Header_Cemerlang_Media

Produk Impor Marak, Produk dalam Negeri Makin Sekarat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Rina Herlina
(Kontributor Tetap CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Lagi dan lagi, pabrik tekstil di dalam negeri tumbang. Hal ini mengakibatkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi dan penutupan pabrik yang terjadi sejak 2023 terus berlanjut sampai saat ini. Ristadi, selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mengungkapkan, penurunan pesanan, bahkan sama sekali tidak ada orderan mengakibatkan pabrik-pabrik tekstil tersebut terpaksa tutup. Hal ini mengakibatkan ribuan orang pekerja menjadi korban PHK, salah satunya yaitu PT. S.Dupantex yang terpaksa melakukan PHK terhadap sekitar 700-an orang pekerja (www.cnbcindonesia.com, 10-6-2024).

Tidak Mampu Bersaing

Banyaknya pabrik di dalam negeri ini yang gulung tikar mengonfirmasi kondisi pabrik manufaktur sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja sehingga terjadi gelombang PHK terus-menerus. Penurunan pesanan menjadi salah satu penyebab perusahaan harus melakukan pemangkasan karyawan, bahkan harus menyerah serta menutup pabrik. Meski perusahaan mencoba bertahan dengan berinovasi, seperti mengolah produknya dengan menciptakan produk sendiri. Namun, justru tidak laku dan tidak bisa masuk ke pasar lokal karena sudah diisi barang impor yang jauh lebih murah.

Pada akhirnya, produk lokal kalah karena tidak bisa bersaing melawan barang impor murah, terutama produk dari Cina. Hal itu menyebabkan barang yang diproduksi tersebut tidak laku dan menumpuk di gudang. Lambat laun, perusahaan limbung lalu terjadilah PHK secara bertahap. Bahkan, akhirnya tutup.

Meskipun beberapa perusahaan tersebut sudah berupaya sekuat tenaga bertahan, tetapi tetap tidak bisa bersaing melawan gempuran impor. Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian penting pemerintah. Sebab, tidak menutup kemungkinan gelombang PHK masih akan terus berlanjut. Tidak hanya pabrik tekstil, tetapi juga industri garmen tekstil dan produk tekstil (TPT), bahkan pabrik sepatu dan manufaktur lainnya.

Seperti diketahui bersama, serbuan barang-barang impor makin menggila. Apalagi dengan adanya atau dilonggarkannya aturan impor, maka dipastikan ke depannya akan makin parah. Meski sempat diperketat, ternyata pemerintah tidak cukup kuat menahan berbagai tekanan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan hingga akhirnya melonggarkan kembali aturan impor dengan menerbitkan Permendag No. 8/2024.

Akibat diterbitkannya permendag tersebut, pemerintah memberi kelonggaran syarat impor tujuh komoditas, yaitu elektronik, kosmetik dan PKRT, obat tradisional dan suplemen kesehatan, alas kaki, pakaian jadi, dan aksesoris pakaian jadi, tas, dan katup. Khusus komoditi elektronik, pakaian jadi, alas kaki, dan aksesoris, persyaratan pertimbangan teknis dalam penerbitan PI (Persetujuan Impor) ditiadakan/dihapus.

Sejauh ini, langkah-langkah yang diambil pemerintah justru tidak berpihak pada kepentingan para pengusaha lokal, tetapi menguntungkan pihak asing sehingga makin memperkuat hegemoni mereka di tanah air. Pemerintah terkesan abai akan kondisi rakyatnya karena membiarkan ribuan orang kehilangan pekerjaan sehingga mereka menjadi pengangguran.

Islam Solusi Hakiki

Negara dalam sistem Islam, justru menjadi pihak yang bertanggung jawab dan berperan penting dalam menyediakan lapangan pekerjaan untuk rakyatnya. Setiap individu terutama yang terbebani nafkah, wajib untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan diri sendiri dan orang dalam tanggungannya. Jika seseorang tidak memiliki penghasilan (tidak bekerja), entah itu karena faktor kemalasan ataupun tidak memiliki skill dan kemampuan yang bisa mengantarkannya pada pekerjaan, maka negara berkewajiban mendorong individu tersebut agar memiliki pekerjaan.

Mekanismenya adalah negara akan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai melalui pendidikan dan pelatihan. Bahkan, negara tidak segan menggelontorkan dana untuk modal usaha rakyat karena negara mempunyai sistem keuangan yang kuat dan khas yang tersimpan dalam baitulmal. Alhasil, para pelaku usaha akan mendapat bantuan dana tanpa riba, bahkan hibah dari negara.

Lebih lanjut, bagi warga negara yang memiliki kondisi lemah, seperti difabel, lansia, golongan lemah (kaum wanita dan anak-anak yang tidak mempunyai penanggung nafkah), negara akan menjamin dan memastikan secara langsung kebutuhan pokok mereka dapat terpenuhi agar tetap bisa hidup dengan layak. Negara mengelola secara mandiri sumber daya alam di wilayahnya yang berkorelasi pada dibukanya industri- industri dalam negeri dan pastinya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Negara Islam akan secara mandiri mengelola sumber daya alam di wilayahnya yang berkorelasi pada dibukanya berbagai industri dalam negeri dan tentunya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Seluruh sumber daya alam yang ada di dalam negeri akan dikelola secara mandiri oleh negara yang berkorelasi pada dibukanya industri dalam negeri.

Negara tidak akan bergantung kepada swasta, apalagi asing dalam hal investasi atau pengelolaan sumber daya alam. Ini karena sadar bahwa hal itu bisa menjadi wasilah kezaliman dan terlepasnya beberapa aset yang bersifat kepemilikan umum kepada pihak swasta dan asing.

Negara Islam akan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi riil, menciptakan kondisi pasar yang kondusif, dan menghapuskan distorsi atau anomali pasar, seperti penimbunan, riba, penipuan, serta kecurangan. Negara memberlakukan sistem peraturan dan persanksian sesuai syariat Islam yang dengannya dapat mencegah tindakan pelanggaran hukum syariat.

Negara juga menghapuskan sektor non riil yang spekulatif, penuh risiko dan menjadi biang resesi. Untuk itu, sudah saatnya kita meninggalkan sistem kufur kapitalisme dan menggantinya dengan sistem yang paripurna, yaitu Islam yang sudah terbukti selama 13 abad berjaya dalam memimpin dunia dan mampu menyejahterakan dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a’lam [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an