Header_Cemerlang_Media

Tradisi Brandu, Potret Buram Kelalaian Penguasa

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Yeni Nurmayanti

CemerlangMedia.Com — Tradisi brandu adalah tradisi memotong hewan ternak milik peternak yang sedang sakit atau bahkan sudah mati dengan tujuan agar meringankan beban para peternak yang mengalami kerugian akibat hewan peliharaannya sakit atau mati. Di sisi lain, masyarakat juga bisa membeli daging dengan harga di bawah pasaran.

Akibat dari dikonsumsinya daging hewan yang sakit atau hewan yang sudah mati, beberapa penduduk Gunungkidul terpapar virus antraks. Dilansir dari Tribun Jatim.com (8-7-2023) bahwa ada tiga warga Gunungkidul yang dinyatakan meninggal akibat virus antraks.

Tradisi brandu di Padukuhan Jati, Kelurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul diduga yang menjadi penyebab sebanyak 87 warga terpapar antraks. Menurut Kepala Dukuh (Dusun) Jati, Sugeng tradisi tersebut memang sudah mengakar sejak nenek moyang mereka. Tujuannya baik yakni meringankan kerugian pemilik ternak yang ternaknya mati, entah karena sakit atau sebab lain (Republika, 6-7-23).

Penularan Virus Antraks

Virus antraks ini diduga berasal dari bakteri bacillus anthracis dan rumput yang dimakan oleh sapi di mana tanahnya mengandung virus antraks. Virus antraks yang ada di dalam tanah sangat kuat dan tidak gampang mati dan bisa bertahan puluhan tahun di dalam tanah.

Hewan ternak yang terjangkit virus antraks tidak boleh berkontak dengan udara karena spora penyebab virus antraks resisten dengan kondisi lingkungan sehingga hewan yang terjangkit virus antraks tidak boleh dikonsumi tetapi harus dibakar atau dikubur dan tidak boleh disembelih.

Potret Kelalaian Penguasa

Faktor masyarakat mengonsumsi daging dari hewan yang sakit atau mati selain untuk menolong para peternak adalah karena harganya yang murah. Ini membuktikan bawa harga daging masih sulit terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah sehingga mereka rela memakan daging hewan yang sakit.

Sebenarnya masyarakat bukannya tidak mengetahui bahaya yang mengintai ketika mereka mengonsumsi daging hewan yang tidak segar, tetapi karena harga daging segar yang sulit mereka jangkau, maka daging tidak layak pun terpaksa dikunsumsi.

Oleh karena itu, seharusnya pemerintah memperhatikan harga-harga bahan pangan di pasaran agar tidak terus-menerus naik. Apalagi jika mendekati hari-hari raya besar, sudah dipastikan harga sembako kian naik begitu juga harga ayam, telur, juga daging ikut melonjak naik.

Solusi dalam Islam

Islam hadir dengan seperangkat aturan dan solusi bagi seluruh problematika manusia tanpa terkecuali. Pemerintah di dalam Islam atau Daulah Islam adalah perisai bagi rakyatnya dan tugas dari pemerintah adalah meri’ayah seluruh kebutuhan rakyatnya, bukan hanya masalah sandang, pangan, papannya saja, tetapi hartanya, keamanannya, dan jiwanya harus dilindungi oleh Daulah Islam.

Dalam Daulah Islam pemerintah wajib memberikan pelayanan umum secara gratis seperti, fasilitas kesehatan (rumah sakit) secara gratis dan pendidikan secara gratis juga. Hal Ini bukan hanya bisa dinikmati oleh masyarakat muslim saja, tetapi juga masyarakat nonmuslim —yang tinggal di dalam Daulah Islam (kafir zimmy)— sekalipun bisa menikmati semua fasilitas yang sama seperti yang dinikmati oleh masyarakat muslim.

Untuk mencegah dari kenaikan harga-harga di pasaran, pemerintah menyediakan kadi hisbah (polisi) yang bertugas patroli setiap hari di pasar-pasar untuk mencegah para pedagang di pasar melakukan tindakan kejahatan seperti mengurangi timbangan, menipu dagangannya dengan mengatakan barangnya bagus padahal jelek. Kadi hisbah (polisi yang berpatroli di pasar) ini pun akan mengurangi tindakan kejahatan, seperti kasus pencopetan yang biasanya sering ditemukan di pasar.

Pada masa Umar bin Khattab sedang berpatroli malam beliau mendengar percakapan penjual susu dengan anak gadisnya. Si ibu berniat mencampur susu dengan air agar mendapatkan keuntungan yang besar, lagi pula amirul mukminin tidak akan tahu, tetapi dicegah oleh putrinya dengan mengatakan “Amirul mukminin tidak mengetahuinya, tetapi Allah Maha Melihat dan mengetahuinya.” Seketika itu sang ibu mengurungkan niatnya untuk mencampur susu dengan air.

Pemerintah pun wajib memberikan subsidi kepada para pengusaha baik itu para peternak maupun para petani agar harga-harga di pasaran tidak tinggi dan para pengusaha pun tidak rugi.

Dalam masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz dalam kurun waktu 2-3 tahun saja beliau sanggup dalam mengentaskan kemiskinan. Umar bin Abdul Aziz memberikan subsidi kepada setiap orang miskin baik muslim maupun nonmuslim. Dalam sektor pertanian, beliau juga berhasil memperbaiki sektor pertanian dengan membuat irigasi, sumur, dan jalan raya.

Bahkan beliau juga sampai mengurusi rakyatnya pada urusan pribadinya yaitu menebus utang piutang warga negara Daulah Islam dan membiayai pernikahan rakyatnya. Ketika Umar bin Abdul Aziz memerintahkan para amil zakat untuk berkeliling di tiap perkampungan hingga ke Afrika untuk membagikan zakat. Namun, para amil zakat tidak menemukan satu orang pun yang mau menerima zakat karena mereka merasa bukan dari golongan orang miskin.

Dengan diterapkannya hukum-hukum Islam di tengah-tengah umat, maka tingkat kesadaran diri untuk bertakwa kepada Allah Swt. akan lebih tinggi. Dan tentunya tingkat kesejahteraan pun akan terjamin. Hanya aturan Islam yang bisa memberikan kesejahteraan, rasa aman, dan keadilan. Wallahu a’lam bisshawab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an