Header_Cemerlang_Media

Palestina Butuh Solusi Hakiki, Bukan Solusi Basa-Basi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Azizah, S.Pd.
(Pemerhati Masalah Publik)

CemerlangMedia.Com — Jumlah korban yang meninggal akibat kekerasan yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas telah melampaui 1.500 orang. Menurut layanan kesehatan Palestina dan Israel, lebih dari 900 orang tewas dan 2.600 orang terluka di Israel dan setidaknya 687 orang tewas dan 3.700 orang terluka di Gaza. Sementara itu lebih dari 187.500 orang mengungsi di Jalur Gaza (cnbcindonesia.com, 10-10-2023). Angka terbaru dari Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB yang dirilis pada Selasa, menyebutkan bahwa pengungsi di Jalur Gaza telah meningkat selama 24 jam terakhir dan berdampak pada 187.518 orang. Diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat.

Perang di Timur Tengah selalu menjadi sorotan dunia terutama isu konflik antara Palestina dan Israel. Konflik ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan mengakibatkan banyak penderitaan bagi kedua belah pihak. Dalam beberapa dekade terakhir, survei pendapat telah menjadi alat penting untuk memahami bagaimana masyarakat di seluruh dunia merespons konflik tersebut. Hasil dari survei-survei ini telah menunjukkan tren menarik yang mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat dunia cenderung lebih simpati dengan penderitaan rakyat Palestina daripada Israel terutama dalam perang terbaru saat ini (cnbcindonesia.com, 10-10-2023).

Israel Adalah Penjajah

Bumi Palestina berdasarkan historis meliputi wilayah di antara Laut Tengah, Laut Mati, dan Sungai Jordan. Wilayah ini berpenghuni sejak lama. Pemilik wilayah tersebut tidak lain adalah umat Islam. Islam hadir di bumi Palestina pada 636 M ketika Khalifah Umar bin Khattab menerima Al-Quds setelah mengusir Romawi. Sempat terlepas pada masa Perang Salib, tetapi dapat dikuasai kembali hingga berakhirnya kekuasaan Kekhilafahan Turki Ustmani di Palestina pada 1917.Sayangnya, hingga kini, penjajah Israel dan pendukungnya terus berupaya memutarbalikkan fakta sejarah kepemilikan tersebut.

Israel menyatakan bahwa bumi Palestina adalah miliknya. Namun, Israel tidak bisa menolak fakta sejarah bahwa bangsa Yahudi telah meninggalkan daerah Palestina selama berabad-abad. Pada masa modern saat ini, dengan bantuan negara-negara Barat Israel, kembali menduduki Palestina dan mendirikan negara Israel di sana.

Pendudukan atas tanah Palestina dan penggusuran bahkan pengusiran terhadap rakyat Palestina dari tanah mereka oleh penjajah Yahudi adalah bentuk penjajahan nyata. Oleh kareana itu, segala bentuk perlawanan rakyat Palestina kepada penjajah Yahudi, termasuk melalui Operasi Badai Al-Aqsha oleh Hamas adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah. Berarti apa yang dilakukan oleh Hamas bukanlah termasuk tindakan teroris. Ungkapan yang menyatakan bahwa Hamas adalah teroris adalah bentuk ungkapan yang pro penjajahan.

Palestina Butuh Solusi Hakiki

Banyak pemimpin negara yang berteriak, katanya akan membela dan membebaskan Palestina dari penjajah Israel. Seolah mereka mengecam Israel, katanya mereka anti penjajahan, katanya mereka juga sangat peduli kemanusiaan, tetapi itu semua hanya pura pura saja. Kalau saja para pemimpin dunia itu benar-benar anti penjajahan tentu mereka akan bersatu mengusir penjajah Israel dari Palestina. Kalau saja para pemimpin itu benar-benar peduli kemanusiaan, tentu mereka takkan membiarkan penjajah Israel menghujani bom yang melukai dan membunuh warga Palestina. Bertahun-tahun mereka menonton dan menikmati penjajahan dan pembantaian di Palestina sekaligus menikmati keuntungan politik dari pencitraan mereka.

Beberapa pemimpin negara berteriak akan membela dan membebaskan Palestina dari kekejaman penjajah Israel. Seolah mereka mengecam Israel, anti penjajahan, sangat peduli kemanusiaan, tetapi itu sesungguhnya hanya pura-pura saja. Kalau saja para pemimpin dunia itu benar-benar anti penjajahan, tentu mereka akan bersatu mengusir penjajah Israel dari Palestina. Kalau saja para pemimpin itu benar-benar peduli kemanusiaan, tentu mereka tidak akan membiarkan penjajah Israel menghujani bom yang melukai dan membunuh warga Palestina.

Solusi Hakiki untuk Palestina

Solusi mendasar untuk masalah Palestina adalah dengan melakukan jihad dengan cara mengusir bangsa penjajah Israel dari muka bumi. Sebagaimana dulu bangsa ini juga telah mengusir penjajah belanda dari bumi pertiwi, begitulah sikap yang seharusnya atas penjajah. Sebab penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Negeri-negeri muslim harus menyadari bahwa Palestina adalah bagian dari kaum muslimin di dunia. Melakukan pembelaan dan bantuan adalah sebuah kewajiban.

Untuk melakukan jihad ini tentu tidaklah mudah. Umat Islam tidak ada yang memimpin. Umat Islam telah terpecah dalam negara bangsa atau nasionalisme. Nasionalisme memandang bahwa dirampasnya tanah suci umat Islam adalah masalah Palestina sendiri. Akhirnya negara-negara tetangga punya batas politik dan psikologis terhadap Palestina. Ini adalah kendala bagi terlaksananya jihad.

Selain itu, jihad juga akan terhalang oleh sistem sekularisme sehingga masalah ini tidak dipandang dalam perspektif Islam. Jadilah masalah Palestina ini tidak diselesaikan secara Islam, yakni jihad, melainkan tunduk kepada hukum internasional yang merupakan hukum hasil konspirasi negara-negara Barat.

Dengan demikian, solusi hakiki bagi rakyat Palestina adalah dengan hengkangnya penjajah Yahudi dari bumi tersebut, bumi umat Islam yang dimuliakan Allah Swt.. Solusi hakiki bagi rakyat Palestina bukanlah dengan solusi dua negara (two state solution) karena hal itu sama saja dengan mengakui keberadaan penjajah Israel. Solusi ini akan terwujud sempurna dengan bersatu dan bangkitnya umat Islam dalam naungan Khil4f4h Islamiah yang akan menggerakkan umat Islam dan tentara-tentara yang gagah perkasa dari umat Islam untuk melancarkan jihad terhadap penjajah Yahudi dan negara-negara pendukungnya. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an