Header_Cemerlang_Media

Sistem Islam Wujudkan Kebangkitan Hakiki

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Diyani Aqorib
(Aktivis Muslimah Bekasi)

CemerlangMedia.Com — Setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), sebagai tonggak perlawanan terhadap penjajah Belanda. Saat ini, momen tersebut digunakan untuk menanamkan semangat kepada generasi muda untuk berkarya membangun negara. Inilah yang disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam rangka peringatan Harkitnas pada Jumat (19/5).

Menurutnya, generasi muda Indonesia harus bisa memenangi persaingan di segala bidang, mengingat jumlah usia produktif yang cukup tinggi. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri tahun 2022 jumlah usia produktif mencapai 69,3 persen dari total populasi penduduk Indonesia (news.detik.com, 19/5/2023).

Jumlah usia produktif yang tinggi seharusnya menjadi keuntungan bagi bangsa ini. Besar harapan para pemuda dapat memajukan negeri. Namun, apa yang terjadi? Berbagai kasus kejahatan yang melibatkan generasi muda justru banyak terjadi. Mulai dari tawuran remaja, pengeroyokan, begal, rudapaksa, bahkan penghilangan nyawa. Lalu, bagaimana mereka akan membangun negeri jika aktivitasnya jauh dari hal-hal yang berguna?

Krisis Multidimensi

Krisis multidimensi yang menerpa negeri membuat negara semakin terpuruk, belum lagi utang luar negeri yang semakin menumpuk. Sebagaimana dilansir dari liputan6.com, 28/4/2023, bahwa utang Indonesia sampai Maret 2023 mencapai Rp. 7.879,7 triliun. Angka yang cukup fantastis, sehingga membuat kondisi ekonomi masyarakat semakin karut marut. Akhirnya masyarakat dibebani berbagai macam pajak, yang pada gilirannya meningkatkan jumlah penduduk miskin.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin pada September 2022 sebesar 26,36 juta jiwa, naik 0,20 juta jiwa dibandingkan Maret 2022. Artinya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan naik sebesar 7,53 persen (cnbcindonesia.com, 16/1/2023).

Tak dimungkiri, kondisi ini berimplikasi pada naiknya jumlah kriminalitas di tengah masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian RI, Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahwa sepanjang 2022 terjadi 276.507 kejahatan di Indonesia atau naik 7,3 persen dibandingkan 2021 (nasional.tempo.co, 1/1/2023).

Data-data di atas hanyalah sebagian kecil dari masalah-masalah yang dihadapi bangsa. Mengapa semua ini bisa terjadi? Seakan tak pernah ada solusi pasti, padahal pemimpin silih berganti. Namun, kesulitan demi kesulitan terus menyelimuti. Oleh karenanya, kebangkitan negeri hanyalah mimpi.

Kebangkitan Semu Kapitalisme

Kapitalisme memandang kebangkitan sebuah bangsa antara lain dilihat dari majunya teknologi, masyarakat yang modern, serta tingginya angka Produk Domestik Bruto (PDB) negaranya. Batas-batas semu yang ditentukan oleh negara-negara imperialis ini pada faktanya tidak menunjukkan kebangkitan sebuah bangsa.

Bagaimana bisa dikatakan bangkit jika tingkat kriminalitas tinggi? Bagaimana bisa dikatakan bangkit jika generasi mudanya rusak baik pemikiran dan tingkah lakunya? Bagaimana bisa dikatakan bangkit jika jumlah masyarakat miskin semakin banyak dan kemakmuran tidak merata? Lebih parahnya lagi, akar dari permasalahan di atas adalah akibat sistem yang diterapkan di negeri ini. Sistem kapitalis-liberalisme yang menganut paham kebebasan dalam segala sendi kehidupan.

Kapitalisme-liberal membolehkan si kaya memiliki apapun termasuk kekayaan alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Akibatnya kekayaan alam yang melimpah di negeri ini hanya dapat dirasakan oleh segelintir orang. Sedangkan rakyat kecil tak dapat apa-apa. Oleh karenanya, kehidupan semakin sulit diakibatkan biaya hidup yang semakin besar.

Kapitalisme yang disandarkan pada asas sekularisme menyebabkan masyarakat semakin jauh dari pemahaman agama. Ditambah dengan adanya gempuran dari pemikiran dan budaya Barat yang meracuni generasi muda, semakin membuat semrawut. Generasi muda dibiarkan hidup hedon, bebas tanpa batas. Akibatnya banyak generasi muda yang terjerumus dalam kemaksiatan. Seperti seks bebas, narkoba, serta kriminalitas lainnya.

Kapitalisme sebagai akar permasalahan tentu harus dihilangkan. Karena selama menerapkan sistem yang kufur dan salah ini, maka selama itu pula masalah akan terus muncul. Oleh karena itu harus ada sistem yang sahih yang dapat menggantikan sistem batil ini. Itulah sistem Islam yang berasal dari Allah Swt.. Sebuah sistem yang sesuai fitrah manusia dan solusi atas persoalan-persoalan yang menimpa negeri. Tentu saja ini telah diingatkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 50, yang artinya:
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”

Kebangkitan Hakiki

Kebangkitan sebuah bangsa tidak hanya dilihat dari kemajuan teknologi dan masyarakat yang modern, tapi yang lebih penting dari semua itu adalah kebangkitan yang didasarkan pada ketinggian dan kekayaan pemikiran serta akhlak yang mulia yang dimiliki masyarakatnya. Di mana semua itu terwujud dari ideologi yang sahih yang diterapkan negara tersebut. Ideologi yang berasal dari Illahi Rabbi, yaitu Islam.

Dalam Islam negara bertanggungjawab untuk membentuk generasi mudanya menjadi generasi taat dan berakhlak mulia serta melindungi rakyatnya dari segala hal yang dapat merusak akal dan mentalnya. Negara juga akan menerapkan aturan-aturan syariah Islam secara menyeluruh dan adil. Sehingga rakyat terutama generasi mudanya dapat fokus berkarya untuk memajukan negeri.

Sejarah membuktikan bahwa di bawah sistem Islam lahir ilmuwan-ilmuwan yang karyanya diakui dunia bahkan masih dipakai hingga hari ini. Sebut saja Al-Khawarizmi, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusyd, al-Battani, dan masih banyak lagi. Sejarah juga membuktikan bahwa di bawah panji Islam pemuda-pemuda pemberani dan tangguh telah berhasil menaklukan dunia. Seperti Sultan Muhammad al-Fatih yang berhasil menaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 di usia yang sangat muda.

Inilah kebangkitan yang hakiki, yang hanya dapat terwujud dalam sistem Islam kafah yaitu Khil4f4h berdasarkan manhaj kenabian. Bukan kebangkitan semu ala kapitalisme yang penuh ilusi. Karena Khil4f4h sudah membuktikannya selama hampir 13 abad. Wallahu a’lam. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an