Header_Cemerlang_Media

Maraknya Perambahan Hutan Lindung, Islam Solusi Terbaik

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Endang Marviani
(Aktivis Muslimah)

CemerlangMedia.Com — Hutan Indonesia sudah terkenal ke seantero muka bumi ini. Beraneka ragam ekosistem ada di dalamnya. Oleh karenanya, sebutan Indonesia sebagai Zamrud Khatulistiwa layak disematkan. Akan tetapi, hari ini, bisa jadi sebutan itu menjadi luntur karena maraknya alih fungsi lahan, terutama wilayah hutan menjadi lahan komersial maupun industri.

Laporan Global Forest Review dari World Resources Institute (WRI) dalam katadata.co.id (19-01-2024) menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara di dunia yang kehilangan hutan primer tropis (humid tropical primary forest) dalam dua dekade terakhir. Diperkuat lagi oleh cnnindonesia.com (12-01-2024) dalam Catatan Akhir Tahun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Region Sumatera menunjukkan, Riau mengalami deforestasi hutan hingga 20.698 hektare sepanjang 2023. Bahkan, Direktur Eksekutif Walhi menambahkan bahwa lebih dari separuh dataran Riau telah dikuasai investasi. Ancaman ini tidak hanya deforestasi, tetapi juga mengalami degradasi alam.

Upaya pemerintah bersama pihak instansi terkait berupa pelaksanaan penanaman pohon secara serentak di seluruh wilayah di Indonesia pada (14-1-2024) merupakan langkah nyata untuk mengatasi iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan mendukung percepatan rehabilitasi hutan dan lahan. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah upaya ini akan membuahkan hasil sesuai impian? Sementara laju deforestasi dan degradasi alam lebih cepat daripada pemulihan pertumbuhan hutan.

Hutan Lindung Penopang Keseimbangan Alam

Menurut Wikipedia, hutan adalah wilayah daratan yang didominasi oleh pepohonan. Merupakan suatu daerah tertentu sebagai tempat hidup segala binatang. Suatu lapangan pohon, secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya. Lebih spesifik lagi, hutan lindung adalah kawasan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, pengendalian erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Sementara deforestasi diartikan sebagai penggundulan atau penebangan hutan dalam skala besar sehingga lahannya difungsikan untuk penggunaan nonhutan. Di Indonesia, deforestasi ini berkaitan erat dengan tingginya permintaan lahan untuk konversi pertanian dan pertambangan.

Selain deforestasi, timbul pula degradasi, yakni penurunan nilai suatu lahan akibat menurunnya kualitas hutan sehingga memengaruhi fungsi dan potensi hutan tersebut. Kedua sebab inilah yang mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.

Apa yang terjadi di hutan Indonesia khususnya, sangat berkaitan dengan investor seperti yang disebutkan di atas. Investor asing maupun domestik hanya ingin mengeruk sumber daya alam untuk kepentingan mereka saja. Dengan kata lain, mengeksploitasi secara besar-besaran untuk keuntungan mereka.

Upaya mengeruk sumber daya alam ini adalah tindakan brutal dan hanya mementingkan kondisi sesaat saja, tanpa memperhatikan keberlangsungan ekosistem yang ada. Zaman yang serba sekuler dan didukung oleh aturan buatan manusia, patut diduga banyak praktik yang hanya berpihak kepada pihak tertentu.

Sumber daya alam yang sebagian besar merupakan kawasan hutan lindung, pun dijarah. Bahkan Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan pada 2023 —dalam pasal-pasalnya— memberikan kelonggaran insentif pelepasan kawasan hutan yang keuntungannya cenderung berpihak kepada pihak tertentu.

Kepemilikan Hutan Lindung di Dalam Islam

Islam membagi wilayah kepemilikan, yakni kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. Kepemilikan individu adalah harta yang memungkinkan siapa saja boleh mendapatkan dan memanfaatkannya.

Lain halnya dengan kepemilikan umum. Harta kepemilikan umum lebih condong untuk dimanfaatkan dan dikelola bersama-sama. Berkaitan dengan kepemilikan umum ini, Islam melarang harta tersebut dikuasai oleh seseorang atau sekelompok orang. Sementara kepemilikan negara adalah harta yang menjadi hak seluruh kaum muslimin sehingga pengelolaannya adalah wewenang negara.

Hutan lindung termasuk dalam kategori harta kepemilikan secara umum. Apa pun yang ada di dalam hutan lindung, dikelola dan dimanfaatkan secara bersama-sama, seperti dalam hadis yang menyatakan bahwa,
“Kaum muslimin berserikat dalam tiga barang, yaitu air, padang rumput, dan api.” (HR Abu Daud).

Apalagi barang tambang mineral yang tak terbarukan, sudah selayaknya dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Islam akan memberi sanksi tegas jika ada manusia yang mengeksploitasinya. Inilah mengapa Islam melarang jika kepemilikan umum dinikmati oleh individu atau segelintir orang.

Sudah seharusnya negara berperan dalam mengelola hutan lindung agar tercipta keseimbangan kelestarian alam yang berkesinambungan. Oleh karenanya, teruslah membawa manfaat secara kontinu untuk generasi selanjutnya.

Seorang pemimpin dalam suatu negara sudah seharusnya memperhatikan amanah yang diberikan Allah Swt. dan Rasulullah saw. dan mempertanggungjawabkan apa yang dikelolanya untuk kemaslahatan umat. Bukankah ini sangat menguntungkan untuk semua pihak? Untuk itu, sudah selayaknya aturan Islam diterapkan dalam kehidupan bernegara. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an