Header_Cemerlang_Media

Strategi Jitu Jepang dalam Menancapkan Hegemoninya?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Rina Herlina
(Kontributor Tetap CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Jepang kembali lagi ke Indonesia, kali ini dalam rangka melakukan kerja sama pembangunan sebuah jalan tol. Terkesan normal dan baik-baik saja, tetapi hakikatnya dalam sistem hari ini sungguh tidak ada makan siang gratis, apalagi melibatkan pihak asing dalam rencana pembangunan sebuah negara.

Seperti dilansir www.harianhaluan (17-05-2024), proyek jalan tol Payakumbuh-Pangkalan yang melibatkan pihak Japan Internasional Coorperation Agency (JICA) menuai penolakan dari berbagai kalangan. Kondisi ini menyebabkan proyek tersebut berjalan alot, bahkan pihak JICA mengalihkan pembangunan. Banyak warga, baik dari pemangku adat maupun LSM di berbagai nagari menolak pembangunan tol tersebut dengan berbagai alasan, salah satunya karena tanah yang akan dilewati proyek tol merupakan tanah pusako tinggi.

Apapun yang menjadi alasan penolakan dari sejumlah masyarakat, pembangunan jalan tol kerap kali mengakibatkan dampak buruk, terutama bagi lingkungan. Sebab, proses pembangunannya sering kali merusak hutan-hutan, persawahan, bahkan rumah-rumah penduduk pun sering kena sasaran.

Meskipun dalam prosesnya ada negosiasi dengan masyarakat, tetapi rusaknya hutan akibat pembabatan pohon secara brutal bisa menimbulkan bencana di kemudian hari. Hal ini sering kali tidak disadari oleh masyarakat, sebab jika sudah diiming-imingi uang sebagai ganti rugi, mereka seakan tidak peduli apa pun yang akan terjadi ke depannya. Inilah realita yang ada saat ini. Saking jauhnya dari kata sejahtera, masyarakat kerap membuat keputusan praktis, tanpa peduli dengan risiko setelahnya.

Pembangunan yang Menelan Angka Fantastis

Biaya pembangunan jalan tol tersebut memakan biaya yang tidak sedikit. Sebenarnya, hal ini menjadi sebuah ironi di tengah angka kemiskinan yang masih tinggi. Pemerintah seperti tidak bisa memilah sektor mana saja seharusnya yang perlu perhatian dan butuh penanganan serius. Nyatanya, pembangunan tol bukanlah sesuatu yang urgen dilakukan, mengingat kondisi masyarakat saat ini masih jauh dari kata makmur dan sejahtera.

Lihatlah hari ini, ketimpangan sosial masih lebar menganga. Mereka yang duduk manis di parlemen saja yang hidup makmur, sedangkan rakyat menangis kelaparan dan bingung mencari pekerjaan. Adakah mereka peduli?

Dengan dilibatkannya Japan Internasional Coorperation Agency (JICA), disadari atau tidak, pemerintah sebenarnya sedang berusaha mengukuhkan cengkeraman asing di negeri ini. Apalagi jika proyek yang direncanakan tersebut pendanaannya melalui jalan utang, ini sama halnya seperti menggali lubang kubur sendiri. Tidak akan ada keberhasilan dalam sebuah pembangunan yang dilakukan dengan cara utang. Hanya perkara waktu, Indonesia menunggu kehancurannya. Iming-iming pihak asing memang menggiurkan, tetapi setelahnya memporak-porandakan.

Begitu masifnya pemerintah melakukan berbagai pembangunan infrastruktur yang katanya diperuntukkan untuk kepentingan mobilitas masyarakat. Akan tetapi, timbul pertanyaan, masyarakat mana yang dimaksud oleh pemerintah? Faktanya, pembangunan-pembangunan tersebut hanya dinikmati oleh segelintir orang. Mayoritas masyarakat tetap terpuruk dalam segala bidang, apalagi sektor perekonomian. Lapangan pekerjaan sulit. Jika pun ada, tidak memenuhi atau justru disediakan untuk tenaga kerja asing (TKA).

Islam Memandang

Di dalam sistem Islam, pembangunan infrastruktur merupakan aspek yang sangat diperhatikan oleh negara. Pembangunannya juga tidak dapat dipisahkan dengan penerapan sistem ekonomi Islam. Hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan serta kemampuan negara dalam memenuhi kewajibannya guna memenuhi seluruh kebutuhan dasar masyarakat, berupa kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Selain kebutuhan tersebut, negara juga berkewajiban memenuhi kebutuhan lain serta menjamin tersedianya seluruh kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan beserta sarana dan prasarana pendukungnya berbentuk infrastruktur. Tujuan pembangunan infrastruktur adalah untuk kemaslahatan publik.

Pembangunan infrastruktur di dalam Islam berupa jalan sebagai sarana transportasi adalah salah satu kewajiban negara yang harus dipenuhi. Pembangunan jalan tidak dipandang sebagai alat transportasi demi kepentingan ekonomi semata. Akan tetapi, dibangun berdasarkan kepada fungsi jalan sebagai sarana untuk memberikan pelayanan dan kemudahan dalam aspek alat transportasi.

Merupakan kewajiban negara untuk memenuhi seluruh kepentingan dan kebutuhan aktivitas manusia, baik untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan, dan yang lainnya. Penyediaan infrastruktur tersebut dalam rangka menyejahterakan masyarakat serta memberikan pelayanan terbaik untuk kepentingan rakyat.

Di dalam negara Islam yaitu Khil4f4h, pembangunan infrastruktur erat kaitannya dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Ini karena seluruh pembiayaan pembangunan infrastruktur dibiayai dari sumber-sumber kekayaan alam yang dimiliki oleh negara yang disimpan di baitulmal. Oleh karenanya, sistem ekonomi Islam yang di terapkan oleh negara menjadi sistem yang sangat penting terselenggara secara utuh dan murni.

Sejatinya, sistem ekonomi Islam mengatur dengan jelas masalah kepemilikan (milkiyyah), pengelolaan kepemilikan (tasharruf), demikian pula terkait distribusi barang dan jasa di tengah masyarakat. Melalui mekanisme ini, negara akan memastikan sistem politik ekonomi Islam (siyasah iqtishadiyyah) dapat berjalan dengan baik dan benar agar seluruh pemenuhan kebutuhan masyarakat terjamin secara pasti oleh negara, baik secara individu maupun kelompok.

Dengan demikian, proses pembangunan infrastruktur adalah salah satu kewajiban negara yang bertujuan memberikan pelayanan dan pemenuhan kepada masyarakat agar tidak mengalami banyak kendala, baik dari segi persiapan proyek maupun implementasi pembangunan terkait penyediaan lahan, izin pembangunan maupun masalah kepentingan, serta sumber pendanaan. Sebab, negara akan memastikan sistem ekonomi tumbuh dengan sehat serta produktivitas individu dan masyarakatnya juga terjaga. Wallahu a’lam [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an