Header_Cemerlang_Media

Arab Saudi Ikut Kompetisi Miss Universe, Kemajuan atau Kemunduran?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Melalui unggahan di sosial media @rumy_alqahtani pada Selasa (26-3-2024) menyatakan bahwa dirinya merasa terhormat bisa berpartisipasi dalam kompetisi Miss Universe International 2024. Ajang kompetisi untuk unjuk kecantikan yang dibuat oleh Amerika Serikat ini patut menjadi perhatian kita. Apakah kompetisi ini baik? Apakah hanya sekadar kompetisi ataukah ada nilai yang dibawa di baliknya?

Kalau kita mau mengupas lebih jauh, sebuah kompetisi kecantikan yang digelar hari ini, mulai dari Miss Universe, Miss World, Miss Earth, bahkan Miss Hijab yang mempertontonkan pakaian tertutupnya, tidak mungkin bebas nilai. Pasti di dalam prosesnya membawa banyak nilai. Lalu, nilai apakah yang dibawa?

Jika kita cermati, selain unjuk kemampuan, sorotan pada kompetisi ini adalah tentang “kecantikan”. Ada standar kecantikan yang dipatok selain kemampuan yang ditunjukkan. Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar. Apakah dalam Islam, nilai kecantikan ini bisa dijadikan sebuah kompetisi? Ternyata tidak.

Kompetisi kecantikan ini adalah nilai yang dibawa oleh Barat, yang mana nilai-nilai ini bertentangan dengan Islam. Dalam paham sekularisme, agama tidak perlu dibawa untuk mengatur hidup, bahkan untuk mengatur bagaimana seseorang berpakaian. Semua adalah tentang standar duniawi, seperti cantik, putih, tinggi, langsing, seksi, dan lain sebagainya yang ketika mendatangkan nilai mata uang, maka akan makin baik.

Begitu rendahnya Barat menilai harga seorang wanita. Mereka tidak lebih sebagai pemuas syahwat kaum lelaki. Wanita dianggap berharga ketika memiliki nilai jual sehingga berbagai kompetisi yang mempertontonkan kecantikan kaum wanita terus masif diadakan. Kian nyata eksploitasi kaum wanita dalam sistem sekuler kapitalistik.

Sangat jauh berbeda dengan Islam. Islam mengatur, mulai dari hubungan dengan Pencipta, hubungan antar sesama, termasuk bagaimana seseorang berpenampilan. Semua itu bertujuan untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan perempuan sebagai rahim peradaban.

Fenomena ini amat disayangkan, apalagi negara Arab adalah tempat para Nabi dan Rasul lahir dan berdakwah. Hal ini menjadi bukti bahwa sekularisme sudah begitu parahnya hingga masuk ke negara yang menjadi titik tolak dakwah Islam di tengah-tengah umat. Wallahu a’lam bisshawab.

Wahyu Susilo Wati, S.Pd.
(Aktivis Muslimah Pemerhati Generasi Depok, Sleman, DIY) [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an