Header_Cemerlang_Media

Sistem Islam Mampu Berantas Judi Online

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Jamilah

CemerlangMedia.Com — Media ramai memberitakan maraknya kasus judi online. Kementerian Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjelaskan telah melakukan pemutusan akses 846.047 situs konten perjudian online dari 2018 sampai 19 Juli 2023. Dalam waktu satu minggu terakhir, pada 13 Juli-19 Juli 2023, terdapat 11.333 konten judi online telah diblokir.

Kominfo telah menerima laporan terkait penyalahgunaan rekening akun perbankan untuk konten perjudian online sepanjang Januari—17 Juli 2023, kementerian juga mendapatkan 1.859 aduan pemanfaatan rekening perbankan untuk kegiatan judi online (Voaindodesia.com, 22-07-2023).

Budi Arie Setiadi selaku Menkominfo menegaskan, terkait tindak pemutusan yang dilakukan itu merupakan langkah tegas dalam menangani penyebaran konten dengan muatan perjudian. Langkah tegas yang diambil Kementerian Kominfo akan terus dilakukan untuk konten judi online, baik yang sifatnya konten perjudian ataupun kegiatan fasilitasi transaksi perjudian online. Menkominfo menjelaskan bahwa pemutusan akses tersebut berdasarkan dari hasil temuan patroli siber Kementerian Kominfo, aduan konten dari masyarakat, kementerian dan lembaga (Kominfo.go.id, 20-07-2023).

Kapitalisme Menjerumuskan pada Kemaksiatan

Masyarakat akan mudah tergiur dengan jalan pintas mendapatkan materi. Judi online yang sedang menjamur di masyarakat dianggapnya sudah hal yang bisa. Aktivitas ini banyak sekali disukai oleh tua dan muda, baik laki-laki maupun perempuan sampai-sampai tak mengenal waktu.

Judi online akan terus ada selama itu mendatangkan keuntungan bagi para kapitalis, sekalipun itu diharamkan. Selama diterapkannya sistem kapitalisme sekularisme, maka tidak akan pernah mampu untuk memberantas masalah tersebut sampai tuntas karena yang diraihnya hanyalah manfaat semata.

Allah Swt. telah memberikan peringatan bagi hamba-Nya dengan ayat berikut:
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (QS Al-Maidah: 90).

Dan di ayat lain menjelaskan:
“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.’ Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, ‘Kelebihan (dari apa yang diperlukan).’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan.” (QS Al-Baqarah: 219).

KH. M. Siddiq Al Jawi (Dosen STEI dan Pondok Pesantren Hampara Yogyakarta) mengatakan tiga definisi judi, yaitu adanya taruhan (muraahanah) berupa harta, adanya permainan (la’bun) sebagai penentu yang kalah dan yang menang, adanya pihak pemenang dan pihak yang kalah. Tiga kategori tersebut termasuk ke dalam judi yang diharamkan dalam Islam.

Judi online sangat diminati bagi pelaku maksiat. Padahal dari keuntungan yang didapatkan dari hasil berjudi, di situ ada pula kerugian, yakni harus mengeluarkan hartanya untuk judi tersebut.

Kapitalisme sekularisme terbukti menimbulkan kerusakan di berbagai lini kehidupan, seperti pembunuhan, seks bebas, pencurian, dan ditambah lagi pengangguran yang makin banyak, dikarenakan lapangan kerja yang terbatas, dan masih banyak lagi pokok permasalahan lainnya. Itu semua menjadi pemicu meningkatnya angka kriminalitas. Masyarakat kian rusak dengan kehidupan yang dijalani dalam sistem kapitalisme sekularisme karena sistem ini hanya mengambil manfaat tanpa melihat halal dan haram. Alhasil, hidup rakyat makin terpuruk.

Tuntas dengan Islam

Islam memiliki seperangkat aturan yang sempurna yang bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunah yang berasal dari Allah Swt.. Hukum yang diterapkan dalam sistem Islam membuat jera bagi pelaku (zawajir) dan mencegah orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama dan juga sebagai penebus dosa (jawabir).

Dalam Islam, pelaku judi akan dikenakan hukuman ta’zir, yaitu berupa cambuk bagi pelaku maksiat, yang bertujuan agar membuat efek jera bagi pelaku. Begitu pula pada perilaku lainnya. Setiap warga yang melanggar syariat akan diberikan sanksi agar pelaku maksiat mau bertobat dan terhindar dari kemaksiatan. Segala bentuk kemaksiatan yang dapat merusak masyarakat akan cepat ditangani oleh negara.

Khatimah

Islam solusi terbaik yang akan menjaga dan melindungi umat. Oleh karena itu, sudah saatnya umat beralih kepada aturan yang telah Allah sediakan, yakni sistem Islam sebagai solusi dalam mengatasi problematika umat. Termasuk persoalan judi online ataupun sejenisnya. Hanya dengan penerapan Islam kafah yang mampu memberantas semua jenis kemaksiatan yang terjadi. Ini telah terbukti beberapa abad lamanya saat Islam mampu berjaya di bawah naungan negara dengan sistem Islam, yakni Daulah Khil4f4h. Wallahu a’lam. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an