Header_Cemerlang_Media

Pinjol Bikin Resah, Islam Solusinya

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Misalina

CemerlangMedia.Com — Saat ini pinjaman online (Pinjol) menjadi tren bagi masyarakat karena mudah melakukan pinjaman. Apa lagi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan pinjaman. Banyak orang yang sudah terjerat pinjol dan akhirnya sulit untuk terlepas dari jeratan tersebut. Korbannya tidak hanya orang tua saja, tetapi mahasiswa, guru, bahkan ibu RT pun ada yang terlibat pinjol. Di manakah peran negara?

Bahkan sungguh miris, seorang karyawati di Gorontalo ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya di Kelurahan Buliide, Kecamatan Kota Barat, yang diduga depresi akibat pinjol (CCN Indonesia.com, 13-01-2023).

Kemudian seorang mahasiswa UI yang berinisial AAB (23) tega melakukan pembunuhan pada adik kelasnya yang berinisial MNZ (19), diduga karena pelaku terlilit pinjol (Kompas.com, 06-08-2023). Pelaku tidak peduli akan nyawa seseorang yang melayang, asalkan bisa melunasi utang pinjol.

Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit macet startup pinjol melonjak dari 2,82% pada April lalu mejadi 3,36% atau 1,73 triliun per Mei. Sementara itu, total outstanding masih berjalan Rp51,46 triliun per Mei (Katadata.co.id, 14-07-2023).

Kemudian OJK mengungkapkan bahwa ada tren baru di masyarakat, berutang di pinjol dan tidak ingin membayar sejak awal mengetahui bahwa pinjol yang digunakan pinjol ilegal (Katadata.co.id, 05-07-2023). Hal ini sangat berbahaya bagi masyarakat yang terlibat pinjol ilegal. Sebab pinjol ilegal tidak mau tunduk dengan OJK sehingga bisa melakukan apa saja sesusai dengan yang mereka inginkan. Apa sumber persoalannya? Bagaimana seharusnya solusi dalam Islam?

Kapitalisme Sumber Persoalan

Indonesia merupakan salah satu negeri yang menganut sistem ekonomi kapitalisme. Dalam sistem kapitalisme, kebebasan kepemilikan dijunjung tinggi. Oleh karenanya, individu bebas memiliki yang diinginkan sesuai cara yang mereka sukai. Tidak peduli halal atau haram, baik menyangkut barang yang dimiliki maupun cara yang ditempuhnya.

Negara hanya bertindak sebagai regulator dan membuat berbagai peraturan yang akan dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri. Namun, sangat disayangkan, sebagian aturan tersebut dibuat hanya untuk kepentingan para pemilik modal saja. Jadi, tidak mengherankan apabila pada akhirnya para pemilik modallah yang menikmati kekayaan yang ada. Mereka menguasai sebagian besar kekayaan negeri ini. Sementara itu rakyat kecil, mau tidak mau harus mengikuti apa kata mereka.

Pada saat masyarakat mengalami kesulitan ekonomi, —menjadi peluang besar bagi pemilik modal untuk mendapatkan mangsanya—, salah satunya ditawarkanlah pinjaman online. Masyarakat yang merasa sedang membutuhkan, akhirnya tergiur dengan tawaran tersebut. Mengganggap hal itu adalah solusi terbaik untuk memperbaiki ekonomi mereka, padahal membuat mereka makin sulit dan menderita. Sayangnya, mereka tidak menyadari hal tersebut.

Selain itu, kapitalisme telah menciptakan budaya konsumtif pada masyarakat sehingga masyarakat tidak lagi bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan, semuanya dianggap kebutuhan. Oleh karenanya, tidak ada perasaan bersalah atau menyesal jika berutang untuk memenuhi keinginan yang mereka anggap kebutuhan tersebut.

Padahal pinjaman yang mereka ambil, baik pinjol legal atau ilegal sama-sama memiliki bunga. Hal itu adalah sesuatu yang biasa terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sebab, modal yang minim dan hasil yang besar merupakan prinsip dari ekonomi kapitalisme tersebut.

Islam Solusi Tebaik

Islam merupakan sistem yang terbaik untuk menyelesaikan problem yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Islam adalah sistem ekonomi Islam, karena sistem ekonomi Islam merupakan sistem yang terbaik bagi manusia. Ini jauh berbeda dengan sistem kapitalisme karena Islam tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

Dalam Islam, setiap aktivitas yang dilakukan harus terikat dengan aturan yang telah diturunkan oleh Allah. Dengan adanya aturan tersebut, maka akan terwujud kemaslahatan bagi semuanya.

Kemudian Islam juga memperhatikan kesejahteraan setiap individu rakyatnya. Dalam pemenuhan kebutuhan, yakni kebutuhan primer merupakan tanggung jawab negara itu sendiri. Negara juga membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sekunder, bahkan tersier.

Tidak hanya itu, negara juga akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, terutama bagi laki-laki. Sebab laki-laki memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya. Terkait pinjaman, dalam Islam, para pemberi pinjaman yang berbunga tidak diizinkan untuk beroperasi karena mengambil manfaat dari pinjaman yang diberikan, yakni berupa riba.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Harits bin Abi Usamah, Ali bin Abi Thalib menyampaikan bahwa sesungguhnya Rasulullah telah melarang praktik qardh (pinjaman) dengan mengambil manfaat atau jasa. Kemudian, di dalam riwayat lain dikatakan, “Setiap praktik qadrh (pinjaman) yang disertai dengan unsur mengambil manfaat (jasa) adalah riba.”

Oleh karena itu, dalam Islam tidak akan menjumpai hal seperti itu. Termasuklah pinjol legal atau tidak. Sebab, aktivitas di dalamnya adalah riba sehingga tidak diizinkan untuk beroperasi. Namun, bukan berarti tidak boleh melakukan peminjaman utang. Dalam Islam sendiri memberi pinjaman termasuk satu hal yang disunahkan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban, Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang memberikan pinjaman kepada muslim lainnya sebanyak dua kali, kecuali dia seperti bersedekah satu kali.”

Begitulah Islam yang luar biasa memberikan solusi terbaik untuk mengatasi persolan tersebut. Islam mampu memecahkan masalah yang saat ini dihadapi oleh masyarakat. Tidak ada solusi yang terbaik selain Islam itu sendiri.

Maka dari itu, kembalilah kepada Islam. Jadikan Islam satu-satunya solusi untuk memecahkan masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Islam mampu membuat umat menjadi sejahtera sehingga tidak ada lagi yang merasakan kesusahan terutama di bidang ekonomi.

Khatimah

Sudah sepatutnya bagi kita untuk kembali kepada sistem yang benar, yaitu sistem Islam yang mampu mengurusi urusan rakyatnya. Tidak hanya urusan pinjol saja yang bisa ditangani, tetapi semua persoalan yang dihadapi saat ini mampu diselesaikan oleh Islam. Sebab Islam adalah solusi terbaik. Namun, ini semua juga tak terlepas dari peran negara untuk bisa menerapkan aturan Islam dengan sempurna.
Wallahu a’lam bisshawaab [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

One thought on “Pinjol Bikin Resah, Islam Solusinya

  • 0
    0

    Negara semestinya lebih melek lagi terhadap pinjol. Sudah banyak mudharat dan keburukan dampaknya bagi masyarakat. Tapi kenapa tidak dilarang.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an