Berulangnya Keracunan MBG

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Dalam sistem Islam, sumber daya alam dikuasai oleh negara untuk kepentingan rakyatnya sehingga negara mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai. Negara juga menjamin kesejahteraan rakyat dengan menstabilkan harga kebutuhan pokok agar seluruh rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

CemerlangMedia.Com — Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terus terjadi. 118 pelajar mengalami keracunan setelah mengkonsumsi MBG di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah. Sementara itu, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyatakan bahwa 1.242 orang diduga mengalami keracunan MBG sepanjang Januari 2026. Ribuan kasus tersebut terjadi di berbagai wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat (30-01-2026).

Kasus keracunan yang terus terjadi menunjukkan lemahnya standar keamanan dan pengawasan program MBG. Program yang dianggap mampu menjamin gizi generasi, nyatanya menjadi ancaman kesehatan para pelajar. Hal ini dikarenakan MBG hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi tidak menyentuh akar permasalahan gizi anak. Akar permasalahan gizi pada generasi terjadi akibat penerapan sistem kapitalisme.

Sistem kapitalisme yang menjadikan materi sebagai tujuan utama, membuat manusia berlomba mengumpulkan materi sebanyak mungkin. Akibatnya, program MBG yang bertujuan memperbaiki gizi generasi, berubah menjadi lahan bisnis yang banyak mengesampingkan keamanan makanan yang diberikan. Selain itu, sistem kapitalisme pun membuka peluang bagi swasta maupun asing untuk menguasai sumber daya alam yang ada. Akibatnya, negara tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai dan menyejahterakan rakyatnya.

Sempitnya lapangan pekerjaan bagi kepala keluarga, kemiskinan struktural, dan mahalnya berbagai kebutuhan pokok membuat para ibu tidak mampu memberikan makanan bergizi yang cukup untuk anak-anaknya. Akibatnya, permasalahan gizi pada generasi pun terus terjadi. Alhasil, program MBG yang menjadi solusi praktis permasalahan gizi ala kapitalisme tidak akan mampu sepenuhnya menuntaskan kasus permasalahan gizi pada generasi.

Berbeda dengan sistem Islam yang mampu memberikan solusi tuntas bagi seluruh problematika kehidupan manusia. Dalam sistem Islam, sumber daya alam dikuasai oleh negara untuk kepentingan rakyatnya sehingga negara mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai.

Selain itu, negara pun menjamin kesejahteraan rakyat dengan menstabilkan harga kebutuhan pokok agar seluruh rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Jaminan lapangan pekerjaan bagi kepala keluarga dan stabilnya kebutuhan pokok akan membuat para ibu mampu memberikan makanan bergizi bagi anaknya sehingga permasalahan gizi bisa diatasi dari akarnya. Inilah bentuk tanggung jawab negara dalam sistem Islam, sebagaimana hadis Rasulullah saw.,

“Imam/Khalifah itu laksana penggembala dan hanya dialah yang bertanggungjawab atas gembalaanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, sudah saatnya kita kembali menerapkan sistem Islam secara menyeluruh (kafah) agar permasalahan gizi pada generasi bisa dicegah sedini mungkin. Wallahu a’lam bisshawab.

Neni Nurlaelasari
Bekasi, Jawa Barat [CM/Na]

Views: 4

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *