Header_Cemerlang_Media

Prostitusi Online Marak Akibat Sistem Rusak

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Neni Nurlaelasari
(Kontributor Tetap CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Kemajuan teknologi saat ini bagai pisau bermata dua. Teknologi tidak sekadar memberikan manfaat bagi manusia, tetapi dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan materi dengan jalan yang haram, salah satunya praktik prostitusi online atau pelac*ran online. Mereka menggunakan jaringan internet untuk berkomunikasi antara mucikari, pekerja seks, dan penggunanya.

Dikutip dari Posbelitung.co, tim gabungan Satpol PP bersama Polres Belitung, BNNK, dan stakeholder terkait mengamankan lima pasangan bukan suami istri dan empat wanita dalam razia di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung (15-03-2024). Sementara itu, seorang mucikari DTP (27), mampu menghasilkan uang hingga Rp300 juta dari bisnis prostitusi online di Kota Bogor, Jawa Barat (Tribunnews.com, 14-03-2024). Maraknya kasus prostitusi online, sebenarnya sudah lama terjadi, bahkan seperti fenomena gunung es. Lalu, faktor apakah yang menyebabkan kasus ini terus terulang?

Sekularisme Lahirkan Prostitusi Online

Jika kita cermati, maraknya kasus prostitusi online disebabkan beberapa faktor, yaitu lemahnya iman, kemiskinan, buruknya pendidikan, dan lemahnya sanksi yang ada. Lemahnya iman para pelaku maupun mucikari prostitusi online disebabkan minimnya peran agama dalam kehidupan. Mereka tidak menyadari bahwa setiap perbuatan yang dilakukannya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Lemahnya iman ini akibat penerapan dari sistem sekularisme. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan ini, sukses menjauhkan manusia dari ketaatan kepada syariat Allah.

Sementara itu, faktor kemiskinan berhasil mendorong seseorang rela menjual dirinya. Hal ini tidak lepas dari penerapan sistem kapitalisme. Sistem yang mengejar keuntungan materi semata, menjadikan manusia berlomba mengumpulkan materi tanpa peduli halal atau haram. Di sisi lain, Penerapan ekonomi kapitalisme oleh negara menjadikan sumber daya alam yang dimiliki hanya dinikmati oleh segelintir oligarki. Rakyat dibiarkan memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri sehingga ketimpangan sosial tidak bisa dihindari.

Selain itu, faktor pendidikan pun memengaruhi pola pikir manusia. Kurikulum pendidikan berbasis sekularisme melahirkan manusia dengan pemahaman iman yang lemah dan hanya berorientasi pada pencapaian materi. Akhirnya, pendidikan hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan semata untuk bekal mendapatkan materi, tetapi individunya kering dari ruh keimanan kepada Sang Pencipta. Tujuan pendidikan untuk mencetak generasi yang berkepribadian Islam pun makin jauh dari harapan.

Di sisi lain, lemahnya sanksi yang diterapkan oleh negara tidak membuat jera para pelaku dan mucikari dari bisnis prostitusi online. Sanksi berupa denda atau kurungan penjara terbukti tidak mampu menghentikan para pelaku untuk terus menjalankan bisnis haramnya. Alhasil, kasus prostitusi online masih terus terulang hingga saat ini. Lalu, apa solusi tuntas yang dapat mengatasi persoalan di atas?

Islam Solusi Tuntas Prostitusi Online

Islam sebagai agama yang sempurna memiliki seperangkat aturan yang bisa mengatasi segala problematika kehidupan, termasuk persoalan prostitusi. Dalam sistem Islam, upaya pencegahan (tindakan preventif) agar tidak terjadi perbuatan zina yaitu dengan menanamkan akidah yang kuat pada umat. Dengan fondasi akidah yang benar, maka setiap individu akan memahami bahwa zina merupakan perbuatan haram. Selain itu, akidah ini pun akan mendorong individu memiliki idrak sillah billah (kesadaran seorang hamba akan hubungannya dengan Allah) sehingga akan senantiasa berhati-hati dalam setiap perbuatan yang dilakukannya.

Sementara itu, kurikulum pendidikan dalam sistem Islam disusun berlandaskan akidah Islam. Oleh karenanya, setiap individu didorong agar memiliki pola pikir dan kepribadian Islam. Selain itu, negara dalam sistem Islam berperan penting dalam menjamin kebutuhan pokok rakyatnya. Penerapan sistem ekonomi Islam menjadikan sumber daya alam dikelola oleh negara, kemudian hasilnya untuk menyejahterakan rakyatnya. Alhasil, tidak akan terjadi ketimpangan sosial yang mendorong kemiskinan sebagai celah untuk melakukan prostitusi online.

Di sisi lain, Islam memberikan sanksi berat bagi para pelaku maupun mucikari prostitusi online. Dalam Islam, pelaku zina yang belum pernah menikah, hukumannya berupa cambuk seratus kali, sedangkan pelaku yang sudah pernah menikah diberlakukan hukuman rajam. Hal ini sebagaimana hadis Rasulullah saw.,

“Ambillah dari diriku, ambillah dari diriku, sesungguhnya Allah telah memberi jalan keluar (hukuman) untuk mereka (pezina). Jejaka dan perawan yang berzina hukumannya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun. Sedangkan duda dan janda hukumannya dera seratus kali dan rajam.” (HR Muslim).

Selain itu, negara bergandengan dengan masyarakat untuk menghidupkan amar makruf nahi mungkar sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Sebab, perbuatan zina tidak hanya berdampak terhadap para pelaku semata, tetapi bisa mendatangkan azab Allah untuk seluruhnya, sebagaimana dalam hadis Rasulullah saw.,

“Jika zina dan riba tersebar luas di suatu kampung, sungguh mereka telah menghalalkan atas diri mereka sendiri azab Allah.” (HR Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Ath-Thabrani).

Sempurnanya aturan Islam tidak bisa kita terapkan, jika kita masih bertumpu pada sistem sekularisme kapitalis yang ada. Oleh karena itu, sudah saatnya kita menerapkan sistem Islam secara menyeluruh (kafah) dalam seluruh aspek kehidupan agar kasus prostitusi online bisa segera dituntaskan hingga ke akarnya sehingga tidak terulang kembali. Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an