Header_Cemerlang_Media

Kelaparan Mengancam Dunia, Kapitalisme Gagal Menjamin Kesejahteraan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Dalam kesempatan Rakornas Pengendali Inflasi 2024, Jumat (14-6-2024) yang lalu, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa pada 2050 nanti, dunia akan mengalami kelaparan hebat disebabkan krisis pangan (14-6-2024).

Kelaparan mungkin saja disebabkan oleh bencana kekeringan dan perubahan iklim yang drastis. Namun jangan lupa, kesenjangan ekonomi berkontribusi besar pada musibah kelaparan yang melanda dunia.

Forbes, misalnya, pada (29-2-2024) merilis daftar 10 orang terkaya di dunia. Peringkat pertama diduduki oleh Bernard Arnault dan keluarga dengan besaran kekayaan sebesar 231,2 miliar USD. Harta yang dimiliki Arnault, bahkan jauh melampaui total GDP 10 negara termiskin di dunia. Diolah dari finance.detik.com (Jumat, 6-4-2024), dengan data yang bersumber dari IMF, total GDP 10 negara termiskin di dunia adalah 14.979,12 USD.

Kondisi ini menggambarkan betapa kesenjangan ekonomi di dunia ini menganga lebar. Si kaya mampu mengakses apa pun sumber daya yang ada di dunia ini dengan mudah. Sementara si miskin harus berjuang memeras seluruh kemampuan hanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan dasarnya.

Akses sumber daya alam saat ini dikuasai oleh para pemilik modal karena dalam sistem ekonomi kapitalis, setiap orang diperbolehkan untuk menguasai apa saja, termasuk sumber daya alam. Mereka mengokupasi dan mengeksploitasi sumber daya alam yang ada di seluruh dunia, baik itu berupa barang tambang, lahan luas, maupun sumber mata air.

Sementara masyarakat miskin harus berdesak-desakan hanya untuk mendapatkan lowongan pekerjaan. Mereka juga harus memeras keringat, berpikir keras untuk memulai dan mempertahankan usaha kecil yang makin tergerus kartel ritel yang menggurita, seraya mengais di sisa lahan-lahan sempit untuk digarap dan ditanami bahan pangan.

Ini adalah bukti bahwa keserakahan kapitalisme membuat negara gagal mendistribusikan harta secara merata ke seluruh masyarakat global. Alhasil, impian agar tercipta pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dunia terasa makin jauh, bahkan menjadi hal yang mustahil.

Islam sebagai sebuah ideologi sempurna yang berasal dari wahyu Allah Swt. mengatur dengan paripurna sistem hidup manusia, termasuk di dalamnya adalah sistem ekonomi. Sistem ekonomi Islam membagi harta menjadi tiga, yaitu harta milik pribadi, negara, dan umum. Semuanya diatur dalam proses kepemilikan dan penggunaannya, termasuk harta milik umum.

Harta milik umum, di antaranya adalah barang tambang, lahan hijau yang luas (hutan, padang savanna, dan sebagainya), serta sumber mata air. Harta tersebut harus bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh individu siapa pun tanpa boleh ada yang menghalangi dan menguasai. Semua orang mendapatkan akses untuk memanfaatkannya.

Selain itu, negara wajib memastikan setiap individu terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan standar yang baik atau layak. Caranya adalah dengan membuka seluas-luasnya kesempatan untuk memperoleh penghidupan bagi siapa saja.

Kalau masih ada individu yang tidak memperoleh kesempatan itu karena berbagai hal, maka tugas negara memerintahkan kepada ahli warisnya atau kerabatnya untuk menanggungnya. Apabila tidak terpenuhi juga, maka negara harus memberikan harta dan kesempatan kepada individu tersebut sehingga terpenuhi kebutuhan dasarnya.

Penerapannya sistem ekonomi Islam telah terbukti selama kurang lebih 13 abad dan mampu menyejahterakan masyarakat Daulah Islam kala itu. Lantas, hukum mana lagi yang lebih sempurna dari syariat Islam?

Allah telah berfirman dalam QS Al-Maidah ayat 50,
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”

Wallahu a’lam.

Sri Sumiyati
(Aktivis Muslimah) [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an