Header_Cemerlang_Media

Polisi Bongkar Lokasi Aborsi (Lagi), Sekularisme Tak Punya Solusi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Hessy Elviyah, S.S.
(Kontributor CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — “Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali.” Sepenggal lirik lagu milik grup band Noah yang mengisahkan tentang kejadian yang terulang. Namun, bukan kisah romantis yang membawa manusia ke arah kemajuan untuk berpikir dan bertindak sesuai fitrahnya, tetapi tragedi kemanusiaan yang tidak beradab dan tidak bertanggung jawab.

Ulah manusia ini kembali diperlihatkan dengan terbongkarnya kembali klinik aborsi oleh polisi. Manusia-manusia yang jauh dari Tuhannya dan bertindak dengan mengikuti hawa nafsu semata rupanya makin hari makin merajalela. Terbukti, kasus penggerebekan klinik aborsi sampai saat ini masih marak terjadi.

Baru-baru ini, aparat kepolisian membongkar klinik aborsi ilegal di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Sebelumnya, pihak kepolisian juga membongkar kasus serupa di Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut Komisaris Besar Polisi Komarudin, selaku Kapolres Metro Jakarta Pusat mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan penggerebekan ke lokasi secara langsung dan menciduk beberapa pelaku dan pasien. Menurutnya, informasi keberadaan klinik aborsi tersebut didapat dari laporan masyarakat (Viva.co.id, 12-07-2023).

Fakta tersebut menunjukkan bahwa tindakan aborsi ilegal adalah kejadian yang berulang. Berdasarkan hasil dari penelitian Australian Consortium for In Country Indonesian Studies pada 2013 yang dilakukan pada 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia telah terjadi 43% aborsi per 100 kelahiran hidup. Praktik aborsi tersebut dilakukan oleh perempuan sebesar 78 % di perkotaan dan perempuan di pedesaan sebesar 40 % dengan alasan kehamilan tersebut tidak diinginkan (Hellosehat.com, 01-03-2022). Data di atas adalah data yang terlapor, tentu data yang tidak terlapor banyak sekali.

Maraknya kasus aborsi memperlihatkan dengan gamblang kondisi buruknya pergaulan muda-mudi saat ini. Mereka terbiasa menunjukkan kemesraan secara terang-terangan tanpa ada yang menegur. Lebih parah lagi, mereka berinteraksi bak suami istri hingga berujung pada kehamilan yang tidak diinginkan. Jika sudah terlanjur demikian, menggugurkan kehamilan atau membuang bayi yang dilahirkan menjadi pilihan. Sungguh tragis dengan logika berpikir tak sehat. Berani melakukan hubungan suami istri di luar institusi pernikahan, tetapi ketika terjadi kehamilan tidak ada tanggung jawab.

Sistem pergaulan bebas tanpa batas berdampak pada hilangnya nyawa. Janin manusia seolah tidak berharga, dengan mudahnya dibuang begitu saja. Seringkali kita melihat di media massa, janin-janin itu dikubur hidup-hidup, dibuang di tempat sampah, bahkan dibuang di jalanan dengan bungkus kresek, yang tak jarang membuatnya terluka atau bahkan meninggal dunia.

Pornografi Mudah Diakses

Kondisi ini makin tak terkendali lantaran hal yang menstimulus untuk melakukan zina yakni pornografi sangat mudah diakses untuk ditonton. Berdasarkan hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) KPPPA terungkap angka fantastis terhadap tontonan pronografi ini yaitu 66,6% anak laki-laki dan 62,3 % anak perempuan menyaksikan kegiatan seksual (pornografi) melalui media daring (online) di Indonesia. Lebih mirisnya lagi, data tersebut pun mengungkapkan bahwa 34,5 % anak laki-laki dan 25 % anak perempuan terlibat langsung kegiatan seksual (Antara.news.com, 30-11-2021).

Ditambah lagi, ketidakberdayaan penguasa dalam melindungi muda-mudinya dari serangan bisnis pornografi. Misalnya, perusahaan milik Ron Cadwell yaitu CCBill yang menyediakan sistem pembayaran daring khusus situs porno. Perusahaan ini memproses transaksi sebesar 9.5 triliun atau US$ 1 miliar (Akurat.co, 10-09-2019).

Dan yang teranyar pada Februari lalu. Polisi menangkap 6 orang yang terlibat dalam tindak pidana asusila dan pornografi live streaming jaringan internasional. Polisi pun menyebutkan bahwa tindak kejahatan ini terlibat jaringan internasional yang terorganisir karena terstruktur rapi mulai dari adanya penadah, streamer, akuntan di aplikasi online dan penghimpun dana. Tak tanggung-tanggung, penghasilan yang diraup dari bisnis gelap ini mencapai 1.5 juta per hari (Updateindonesia.com, 03-02-2023)

Buah Sistem Pergaulan Bebas

Demikianlah borok sistem pergaulan sekularisme liberal. Sistem kehidupan yang mengesampingkan peran agama menjadikan muda-mudi terjerat pemikiran yang mengagungkan kebebasan. Ditambah lagi dengan ketidakhadiran peran negara dalam melindungi mereka. Akhirnya, pergaulan bebas pun tak terbendung yang berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan dan berakhir pada tindakan aborsi.

Ini menegaskan bahwa sistem kehidupan saat ini tidak mempunyai solusi. Kejadian yang berulang kali terjadi dan solusi yang ditawarkan malah justru makin menambah masalah, misalnya pendidikan seks yang terindikasi rentan berbahaya. Hai ini antara lain disebabkan materi yang disampaikan cenderung akan membuat anak salah arah karena ilmu yang disampaikan tidak dilandasi dan diimbangi dengan akidah Islam.

Seberapa pun usaha untuk mengatasi aborsi ilegal mulai dari membuat undang-undang ataupun melalui pendidikan seksual nyatanya peradaban sistem hidup saat ini gagal menyelesaikan masalah aborsi. Hal ini sekaligus mengungkapkan kemunafikan para penganut akidah sekularisme liberal yang menyatakan bahwa zina yang dilakukan suka sama suka merupakan hal diperbolehkan nyatanya merusak mental dan fisik kaum perempuan hingga membunuh janin yang tidak berdosa.

Islam Harus Diterapkan

Berbeda dengan Islam. Islam dengan segala kesempurnaannya tidak hanya melakukan tindakan kuratif, tetapi juga preventif. Misalnya, kewajiban untuk tidak melakukan zina yang terdapat pada surah Al-Isra ayat 32 yang melarang untuk mendekati zina.

Ayat ini juga menegaskan bahwa tindakan yang mendekati zina, seperti pacaran, berkhalwat dengan lawan jenis, ikhtilat atau campur baur antara laki-laki dan perempuan yang tidak sesuai syariat merupakan tindak kemaksiatan kepada Allah Swt.. Ini menunjukkan Islam mengatur sistem pergaulan antara laki-laki dan perempuan.

Tidak hanya itu, pendidikan dalam Islam berasaskan akidah Islam sehingga generasi terarah dalam memahami kehidupan sebelum penciptaan, tujuan diciptakan, dan ke mana setelah kehidupan ini. Pemahaman yang menyeluruh yang akan mengantarkan kepada generasi emas karena pemahaman ini dilakukan sedini mungkin, dilengkapi dengan kondisi masyarakat yang islami dan negara yang melindungi berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah.

Semua saling bahu-membahu untuk bisa saling menjaga dari perbuatan zina. Penguasa akan menutup segala celah penyebab pergaulan bebas misalnya konten pornografi. Penguasa akan memfilter setiap konten tontonan untuk menjaga perkembangan generasi. Oleh karenanya, bentuk kemaksiatan seperti aborsi ilegal akan teratasi apalagi dalam Islam terdapat sanksi tegas terhadap pelaku zina, ini tertuang dalam sumber hukum Islam yaitu Al-Qur’an yang berbunyi, “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dari hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukuman itu disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” (QS An-Nûr [24]: 2)

Demikian pula tentang aborsi, berdasarkan 4 mazhab yakni Imam Hanafi, Imam Syafi’I, Imam Malik dan Imam Hambali yang mensyaratkan adanya uzur syar’i untuk boleh melakukan aborsi, artinya tidak bisa dilakukan dengan bebas, melainkan harus atas dasar syariat Islam. Sebab dalam Islam, menghilangkan satu nyawa tanpa dalil yang sesuai syariat setara dengan membunuh semua manusia. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 32. Ini merupakan bukti bahwa Islam menjaga nyawa manusia.

Demikianlah ketika Islam diterapkan. Maka untuk tidak terulangnya kembali kasus aborsi ilegal, Islam-lah solusinya. Tidak ada jalan lain selain menerapkan Islam secara kafah di muka bumi ini, selain untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia yang beradab, juga untuk keberkahan hidup di bumi Allah Swt. Wallahu a’lam.

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an