Header_Cemerlang_Media

Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Tidak Cukup Sebatas Peran Keluarga

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Hera Doranti
(Aktivis Muslimah, Pemerhati Masalah Sosial)

CemerlangMedia.Com — Dikutip dari idn.times.com, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Keluarga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Indra Gunawan mengatakan, “Mencegah terjadinya kekerasan seksual dapat dimulai dari keluarga, sebab keluarga sebagai lembaga terkecil yang aman bagi setiap anggota bisa melindungi anak-anak mereka dari kekerasan seksual. Peran keluarga dalam pencegahan dapat dimulai dari memberikan edukasi kepada seluruh anggota keluarga terutama anak-anak serta membangun komunikasi yang berkualitas bagi anggota keluarga.”

Selain itu ia juga menambahkan, banyak anak yang enggan melapor saat menjadi korban kekerasan seksual di rumah. Mereka berpikir hal itu akan menjadi sebuah aib atau mencoreng nama baik keluarga. Ia mengimbau agar orang tua juga bisa menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak untuk berkomunikasi.

Faktanya, kasus kejahatan seksual memang terus meningkat. Segala kebijakan dan gagasan seakan terus diupayakan berbagai pihak. Sebagaimana ajakan kepada orang tua dan keluarga untuk berperan penting dalam hal tersebut. Lalu, cukupkah sebatas peran keluarga dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak?

Dikutip dari laman kompas.com, selama 2023 ini, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) telah menerima 2.739 laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Mirisnya lagi, hampir sebagian besar pelaku kekerasan seksual terhadap anak dilakukan orang-orang terdekat dalam lingkup keluarga, seperti ayah kandung, ayah tiri, kakek, kakak korban, paman, dan teman dekat.

Liberalisme Biang Kerusakan

Pola pikir dan tingkah laku yang serba bebas menjadi salah satu pemicu tindak kekerasan seksual terhadap anak, gangguan jiwa, dan lain sebagainya. Ditambah lagi peran media, baik cetak maupun elektronik memiliki andil dan pengaruh besar dalam pembentukan pola pikir liberal (serba bebas). Oleh karenanya, setiap orang bebas untuk melakukan perbuatan apa pun tanpa dilandasi pemahaman agama. Dalam benak mereka (penganut paham liberalisme sekularisme) yang terpenting adalah mendapatkan kenikmatan dunia sebesar-besarnya sehingga berbagai macam cara akan dilakukan demi memenuhi nafsu bejatnya.

Maraknya konten-konten pornografi dan pornoaksi yang mudah diakses siapa saja tanpa pandang usia turut menjadi pemicu tindak kekerasan seksual. Faktor lain, yakni lemahnya keimanan seseorang sehingga dengan mudah terpengaruh lingkungan yang kurang kondusif dan tontonan yang tidak layak. Bukan hanya itu, lemahnya sistem penegakan hukum dan tidak adanya sanksi hukum yang tegas membuat para pelaku kejahatan makin merajalela dan korban tidak mendapatkan keadilan yang semestinya.

Jadi jelas, peran keluarga saja tidaklah cukup untuk mencegah kasus kekerasan seksual terhadap anak. Apalagi faktor yang mendasari karena rusaknya sistem yang ada saat ini, yaitu sistem kapitalisme sekularisme. Sebuah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Untuk itu butuh peran negara sebagai pemangku kebijakan dan pemegang kekuasaan untuk merubah sistem yang ada.

Solusi Islam dalam Mencegah Kekerasan Seksual terhadap Anak

Islam adalah agama sempurna yang diturunkan Allah Swt. kepada umat manusia di seluruh dunia. Agama yang mengatur hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta (akidah dan ibadah), mengatur hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri (pakaian dan akhlak), juga mengatur hubungan antara manusia dengan manusia lainnya (muamalah, uqubat, dll.).

Berkaitan dengan tindak kekerasan seksual pada anak, Islam akan memberi hukuman yang tegas sesuai nas-nas syariat. Hukuman yang ada dalam sistem Islam selain sebagai jawazir (pencegah tidak kriminal yang baru), juga sebagai jawabir (penebus siksa di akhirat). Mekanisme sanksi yang tegas akan membuat para pelaku tindak kejahatan jera dan memberikan keadilan bagi korban.

Selain itu, penegakan sistem Islam harus didukung tiga pilar penting, yaitu individu yang bertakwa, kontrol masyarakat, dan peran negara yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh.

Individu yang bertakwa lahir dari keluarga yang berlandaskan akidah Islam dan senantiasa menerapkan syariat Islam dalam setiap aktivitas kehidupannya. Tidak cukup sampai di sini, individu yang bertakwa juga akan berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan yang ada di sekitarnya. Untuk menjaga ketakwaan individu agar tetap istikamah, diperlukan peran dan kontrol masyarakat. Tentu saja semua tidak akan berjalan sempurna dan kuat tanpa didukung peran negara.

Ketiga pilar ini tidak bisa terpisahkan, sebab pilar satu dengan yang lain saling berkaitan. Ketika ketiga pilar ini diterapkan, maka kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak akan terjadi dan hukum-hukum Islam lainnya bisa ditegakan kembali.

Inilah tugas kita sebagai umat muslim. Jangan pernah berhenti untuk melakukan amar makruf nahi mungkar di tengah-tengah masyarakat agar masyarakat makin paham dan terbangun dari tidur panjangnya di bawah rusaknya sistem yang ada saat ini. Sudah saatnya mengganti sistem yang rusak ini menjadi sistem Islam yang menerapkan syariat Islam secara kafah di muka bumi ini. Hanya dengan sistem Islam lah masyarakat akan hidup damai, nyaman, dan sejahtera dalam naungan Daulah Islamiah.

Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an