Header_Cemerlang_Media

Penganiayaan terhadap Kucing, Bentuk Hilangnya Rasa Kasih Sayang

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Wulandari

CemerlangMedia.Com — Kucing merupakan hewan yang menggemaskan. Tingkahnya yang lucu membuat setiap orang ingin memeliharanya. Apalagi kucing adalah hewan kesayangan Nabi Muhammad saw. Bahkan, Nabi saw. memiliki seekor kucing yang sangat disayangi yang diberi nama Muezza. Nama Muezza sendiri memiliki arti “paling berharga”. Jika dilihat dari namanya, sudah dapat dipastikan bahwa kucing ini adalah hewan paling berharga milik Rasulullah. Muezza adalah kucing yang memiliki sifat manja dan sering tidur di pangkuan Nabi Muhammad. Maka bagi umat Islam yang mencintai Nabi Muhammad, tentulah ingin mencontoh salah satu perbuatan Nabi saw., yaitu menyayangi kucing.

Namun, saat ini banyak dijumpai hewan peliharaan yang dianiaya oleh pemiliknya sendiri. Baru-baru, terdapat video viral yang berasal dari Padang, Sumatra Barat yang menayangkan tiga orang wanita menganiaya seekor kucing di dalam rumah kos mereka. Dalam video tersebut, terlihat ketiganya memberikan minuman keras sejenis soju kepada kucing yang diketahui bernama Clow milik salah seorang dari ketiganya (Republika.co.id, 5-9-2023).

Setelah video ini viral, pihak Cat Lovers dan Komunitas Peduli Kucing Padang (PKP) melaporkan kejadian ini ke Polresta Padang. Polisi berhasil menangkap dan menjadikan ketiga wanita ini sebagai tersangka. Para pelaku pun sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf dengan membuat perjanjian yang disepakati di atas materai. Ketiganya mengaku khilaf dan dalam kondisi mabuk sehingga melakukan perbuatan keji tersebut. Sedangkan kucing Clow dibawa ke dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan (Kompas.com, 4-9-2023).

Tindakan Amoral

Banyak pihak yang mengecam aksi ketiga wanita asal Padang ini. Selain mencekoki minuman keras, sang pemilik diduga tidak merawat kucing peliharaannya dengan baik. Pasalnya, meskipun kondisi Clow dalam keadaan sehat pasca diminumkan soju, fisik Clow dalam kondisi mengenaskan, seperti ditemukan jamur di dagu serta tungau dan scabies di telinga.

Perbuatan menganiaya hewan apa pun bentuknya sungguh sangat tidak bermoral. Sudah sering kali terjadi penganiayaan terhadap hewan baik kucing maupun anjing, baik hewan peliharaan maupun liar, tetapi tidak ada sanksi hukum yang bisa membuat para pelaku jera. Hanya dengan secarik kertas pernyataan maaf di atas materai, pelaku sudah bisa bebas dan bisa saja mengulangi perbuatannya. Apalagi denda yang ditetapkan pun terhitung ringan. Hal ini menggambarkan seolah-olah menganiaya hewan adalah perbuatan sepele dan aparat berwenang tidak serius menetapkan hukumannya.

Islam Memuliakan Hewan

Islam adalah agama yang tak hanya memperhatikan urusan manusia, tetapi hewan pun mendapatkan tempat istimewa dalam naungannya. Banyak hadis yang menggambarkan kewajiban seorang muslim untuk menyayangi makhluk ciptaan Allah Swt. Imam Ahmad meriwayatkan, Rasullullah saw. bersabda, “Barang siapa yang menyayangi makhluk Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya rahmat-Nya.”

Hadis di atas sangat jelas bahwa Allah menjanjikan akan memberikan rahmat-Nya kepada siapa saja yang menyayangi makhluk Allah termasuk hewan peliharaan. Bahkan Allah pun memerintahkan kepada umat Islam untuk senantiasa melakukan perbuatan baik pada segala aspek. Syaddad bin Aus R.A meriwayatkan dari Rasullullah, beliau bersabda,
”Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan perbuatan ihsan (baik) pada tiap-tiap sesuatu.”

Adapun jika seseorang memiliki hewan peliharaan, tetapi tidak merawatnya dengan baik, maka Allah Swt. sangat membenci perilaku tersebut dan membenci pelakunya. Ancaman Allah kepada seseorang yang menelantarkan dan menganiaya hewan adalah dimasukkan ke dalam neraka. Nabi saw. bersabda, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing, ia memeliharanya, tetapi tidak memberikan makan; karena ia tidak mengirimkan makan, maka kucing itu makan dari yang keluar di bumi sampai ia mati karena kurus (kelaparan).” (HR Muslim)

Islam menetapkan hukum menganiaya hewan adalah dosa. Hal ini ditunjukkan oleh hadis betapa Rasulullah melaknat pelaku penganiayaan hewan. Rasulullah bersabda, “Tidakkah sampai berita kepada kalian bahwa aku melaknat orang yang memberi tanda (yang menyakitkan) pada wajah binatang ternak atau memukul binatang ternak itu pada wajahnya?” (HR Abu Dawud)

Hadis-hadis di atas sangat jelas dan seharusnya cukup bagi kita sebagai seorang muslim untuk selalu bersikap baik, menjaga, dan memelihara hewan peliharaan yang kita miliki. Selain itu, sanksi yang tegas juga seyogianya diberlakukan kepada pelaku kejahatan terhadap hewan karena semua yang ada di muka bumi adalah ciptaan-Nya yang seharusnya dijaga dan dilindungi. Bentuk sanksi diserahkan kepada pemimpin, yakni seseorang yang diberi mandat oleh Allah Swt. untuk menerapkan seluruh syariat ataupun kadi (hakim) sesuai dengan pandangannya dan kadar penganiayaan yang dilakukan. Jika sistem ini berjalan, tak akan ada lagi yang berani menyakiti hewan. Maka akan terlihatlah Islam sebagai agama kasih sayang dan membawa rahmat serta keberkahan bagi seluruh alam. Wallahu a’lam.

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an