Header_Cemerlang_Media

Indonesia Berpotensi Gagal Menjadi Negara Maju

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Rina Herlina
(Kontributor Tetap CemerlangMedia.Com dan Pegiat Literasi)

CemerlangMedia.Com — Menjadi negara berkembang yang maju merupakan impian setiap negara pastinya. Begitu juga dengan Indonesia, impian tersebut terus dipupuk dan berusaha diwujudkan. Namun, entah kapan negara ini menjadi negara maju yang mampu menyejahterakan rakyatnya di segala sektor, jika pertumbuhan ekonominya saja hingga saat ini stagnan.

Seperti dilansir dari cnbc.indonesia.com (28-10-2023), menurut Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, jika hingga hari ini perekonomian Indonesia hanya tumbuh dengan kisaran 5 persen, maka kecil kemungkinan Indonesia menjadi negara maju, malah memiliki potensi menjadi negara gagal. Hal tersebut dikarenakan Indonesia yang tidak memenuhi syarat yang cukup seperti negara-negara lain, di antaranya Korea Selatan, Cina, Thailand, Malaysia, dan Brazil yang memiliki pendapatan cukup tinggi saat pertama kali mereka masuk dalam kelompok negara berpendapatan tinggi.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2003 hanya di level 4,9 persen, walaupun sempat naik pada level 6,9 persen di 2007. Namun, menyusut kembali pada 2013 menjadi 5,78 persen dan 2014 hanya tumbuh 5,01 persen. Bahkan mirisnya lagi, pada masa pemerintahan Joko Widodo, pertumbuhan ekonomi tidak ada peningkatan, hanya stagnan pada kisaran 5 persen. Catatan tertingginya hanya terjadi di level 5,31 persen di 2022 dan hingga kuartal ll-2023 pun hanya sebesar 5,17 persen secara tahunan atau year on year (yoy) (27-10-2023).

Seorang ekonom senior dan juga Menteri Keuangan Indonesia (2014-2016) Bambang Brodjonegoro memberikan pandangannya terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami stagnasi hingga saat ini. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah ancaman bagi Indonesia yang memiliki cita-cita menjadi negara maju pada 2045 mendatang. Padahal menurutnya, stagnasi pertumbuhan ekonomi biasa terjadi pada saat negara tersebut sudah masuk menjadi negara maju. Namun, ketika dalam perjalanan menuju negara maju, biasanya pertumbuhan ekonomi relatif tinggi. Lalu faktor apa saja yang menyebabkan perekonomian Indonesia mengalami stagnasi?

Faktor Penyebab Stagnasi

Ada sejumlah faktor penyebab pertumbuhan ekonomi mengalami stagnasi, di antaranya adalah isu geografis, isu makro fiskal, akses terhadap pembiayaan, regulasi dan institusi, infrastruktur, dan kegagalan yang besar. Bahkan menurut Faisal Basri selaku pengamat politik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lamban disebabkan karena tidak berpengaruhnya sejumlah proyek investasi pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi domestik (8-06-2023).

Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai kebijakan guna menjaga stabilitas makro ekonomi. Seperti dilansir dari situs resmi Bank Indonesia, untuk menjaga stabilitas makro ekonomi diperlukan adanya dua kebijakan. Pertama, melakukan pemenuhan terhadap berbagai pendukung bagi pertumbuhan ekonomi juga penerapan tenaga kerja. Terkhusus percepatan pembangunan infrastruktur baik fisik ataupun nonfisik. Kedua, pengembangan terhadap sektor ekonomi potensial yang mempunyai daya saing tinggi dengan mengoptimalkan pemanfaatan informasi, teknologi, digital, dan e-commerce.

Kombinasi kebijakan tersebut didukung oleh partisipasi swasta secara aktif. Maka diyakini akan mampu mengatasi berbagai permasalahan dalam perekonomian Indonesia seperti pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan sosial ekonomi. Namun, faktanya, kebijakan-kebijakan tersebut jauh panggang dari api alias tidak memberikan dampak apa pun terhadap kondisi masyarakat saat ini. Kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat sekarang ini makin meningkat dan menjadi sumber permasalahan terbesar bagi bangsa ini. Hal ini terjadi karena solusi yang dihadirkan tidak menyeluruh bahkan persis seperti tambal sulam. Lantas bagaimana Islam mengatur dan memberikan solusi terkait ekonomi?

Islam Solusi Hakiki

Ekonomi di dalam Islam adalah sebuah perekonomian dalam sebuah sistem yang menerapkan prinsip ekonomi sesuai dengan ajaran agama Islam. Prinsip ekonomi tersebut berlaku untuk setiap kegiatan ekonomi yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan barang ataupun jasa guna memenuhi kebutuhan manusia. Prinsip tersebut terdiri dari lima nilai dasar, yaitu tauhid, adl, nubuwwah, Khil4f4h, juga ma’ad. Kelima nilai tersebut dijadikan sebagai acuan dalam pembentukan proposisi dan teori ekonomi Islam.

Pertama, tauhid (keesaan Allah). Seluruh aktivitas yang berkaitan dengan sumber daya ataupun manusia mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Allah. Oleh karena itu, terciptalah tanggung jawab untuk semua perbuatan kita, termasuk aktivitas ekonomi maupun bisnis.

Kedua, adl (keadilan). Para pelaku dari kegiatan ekonomi tidak diperbolehkan mengejar keuntungan secara pribadi. Apa lagi jika hal itu dapat membuat orang lain rugi bahkan merusak ekosistem dan juga kondisi lingkungan. Melalui prinsip keadilan inilah akan menghentikan kezaliman di antara sesama manusia.

Ketiga, nubuwwah (kenabian). Seluruh kegiatan ekonomi maupun bisnis diharuskan mengacu kepada prinsip-prinsip yang diajarkan nabi dan Rasul. Jamak diketahui bahwa nabi dan Rasul memiliki sifat-sifat terpuji yang harus diteladani, misalnya jujur, benar, cerdas, bertanggung jawab, bijaksana, komunikatif, terbuka, dan marketing.

Keempat, Khil4f4h (pemerintahan). Dalam sistem Islam, pemerintah mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Peran utamanya ialah menjamin/memastikan kegiatan ekonomi tersebut berjalan sesuai syariat sehingga dapat dipastikan berbagai pelanggaran terhadap hak-hak manusia tidak akan pernah terjadi.

Kelima, ma’ad (hasil). Islam juga mengatur dengan sangat detail terkait keuntungan. Perbuatan baik akan mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat, sedangkan perbuatan jahat juga mendapatkan hukuman setimpal. Keuntungan tidak hanya di dunia melainkan juga di akhirat.

Selain itu, tujuan ekonomi yang dirumuskan dalam Islam antara lain adalah untuk kesejahteraan ekonomi yang dicapai dari kerangka norma moral Islam juga tercapainya distribusi pendapatan dan kekayaan secara adil dan merata. Allah berfirman dalam surah An-Nisa ayat 58 yang berbunyi, “Sungguh Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh Allah sebaik-baik pemberi pelajaran kepadamu. Sungguh Allah Maha mendengar, Maha Melihat.” (QS An-Nisa: 58). Wallahu a’llam. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an