Header_Cemerlang_Media

Hilangnya Peduli, Kerangka Mayat Masih Misteri

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Octha Dhika Rizky, S.Pd.

CemerlangMedia.Com — Baru-baru ini publik kembali dihebohkan dengan penemuan kerangka mayat ibu dan anak di sebuah kompleks perumahan elite. Sebagaimana yang dimuat dalam Kompas.com (8-9-2023) bahwa telah ditemukan jasad seorang ibu berinisial GAH (68) serta anak laki-lakinya berinisial DAW (38) yang membusuk di kediaman mereka, Perumahan Bukit Cinere, Depok, Kamis (7-9-2023).

Hal serupa juga pernah terjadi tahun lalu sebagaimana yang diberitakan dari CNN.Indonesia.com (13-11-2022) bahwa empat mayat yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumah mereka di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis (10-11-2022). Keempat orang tersebut, yaitu bapak berinisial RG (71), anak berinisial DF (42), ibu berinisial RM (66), dan paman berinisial BG (68).

Kasus kematian satu keluarga di Kalideres telah resmi ditutup oleh pihak kepolisian, sebab tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut. Berbeda dengan kasus di Cinere yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak yang berwenang. Bahkan berbagai spekulasi bermunculan, antara bunuh diri, pembunuhan, kecelakaan, atau kematian alami.

Individualisme Tumbuh Subur dalam Kapitalisme

Sungguh miris kisah dua keluarga ini. Ketika mereka harus meregang nyawa di rumahnya sendiri tanpa ada orang lain yang tahu, bahkan karib kerabat pun mengaku tidak tahu. Akhirnya, mereka harus mengalami kematian tragis sehingga jasad yang ditemukan sudah membusuk dan berbentuk kerangka.

Beginilah karakter individualis yang tertanam dalam masyarakat modern hari ini. Ketika mereka terbiasa hidup tanpa perlu bersosialisasi dengan orang lain, termasuk keluarga sendiri. Rasa peduli pun tergerus dengan dalih “bukan urusan saya”. Alhasil, saudaranya sekarat bahkan mati saja, tidak ada yang tahu. Ke mana kini rasa peduli itu pergi?

Memang kepedulian manusia satu sama lain kini sudah mulai pudar karena mereka terbiasa hidup “untuk diri sendiri”. Mereka tidak lagi memedulikan nasib saudara, tetangga, apalagi orang lain. Inilah dampak dari diterapkannya sistem kapitalisme. Sebuah sistem yang mengedepankan asas manfaat sehingga standar interaksi manusia hanya sebatas memenuhi kebermanfaatan tersebut. Jika tidak, maka mereka akan disibukkan untuk menyenangkan diri sendiri tanpa berpikir tentang orang lain. Oleh sebab itu, individualisme menjadi salah satu ide yang ditumbuhsuburkan dalam sistem kapitalisme tersebut.

Indahnya Ukhuah Islamiah

Berbanding terbalik dengan sistem kapitalisme, Islam justru mengajarkan jalinan persaudaraan yang hakiki. Dalam salah satu hadis, Rasulullah bersabda,
“Salah seorang di antara kamu sekalian tidaklah sempurna imannya sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

Meski tidak ada hubungan darah, sebagai sesama muslim, kita diajarkan untuk berbuat baik, saling tolong menolong, dan menunjukkan kepedulian. Apalagi jika kita hidup bertetangga bahkan memiliki hubungan kerabat, harusnya rasa kepedulian itu lebih besar. Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Abu Dzarr, jika engkau memasak masakan berkuah, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu.” (HR Muslim).

Begitu sempurnanya Islam, hal sekecil makanan saja diajarkan dalam Islam. Apalagi jika menyangkut nyawa seorang manusia. Islam tidak akan membiarkan manusia hidup saling mengasingkan diri. Islam pun menganjurkan untuk saling mengunjungi dan menjenguk saudara yang sakit. Hal ini bertujuan untuk memupuk persaudaraan dan menghanguskan sifat uzlah (menyendiri).

Lalu, di mana lagi kita akan menemukan keindahan persaudaraan seperti ini, jika bukan dalam sistem Islam. Sistem yang menjadikan pemikiran Islam, perasaan Islam, dan peraturan Islam sebagai pengikat setiap individu. Wallahu a’alam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an