Header_Cemerlang_Media

Ironis Warga Papua, Kelaparan di Tengah SDA Melimpah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Umi Hafizha
(Kontributor CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Ibarat ayam mati di lumbung padi, itulah yang terjadi pada rakyat di Papua. Di tengah sumber daya alam yang melimpah, tetapi rakyatnya mengalami kelaparan.

Diberitakan, sebanyak enam orang warga meninggal dunia akibat bencana kekeringan yang melanda Distrik Lambewi dan Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dari enam orang tersebut, satu orang di antaranya anak-anak. Para korban meninggal setelah mengalami gejala lemas, diare, panas dalam, dan sakit kepala. Sementara itu menurut data Kementerian Sosial, ada sekitar 7.500 jiwa yang terdampak kekeringan yang menyebabkan kelaparan akibat gagal panen.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi kekeringan akan terjadi sampai dua bulan ke depan. BMKG telah memberitahukan pada pemerintah mengenai adanya musim kemarau sejak Maret 2023. Tujuannya agar pemerintah daerah bisa mengantisipasi dampak dari terjadinya kekeringan (Kompas.com, 30-7-2023).

Dikabarkan, pihak pemberi bantuan mengalami kendala dalam penyaluran bantuan. Penyebabnya karena faktor keamanan dan akses. Wilayah bencana yakni Distrik Lambewi dan Distrik Agandugume hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki dari Distrik Sinak. Cara lainnya dengan pesawat terbang, tetapi penyaluran bantuan kesulitan mendapatkan layanan penerbangan karena ancaman KKB. Wilayah itu termasuk kawasan perlintasan KKB.

Namun, pada Sabtu (29-7-2023) Polda Papua mengungkapkan bahwa bantuan untuk para korban bencana kekeringan sudah mulai tersalurkan. Menurut Humas Polda Papua Kombes Iqnatius Benny Adi Prabowo bantuan tersebut diantarkan oleh Bupati Puncak Willem Wandik dengan menggunakan pesawat sewaan (Kompas.id, 27-7-2023).

Sungguh miris, kelaparan di Papua yang berujung hilangnya nyawa rakyat. Lebih miris lagi kelaparan yang berujung kematian ini terjadi di Propinsi Papua yang dikenal dengan sumber daya alam yang melimpah. Bahkan PT Freeport sudah lama beroperasi di sana, yakni sejak 1967. Itu artinya PT. Freeport sudah beroperasi selama kurang lebih 56 tahun.

Perlu diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat jumlah cadangan terbesar ada di tanah Papua, yakni 52% dari total cadangan emas di Indonesia dengan luas mencapai 229.893.75 ha. Papua juga memiliki sebanyak 1.76 juta ton biji dan 1. 875 juta ton biji untuk cadangan perak. Dan masih banyak cadangan lainnya berupa batu bara, besi, batu kapur, pasir kaolin, minyak bumi, dan gas alam. Namun, kematian rakyat Papua menggambarkan ketimpangan pembangunan di wilayah Papua yang sejatinya memiliki kekayaan yang melimpah (CNBC Indonesia, 23-5-2023).

Dampak Sistem Ekonomi Kapitalisme

Pemilihan sistem ekonomi dan politik yang tidak tepat sungguh membahayakan kehidupan rakyat. Dalam hal ini adalah sistem kapitalisme yang menghendaki negara tidak ikut campur dalam hak kepemilikan apa pun termasuk kekayaan alam. Tugas negara hanya sebagai pembuat kebijakan yang memuluskan para korporasi menguasai sumber daya alam yang sejatinya milik rakyat.

Padahal privatisasi sumber daya alam akan menyebabkan kemiskinan sistematik. Buktinya nasib rakyat, khususnya warga Papua makin terpuruk. Kapitalisasi sumber daya alam dan berbagai bentuk pelayanan rakyat oleh swasta telah mengakibatkan terjadinya kesenjangan yang makin menganga antara rakyat dan pemilik modal. Di sisi lain, politik demokrasi meniscayakan pemilik modal makin mudah mengendalikan kebijakan pemerintah.

Selesai dengan Penerapan Sistem Islam

Persoalan Papua akan selesai jika rakyatnya hidup dalam naungan Islam, sebab penerapan aturan Islam kafah akan menjamin rakyat hidup sejahtera dan aman. Islam memandang bahwa kesejahteraan dan keamanan warga negara adalah tanggung jawab negara. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw.
“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggungjawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Al-Bukhari)

Negara dalam sistem Islam akan menerapkan konsep kepemilikan Islam. Sumber daya alam yang menguasai hajat publik memiliki deposit yang terus mengalir menjadi kepemilikan umum yang harus dikuasai oleh individu atau korporasi.

Negara diwajibkan mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat melalui mekanisme anggaran belanja negara baitulmal. Penjelasan tersebut adalah sesuai sabda Rasulullah saw., “Kaum muslim berserikat (sama-sama membutuhkan) dalam tiga perkara, padang, air, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Negara melalui sistem ekonomi dan politiknya akan mendistribusikan hasil pengelolaan kekayaan milik rakyat tersebut di semua wilayah tanpa melihat potensi ekonomi dari wilayahnya. Hasil dari pengelolaan kekayaan alam akan didistribusikan dalam bentuk jaminan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat yaitu pendidikan, kesehatan, dan keamanan dipenuhi secara langsung. Sedangkan sandang, pangan, papan dipenuhi negara secara tidak langsung.

Negara akan mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan untuk menghindari terjadinya kelaparan termasuk kekeringan dengan berbagai penyebabnya. Oleh karena itu, negara akan sangat memperhatikan sektor pertanian. Negara akan menghitung kebutuhan pangan nasional dan memetakan daerah yang potensial untuk wilayah pertanian. Kemudian negara akan menunjang kebutuhan-kebutuhan pertanian dengan mengoptimalkan industri-industri terbaik, seperti industri pupuk, alat-alat pertanian dan sejenisnya. Setelah itu, negara akan mendistribusikan hasil pangan sesuai dengan kebutuhan per wilayah. Dengan demikian, seluruh rakyat bisa hidup sejahtera dalam naungan Islam. Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an