Header_Cemerlang_Media

Ketika Hasil Penemuan Tak Mendapatkan Perhatian

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Salsun Solihah, S.Pd.
(Kontributor CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Jagat media akhir-akhir ini sedang diramaikan dengan perbincangan tentang hasil penemuan dari seorang anak bangsa dari kalangan rakyat biasa, tetapi berhasil menemukan sesuatu yang luar biasa. Aryanto Misel, telah berhasil melakukan percobaan dan penelitian panjang yang berbuah penemuan fenomenal. Pria yang berasal dari Cirebon ini berhasil menemukan Nikuba (Niku Banyu), sebagai bahan bakar alternatif dari bahan baku air. Hasil penemuannya ini mendapatkan respon yang luar biasa baik pro maupun kontra.

Namun, sungguh disayangkan, pemerintah dalam hal ini yang diwakili oleh Badan Researc dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai pihak yang seharusnya memberikan dukungan utama justru malah menyangsikan hasil penemuannya ini. Sementara pihak asing dari negara Italia yang diwakili perusahaan otomotif Lamborghini dan Ducati justru mengapresiasi bahkan memberikan perhatian yang besar terhadap hasil penemuannya tersebut. Mengapa ini bisa terjadi?

Dalam kasus ini, tampak ada ketidaksinkronan antara pihak pemerintah dan peneliti. Ketidaksinkronan ini nampak dari apa yang dinyatakan oleh Aryanto Misel bahwa ia tidak membutuhkan pemerintah dalam upaya pengembangan Nikuba ini. Aryanto mengungkapkan hal ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang dianggap telah mengucilkannya (Suara.Com, 12-7- 2023).

Bahkan dalam rangka mendapatkan dana untuk kelanjutan risetnya tersebut, Aryanto berencana untuk menjual hasil riset Nikuba ini kepada pihak asing senilai 15 milyar rupiah.

Di pihak lain, Badan Riset dan Inovasi Nasioal (BRIN) sebagai pihak yang mewakili pemerintah merespon temuan Nikuba ini dengan sikap skeptis. Hal ini terlihat dari pernyataan kepala BRIN Laksana Tri Handoko yang mengatakan bahwa pihaknya tidak dalam posisi memberi pengakuan soal suatu temuan. Ia mengingatkan bahwa dalam ranah sains diperlukan kehati-hatian hingga sebuah temuan dapat dibuktikan secara saintifik.

Pentingnya Komunikasi dan Apresiasi

Mencermati apa yang terjadi antara Aryanto Misel dengan pemerintah, sesungguhnya merupakan fenomena yang terjadi akibat adanya ketidakpercayaan baik dari pihak Aryanto maupun pemerintah (BRIN). Ketidakpercayaan ini pun makin dipertajam dengan tidak adanya komunikasi dan keterbukaan dari kedua belah pihak yang berujung pada sikap saling hujat.

Aryanto beranggapan bahwa pemerintah (BRIN) tidak memberikan dukungan yang riil terhadap hasil penemuannya bahkan menyangsikan bahwa tidak mungkin air bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar. BRIN berpandangan bahwa air di sini bukan sebagai pengganti bahan bakar, tetapi hanya sekadar berfungsi untuk mengefisienkan penggunaan bahan bakar. Jadi menurutnya, bahwa bahan bakar masih tetap digunakan.

Sikap pemerintah yang meragukan hasil penemuannya, bahkan seolah-olah acuh tak acuh dan tidak memberi perhatian inilah yang mengakibatkan kekecewaan mendalam pada Aryanto. Kondisi ini tidak dilewatkan begitu saja oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan, termasuk pihak asing. Hal ini memberi kesempatan bagi pihak yang ingin mendapatkan keuntungan dari dua pihak yang berselisih. Mereka berhasil memanfaatkan momen untuk kemudian melakukan pembajakan intelektual karya anak bangsa.

Hal ini tentu saja tidak boleh dianggap enteng, setiap pembajakan tentu akan berakibat pada kerugian baik bagi penemu itu sendiri, kemajuan teknologi suatu bangsa, bahkan secara umum merugikan kaum muslimin.

Kemajuan Teknologi Butuh Sistem yang Menaungi

Kemajuan teknologi suatu bangsa tentu tidak bisa dilepaskan dari aspek-aspek yang mendukung terhadap teknologi itu sendiri. Aspek pertama yang harus ada adalah sumber daya manusia yang memiliki kekuatan baik fisik, psikis maupun daya pikir kritis. Kedua adalah aspek materi, berupa bahan baku, dan peralatan yang baik. Dan yang ketiga adalah situasi dan kondisi yang mendukung terhadap terselenggaranya suatu penelitian.

Sumber daya manusia, tentu ini merupakan faktor utama yang harus ada bagi kemajuan teknologi suatu bangsa. Kemajuan teknologi berawal dari adanya kepekaan seseorang yang kritis terhadap suatu masalah sehingga mendorong dia untuk melakukan suatu tindakan yang akan menghasilkan sebuah solusi. Dia akan melakukan pengamatan terhadap suatu masalah, melakukan pendalaman terhadap fakta-fakta pendukung, dan melakukan sebuah percobaan untuk menguji coba terhadap solusi yang ada di benaknya.

Daya pikir kritisnya itu harus didukung oleh psikis yang matang. Seorang peneliti harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap penelitian yang dilakukannya. Dia harus melandasi penelitiannya sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah umat dan bangsa. Dia melakukan penelitian bukan sekadar untuk popularitas, melainkan menyelesaikan permasalahan manusia dengan apa yang dihasilkannya.

Namun, dalam sebuah penelitian, tentu membutuhkan bahan dan alat-alat penunjang yang kadang menjadi kendala bagi terlaksananya sebuah penelitian karena harga dan ketersediaannya yang sulit didapat. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dari pihak-pihak yang memiliki kemampuan, baik yang datang dari individu masyarakat, instansi, maupun negara.

Naungan Sistem Islam

Negara memiliki peran yang sangat besar bagi keberhasilan sebuah penelitian yang akan meningkatkan kemajuan teknologi. Negara merupakan pihak penyelenggara pengurusan masalah umat. Negara bertanggung jawab menyediakan apa yang dibutuhkan rakyatnya. Ketika apa yang dibutuhkan itu tidak ada, maka negara harus berusaha melakukan sebuah inovasi sebagai solusi. Salah satu upaya tersebut berupa dukungan terhadap terlaksananya penelitian yang baik. Negara akan menyediakan sarana dan prasarananya berupa menyediakan alat dan bahan yang dibutuhkan. Memberikan kemudahan bagi peneliti untuk mendapatkan akses literasi dengan adanya pusat-pusat informasi dan sumber literasi seperti perpustakaan.

Negara juga akan mendirikan pusat-pusat penelitian berupa laboratorium yang bisa digunakan oleh setiap warga negara yang ingin mendedikasikan diri bagi kemajuan teknologi. Dan yang paling utama, negara akan memberikan jaminan bagi peneliti sehingga dia bisa melakukan penelitian dengan tidak disertai beban. Seorang peneliti akan mendapat jaminan yang secara umum juga diberikan kepada masyarakat berupa tercukupinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan, juga jaminan pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Dengan jaminan ini, seorang peneliti akan bisa fokus melakukan penelitian tanpa dibebani banyak kehawatiran. Negara juga akan memberikan penghargaan atas apa yang dihasilkan berupa hadiah yang senilai dengan karya yang dihasilkannya.

Profil negara yang memberikan dukungan oenuh seperti ini tentu sulit dijumpai saat ini. Sistem kapitalisme yang diterapkan oleh negara hanya menciptakan negara yang memikirkan keuntungan bagi sebagian orang belaka. Negara bisa memberi dukungan penuh ketika Islam menjadi asas dalam kehidupan.
Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

One thought on “Ketika Hasil Penemuan Tak Mendapatkan Perhatian

  • Yati Supianti
    0
    0

    Keren bu guru tulisannya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an