleh karena itu, marilah kita bersiap untuk membela kebenaran. Tegakkan badanmu dan songsongkan demi terwujudnya sistem yang mulia. Bagi yang belum siap, yuk dipersiapkan, jangan terlalu santai dan nyaman di zona sendiri. Sebab, kini makin dekat dengan waktu tegaknya kemenangan Islam. Bagkit, bangkit, bangkit untuk berjuang jihad fii sabilillah. Takbir! Allahu Akbar! Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an