Header_Cemerlang_Media

Hari Buruh: Utopia Kesejahteraan Pegawai Rendahan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Chusnul.AK

CemerlangMedia.Com — Setiap 1 Mei diperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Sebagaimana biasanya, peringatan Hari Buruh identik dengan aksi unjuk rasa. Sedikitnya, sekitar 50.000 buruh dari Jabodetabek ikut turun melakukan demonstrasi menuntut hak-hak mereka.

Seperti tahun-tahun yang lalu, dalam unjuk rasa kali ini, Andi Gani selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyampaikan 4 tuntutan. Pertama, pemerintah harus mencabut klaster ketenagakerjaan yang terdapat pada Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Kedua, menolak diberikannya upah murah. Ketiga, menolak adanya outsourcing. Keempat, meminta perlindungan untuk buruh migran.

Sementara itu, Said Iqbal, selaku Presiden Partai Buruh menolak adanya kebijakan kontrak berulang, pesangon yang terlampau murah, menolak aturan terkait tenaga asing, serta menghapus beberapa sanksi pidana dalam UU No. 13/2003. Selain itu, Partai Buruh juga mendesak pemerintah untuk menaikkan upah minimum regional (UMR). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), upah layak untuk wilayah Jakarta, yaitu Rp5,2 juta. Bahkan, jika dibagi rata per kepala, mendekati angka Rp7 juta (cnnindonesia.com, 01-05-2024).

Dampak Kapitalisme

Seluruh tuntutan yang disuarakan merupakan bentuk usaha mereka untuk membuat kehidupan para buruh menjadi sejahtera. Jika saat ini mereka menuntut kesejahteraan, artinya hingga sekarang, kondisi mereka tidak ada perubahan. Nasib mereka tetap jauh dari kata sejahtera, bahkan sampai pada level tidak manusiawi setelah disahkannya UU Cipta Kerja.

Hal ini menggambarkan bahwa buruh masih terbelit persoalan kesejahteraan, seperti upah yang rendah, kondisi pekerjaan yang tidak layak, maraknya kasus PHK, serta sempitnya lapangan kerja. Persoalan-persoalan tersebut membuat nasib buruh kian terpuruk.

Sejatinya, problematika buruh akan terus ada selama kapitalisme masih diterapkan. Saat ini, buruh hanya dianggap sebagai faktor produksi saja. Adapun tujuan kapitalisme adalah keuntungan yang maksimal. Dengan pandangan ini, perusahaan selalu berusaha meminimalkan biaya produksi, termasuk upah untuk tenaga kerja.

Sementara itu, negara yang menerapkan sistem kapitalisme hanya berperan sebagai regulator, yakni membuat regulasi sesuai pesanan pengusaha. Negara berlepas tangan dari pemenuhan kesejahteraan rakyat, termasuk untuk para buruh.

Selama dunia, termasuk di dalamnya Indonesia masih menerapkan kapitalisme, tidak akan tercipta kata sejahtera bagi buruh. Kesejahteraan hanya akan menjadi mimpi tanpa realisasi sampai kapan pun.

Sejahtera dengan Islam

Kezaliman yang dirasakan kaum buruh tidak akan ditemukan dalam sistem Islam, sebuah sistem kehidupan yang paripurna. Sistem Islam mengatur seluruh kehidupan dengan landasan keimanan, dibangun untuk memuliakan manusia, tanpa membedakan golongannya.

Islam mengatur perburuhan tidak seperti perbudakan. Islam memandang persoalan ini dengan akad ijarah (bekerja). Buruh adalah pekerja yang memiliki kedudukan setara dengan pemberi kerja (majikan). Mereka akan digaji sesuai dengan keahliannya dan sesuai kesepakatan awal.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw.,
“Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.” (HR Ibnu Majah dan Ath-Thabrani).

Hadis di atas menjelaskan bahwa majikan atau pemberi kerja tidak boleh menunda-nunda atau mengurangi hak pekerjanya. Bagi pekerja juga wajib melakukan tugasnya sesuai kesepakatan awal.

Jadi, sistem upah minimum pada sistem kapitalisme tidak diperbolehkan karena dapat menzalimi para pekerja. Hal itu bisa memberi peluang majikan atau pemberi kerja membayar gaji tidak sesuai dengan hak pekerjaannya, padahal kerjanya jauh lebih berat.

Sistem Islam mengajarkan, majikan dan pekerja terikat dalam satu kontrak kerja (akad) yang adil dan bersifat saling rida di antara kedua belah pihak. Rida dalam berbagai aspek, baik upah, jam kerja, jenis pekerjaan, dan sebagainya. Ketika telah sepakat serta rida, maka pekerjaan bisa mulai dilakukan. Dengan ini, tidak ada pihak yang terpaksa atau terzalimi.

Adapun para pekerja yang sudah bekerja maksimal, tetapi upahnya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh hidupnya, negara akan segera turun tangan untuk membantu. Negara akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya secara orang per orang sehingga seluruh rakyat merasakan kesejahteraan. Di samping itu, negara juga melakukan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa tidak ada rakyat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.

Pemenuhan kebutuhan dasar rakyat oleh negara ini dilakukan melalui dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Mekanisme secara langsung, yaitu pemimpin menyediakan layanan pendidikan, kesehatan, serta keamanan secara gratis sehingga rakyat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk bisa mengaksesnya.

Sedangkan untuk mekanisme tidak langsung, negara menyediakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi rakyat laki-laki yang sudah balig untuk bekerja mencari nafkah. Lapangan kerja tersebut bisa berupa kesempatan untuk bekerja menjadi buruh, membuat usaha tertentu, bertani, berbisnis, menjual jasa, sektor industri, dan lainnya.

Solusi yang Islam tawarkan ini akan mewujudkan kesejahteraan buruh dan keadilan bagi keduanya. Jika suatu saat ada konflik personal, negara akan menyelesaikan perkara itu melalui pengadilan yang adil. Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an