Header_Cemerlang_Media

Investasi Asing Profitable, Yakin?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Pabrik baterai mobil listrik Hyundai Energy Indonesia resmi dibangun di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hyundai akan memproduksi baterai secara massal dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi baterai di ASEAN pada masa mendatang. Bupati Bekasi Dani Ramdan sendiri mengapresiasi Hyundai Energy Indonesia yang menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai lokasi investasi. Menurutnya ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Bekasi makin menjadi magnet bagi para investor yang akan membangun bisnis di Indonesia (01-06-2023).

Memang pendirian pabrik Hyundai di Bekasi sejalan dengan target realisasi investasi di kota tersebut. Hal itu dilakukan pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia, salah satunya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat mengingat angka pengangguran yang terus melaju naik. Akan tetapi, benarkah strategi yang telah pemerintah gulirkan atau justru investasi asing nantinya akan menyengsarakan masyarakat? Mengingat ini bukanlah pertama kali investor asing menanamkan modalnya, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan pada laju angka pengangguran dalam negeri. Kalaupun ada lapangan pekerjaan, rakyat tetap pada posisinya sebagai buruh kontrak dengan upah minim.

Di Indonesia, sumber listrik mayoritas masih menggunakan batu bara yang notabene bahan bakar fosil tak ramah lingkungan, berbeda dengan kondisi di luar negeri yang menggunakan energi listrik dari sumber energi listrik terbarukan yang bersih sehingga pantas disebut ramah lingkungan. Untuk itu, membuka pintu investasi tanpa pertimbangan dapat memberikan dampak buruk sebab industri sektor energilah yang paling banyak menghasilkan emisi karbon di samping industri lainnya yang juga masih terus berproduksi. Maka membiarkan industri baterai kendaraan listrik berdiri sama saja membiarkan sumber polusi bertambah.

Sementara itu dalam Islam, praktik investasi tidak hanya menakar profit dari aspek materi semata. Membiarkan modal asing masuk ke suatu negeri sama saja memberikan jalan penjajahan bagi asing. Oleh karenanya, negeri itu akan terus bergantung pada asing dan buntutnya regulasi yang pemerintah tetapkan akan berpihak pada asing seperti kebijakan RUU Cipta Kerja.

Sistem ekonomi Islam mampu mencegah investasi asing atau perjanjian yang dapat mengundang dharar. Salah satu cara untuk menstabilkan ekonomi dalam Islam adalah dengan mengelola kekayaan sumber daya alam secara mandiri tanpa diserahkan pada korporat. Hasil dari pengaturan sumber daya alam akan diserahkan lagi kepada rakyat sehingga rakyat sejahtera. Regulasi akan memberikan kemudahan bagi para pencari pekerjaan. Hal itu sebagai bentuk tangung jawab penguasa pada rakyatnya. Nabi saw. bersabda, “Kepala negara adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus.” (HR al-Bukhari).

Heny Era [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an