Header_Cemerlang_Media

Pinjol Menjamur, di Mana Peran Negara?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Diyah Rahayu

CemerlangMedia.Com — Menjamurnya pinjaman online (pinjol) membawa dampak negatif bagi masyarakat, mulai dari ketakutan, depresi, masalah psikologis, hingga hilangnya nyawa. Seiring waktu, banyak sekali dijumpai transaksi pinjol yang membuat seseorang untuk mencoba. Dengan sedikit persyaratan, biasanya pemilik modal atau lembaga perusahaan mendatangi rumah-rumah dan secara online menawarkan pinjaman dengan sangat mudah.

Lihat kisah miris yang melibatkan empat anggota keluarga di Apartemen Teluk Intan, Penjaringan, Jakarta Utara. Peristiwa ini masih menyisakan misteri yang belum terpecahkan (jambiOne.Com). Salah satu isu yang mencuat adalah adanya dugaan kesulitan ekonomi yang dialami oleh keluarga korban, bahkan ada spekulasi tentang adanya keterlibatan pinjaman online (pinjol) (Viva.co.id, 11-3-2024).

Beberapa Faktor Penyebab

Kejadian di atas adalah salah satu dari sekian banyaknya kasus yang terjadi di negeri ini. Pinjol sangat jelas membawa pengaruh buruk bagi setiap individu. Berbagai cara dan rayuan, hingga membuat para calon nasabah tergiur untuk melegalkan traksaksi ini, tanpa berpikir panjang dan melihat konsekuensi apa yang akan mereka terima setelahnya. Meskipun dengan proses yang cepat dan mudah, yang jelas, pinjol sangat memberatkan karena di sana ada suku bunga yang sangat tinggi.

Kebutuhan ekonomi yang mendesak, beban kehidupan yang makin sulit, serta tingginya biaya pendidikan menjadi faktor pemicu masyarakat terjerat utang pinjol. Ditambah lagi dengan naiknya harga bahan pokok, membuat sebagian masyarakat menjadikan pinjol sebagai satu-satunya solusi mereka karena mencari pinjaman ke lembaga resmi merasa sulit dijangkau.

Banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja secara global, kenaikan upah yang tidak sebanding dengan kenaikan harga-harga barang, membuat seseorang cenderung mencari utang pinjol untuk memenuhi tuntutan hidup guna kelangsungan hidup mereka.

Namun, melihat banyaknya kasus bvnvh diri akibat pinjol, maka sudah seharusnya pemerintah mengambil tindakan cepat. Persoalan ini merupakan sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan karena menimbulkan banyak kemudharatan. Sangat jelas, transaksi pinjol tidak bisa memberikan sebuah solusi, tetapi malah menjerumuskan pelakunya dalam kubangan dosa riba.

Di Mana Peran Negara?

Oleh karena itu, sudah sepatutnya negara lebih memperhatikan lagi kondisi ini dan memberi efek jera kepada semua lembaga yang bergerak di bidang pinjol. Sudah menjadi tugas pemerintah pula untuk menutup dan memberantas serta menindak tegas semua pelaku pinjol.

Pemerintah tidak boleh bersikap acuh tak acuh dan lepas tangan karena keberadaan pinjol sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat. Terlebih lagi jika terjerat utang pinjol, bukan memberi solusi yang terbaik, tetapi akan menambah masalah baru yang tidak kunjung selesai sehingga rakyat makin hidup sengsara karena terlilit utang.

Negara wajib pula memberikan pelayanan yang terbaik dengan memenuhi seluruh kebutuhan hidup bagi setiap warga negaranya. Memberikan jaminan pendidikan, kesehatan yang lebih baik, menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai dan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, dan yang tidak kalah penting adalah memberikan perhatian kepada fakir miskin, anak-anak yatim dan terlantar.

Pemerintah juga perlu memberikan pemahaman kepada rakyat akan pentingnya literasi keuangan, membantu dan memfasilitasi masyarakat dengan berbagai keterampilan, memberikan modal usaha, membimbing para pemuda dan pemudi, juga para ibu rumah tangga dalam kegiatan yang positif. Dengan demikian, kesejahteraan akan benar-benar dirasakan oleh setiap rakyat.

Islam Memandang

Sistem ekonomi Islam mengatur perekonomian dan keuangan negara dengan sangat baik. Islam juga memberikan pemahaman akidah yang kuat sehingga melahirkan pribadi yang tidak mudah tergiur dengan perbuatan yang merugikan dirinya sendiri.

Sistem Islam memberikan tuntunan yang sangat jelas berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Allah Subhanallah wa Ta’ala bahkan mengharamkan secara tegas praktik riba.
Allah berfirman,
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al-Baqarah: 275).

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,
“Allah memusnakan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.” (QS Al-Baqarah: 276).

Dalam hadisnya, Rasullullah saw. bersabda,
“Allah melaknat pemakan riba (rentenir) penyetor riba (nasabah yang meminjam) penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua orang saksi yang menyaksikan transaksi riba.” (HR Muslim No.1598).

Khatimah

Sistem kapitalisme telah merusak tatanan hidup manusia melalui jeratan pinjol kian meresahkan masyarakat karena menghalalkan berbagai cara sehingga menyebabkan seseorang hidup dalam kesusahan. Sementara itu, hukum Islam membawa manusia kepada fitrahnya dengan menaati syariat-Nya, hidup lebih tenang dan tidak tergoda oleh transaksi riba yang sudah jelas keharamannya.

Dengan demikian, betapa pentingnya sebuah sistem yang adil dan menyejahterakan untuk mengatur negara. Sebuah sistem di bawah naungan Daulah Khil4f4h, yakni sistem Islam. Sistem yang akan memberikan kesejahteraan bagi setiap warga negara. Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an