Header_Cemerlang_Media

Patutkah Merayakan Hari Guru di Tengah Rusaknya Generasi?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Mery Isneini

CemerlangMedia.Com — Setiap 25 November diperingati sebagai hari guru. Tema hari guru tahun ini adalah Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar (kemendikbud.go.id, 24-11-2023). Tema ini berkorelasi dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka yang merupakan kurikulum baru yang menggantikan Kurikulum 2013. Meskipun belum semua sekolah di Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka, tetapi kurikulum ini digadang-gadang mampu meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini.

Padahal masih banyak PR terkait masalah pendidikan di negeri ini, di antaranya maraknya kasus bullying, kriminalitas, kesehatan mental, hingga tingginya angka bvnvh diri. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan saat ini, khususnya penerapan Kurikulum Merdeka belum mampu menciptakan pendidikan yang berkualitas. Sedangkan dampak dari penerapan Kurikulum Merdeka sudah terasa di lapangan, yakni banyak guru yang mengalami kesulitan karena penerapan yang prematur dan seolah dipaksakan untuk diterapkan. Sosialisasi kurikulum yang sebagian besar lewat daring menjadikan pemahaman guru dalam memahami Kurikulum Merdeka menjadi tidak utuh sehingga akan berdampak pada kualitas pengajaran.

Sistem Kapitalisme Tidak Membangun Generasi yang Berkualitas

Tidak bisa dimungkiri penerapan sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini menjadikan pendidikan sebagai lahan bisnis yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Terlebih di tingkat perguruan tinggi. Otonomi kampus yang memberikan kebebasan, menjadikan perguruan tinggi sebagai lahan bisnis untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dari mahasiswa. Hal ini tentu sangat ironis. Dari fakta di atas, terlihat bahwa sistem kapitalisme ini tidak akan mampu melahirkan generasi yang berkualitas karena semuanya seolah-olah bisa dibeli dengan uang.

Islam Memiliki Sistem Pendidikan Berkualitas

Sejarah mencatat ketika sistem Islam diterapkan mampu menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas. Tidak hanya cakap dalam ilmu dunia, tetapi juga mumpuni dalam ilmu agama. Apresiasi yang tinggi diberikan Daulah Islam terhadap pendidikan sehingga mendorong tumbuh dan berkembangnya ilmuwan-ilmuwan handal di berbagai bidang ilmu dan teknologi. Ini menunjukkan bahwa di dalam sistem Islam, negara betul-betul memperhatikan masalah pendidikan.

Kesejahteraan guru sangat diperhatikan sebagaimana pada kekhalifahan Umar bin Khattab. Gaji guru pada saat itu mencapai 15 dinar atau sekitar 50 juta rupiah. Ini sangat jauh jika dibandingkan dengan gaji guru saat ini. Terlebih guru honorer yang kadang untuk membeli bahan bakar saja tidak mampu. Dalam sistem Islam, pendidikan didapatkan secara gratis dari tingkat dasar sampai ke perguruan tinggi sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam mengurusi urusan rakyat.

Pendidikan dalam sistem Islam mampu mencetak generasi emas yang mempunyai syahsiah Islam atau kepribadian Islam. Dengan penanaman akidah yang kuat, mampu menjadikan siswa memiliki filter dalam menjalani proses pendidikannya sehingga akan didapatkan pelajar yang bertakwa dan takut kepada Allah, menjadikan proses pendidikan tersebut sebagai sarana untuk thalabul ilmi yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Tiga Pilar yang Membentuk Generasi Berkualitas

Suksesnya pendidikan tidak luput dari peran guru. Agar peran guru ini dapat maksimal, diperlukan support system yang memadai. Dalam sistem Islam, ada tiga pilar yang menjadikan tolok ukur bagi keberhasilan pendidikan dalam membentuk generasi yang berkualitas, yaitu pilar keluarga, masyarakat, dan negara. Ketiga pilar ini harus ada, terlebih negara sebagai pelaksananya.

Pertama, pilar keluarga. Keluarga menjadi embrio awal pendidikan. Di dalam keluargalah penanaman akidah dimulai. Ibu sebagai madrasah ula bagi putra-putrinya akan ditopang oleh keberadaan ayah sebagai kepala sekolah dalam mendidik anak-anak di rumah. Oleh karenanya, peran yang harmonis dari kedua orang tua akan memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya, menjadikan keluarga sebagai role model dalam mewujudkan ketakwaan di lingkungan keluarga.

Kedua, masyarakat. Peran masyarakat juga tidak kalah pentingnya. Masyarakat yang mempunyai perasaan, pemikiran, dan peraturan yang islami akan mampu mendorong terwujudnya ketakwaan di lingkungan masyarakat, mendorong anak-anak untuk senantiasa melakukan amal-amal saleh di tengah-tengah masyarakat.

Ketiga, negara. Negara sebagai pelaksana dalam menjalankan hukum-hukum syariat akan lebih mudah menerapkan aturan pendidikan yang berasaskan syariat Islam. Menerapkan kurikulum yang bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunah sehingga semua elemen di bidang pendidikan akan mencapai hasil yang maksimal, salah satunya adalah didapatkannya pengajar-pengajar yang berkualitas dan bertakwa kepada Allah Swt.. Dari cerminan guru yang mempunyai ketakwaan, maka para siswa akan mendapatkan role model yang mampu memberikan teladana yang baik. Alhasil, cita-cita pendidikan untuk mewujudkan generasi yang bersyahsiah Islam akan bisa terwujud.

Untuk itu, sudah saatnya mengubah kurikulum yang ada saat ini menjadi kurikulum yang berlandaskan syariat Islam yang sudah terbukti mampu mencetak generasi Qurani, generasi yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.. Semoga hari guru tahun ini menjadikan refleksi untuk terus berbenah menuju sistem pendidikan yang islami. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an