Header_Cemerlang_Media

Fitrah Ibu Mati Sebab Beban Ekonomi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Menghadapi himpitan kehidupan yang makin tidak teratasi, membuat sebagian besar ibu resah. Bukan hanya masalah pengasuhan anak, tetapi juga tentang bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masalah kehidupan yang begitu pelik menyebabkan hilangnya fitrah seorang ibu.

Baru-baru ini telah ditemukan mayat seorang bayi laki-laki oleh seorang warga. Setelah diusut, mayat bayi tersebut milik seorang warga (R) yang diketahui memang sudah melahirkan, tetapi tidak diketahui di mana keberadaan bayi yang baru dilahirkannya, hal ini menimbulkan kecurigaan warga. Setelah melalui penyelidikan lebih dalam, alasan dia membunuh anaknya karena tidak menginginkan bayi tersebut sebab tidak mampu membiayainya (24-01-2024).

Peristiwa ini kembali membuktikan bahwa seorang ibu yang fitrahnya adalah penyayang, tetapi ketika dibebankan dengan masalah yang bukan menjadi tanggung jawabnya, maka ia bisa menjadi makhluk yang tidak memiliki nurani. Hal ini tentu tidak terjadi begitu saja, tetapi ada faktor yang menyebabkannya.

Keimanan adalah fondasi dasar yang menjadikan seorang manusia berpikir waras. Jika iman saja lemah, maka permasalahan hidup akan merenggut kewarasan manusia. Oleh karena itu, menjadi hal yang penting bagi seorang ibu memperkuat keimanan, sebab bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk menguatkan generasi supaya tetap waras di tengah dahsyatnya badai kehidupan.

Bukan hanya itu saja, hilangnya fitrah seorang wanita sebagai ibu adalah karena tertukarnya fungsi wanita dalam keluarga. Para ibu yang seharusnya menjadi tulang rusuk bagi sang ayah, saat ini banyak beralih fungsi menjadi tulang punggung. Sang ibu terbebani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga yang sejatinya bukan merupakan tugasnya.

Kita tentu sepakat bahwa negara berperan sangat penting dalam memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Tugas sebuah negara adalah memberikan pelayanan terbaik kepada individu yang menjadi warganya. Akan tetapi, karena sistem kapitalisme yang dianut oleh negara saat ini, maka tugas untuk melayani umat tidak terwujud. Dalam sistem ini, kesejahteraan adalah untuk para pemilik kekuasaan sehingga kebijakan yang diambil pun untuk kepentingan para kapitalis, bukan untuk rakyat.

Sementara itu, eksploitasi perempuan adalah senjata dalam sistem ini, menganggap perempuan adalah komoditi yang bisa menghasilkan keuntungan. Oleh karenanya, mereka dijauhkan dari fitrahnya sebagai ummun warabbatul bait menjadi tulang punggung yang mengharuskannya membantu ekonomi keluarga agar tetap bisa bertahan di tengah himpitan ekonomi yang kian sulit.

Jika kapitalisme tidak bisa menjamin kesejahteraan ibu dan anak, tentu berbeda dengan Islam. Dalam Islam, memberikan kesejahteraan adalah sebuah kewajiban terhadap masyarakat, baik rakyat secara umum maupun kaum ibu secara khusus.

Islam menyejahterakan ibu dan mengembalikan kepada fitrahnya. Hal itu dapat dilakukan melalui beberapa mekanisme yang sesuai dengan tuntunan syariat, di antaranya mengembalikan fungsi pencari nafkah kepada laki-laki. Negara akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi para lelaki agar bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sehingga ibu tetap menjadi ummun warabbatul bait untuk generasi.

Islam juga akan mengembalikan fungsi negara sebagai pelayan bagi umat. Jika suatu keluarga sudah tidak ada lelaki yang berperan sebagai pencari nafkah, maka di sinilah negara akan bertindak dengan memberikan pelayanan, bisa berupa santunan atau bantuan-bantuan sosial. Oleh karenanya, para ibu tidak perlu lagi risau bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebab sudah ada negara yang menjamin. Alhasil, fitrah ibu tetap terjaga. Wallahu a’lam

Reni Sopiani

Bogor [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an