Header_Cemerlang_Media

Kemiskinan Ekstrem di Asia Pasifik

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Bank Pembangunan Asia (ADB) menyampaikan bahwasanya akibat pandemi Covid-19 yang terjadi 3 tahun lalu telah mengakibatkan 68 juta penduduk di Asia mengalami kemiskinan ekstrem. Sekitar 155,2 juta orang yang berada di Asia Pasifik atau 3,9 persen mengalami kemiskinan ekstrem. Hal itu dipicu dengan meningkatnya biaya hidup akibat lonjakan inflasi sehingga masyarakat kesulitan dalam membeli kebutuhan pokok, seperti makanan dan bahan bakar karena harganya makin mahal.

Di samping itu, pendapatan masyarakat yang kurang dari US$2,15 sama dengan 32 ribu per hari atau berkisar kurang dari 1 juta perbulan. Hal ini mengakibatkan masyarakat yang miskin mengalami kemiskinan yang makin ekstrem. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Ekonom ADB Albert Park dalam pernyataanya yang dirilis di website ADB (24-8-2023).

Kemiskinan tidak akan dapat dihentikan selama sistem kapitalisme masih diterapkan. Bahkan sistem rusak ini hanya akan membuat kemiskinan terus meningkat dan menambah kesulitan masyarakat. Jika menelaah lebih jauh, hal ini disebabkan oleh sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan di dunia ini, yakni mencari keuntungan materi sebanyak-banyaknya.

Sistem ekonomi kapitalisme dengan konsep kebebasan berkepemilikan telah mengakibatkan terjadinya monopoli terhadap barang dan jasa yang seharusnya milik bersama, tetapi bisa dimiliki swasta dan asing sehingga mengakibatkan kesenjangan di tengah masyarakat. Pengelolaan kebutuhan pokok menjadi ladang monopoli dan oligopoli oleh para kapital sehingga harga-harga kebutuhan pokok terus meningkat dan akhirnya masyarakat sangat sulit untuk mendapatkannya.

Sumber daya alam (SDA) yang seharusnya menjadi kepemilikan umum bisa dimiliki oleh korporasi swasta, dan asing. Hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya kemiskinan karena hasil dari pengelolaan kepemilikan umum tersebut dikuasai oleh oligarki. Alhasil, harta bertumpuk pada segelintir orang, kesenjangan si kaya dan si miskin sangat terlihat. Bahkan hanya demi memenuhi kebutuhan makan saja masyarakat miskin sangat sulit untuk memenuhinya.

Sistem rusak dan merusak ini hanya mengakibatkan kemiskinan, kesengsaraan, bahkan mengakibatkan kerusakan di daratan dan di lautan dikarenakan oleh manusia-manusia itu sendiri, yakni manusia yang tamak akan dengan harta. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS Ar-Rum ayat 41)

Umat harus menyadari bahwa kemiskinan ekstrem yang terjadi saat ini adalah kemiskinan yang sistemik bukan kemiskinan yang hakiki. Maka solusi penyelesaian kemiskinan ekstrem ini harus dengan solusi yang sistemik pula dan Islam mempunyai solusi yang komprehensif dalam setiap masalah termasuk kemiskinan.

Dalam Islam, kemiskinan adalah kondisi seseorang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan primernya, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Negara dalam Islam akan menjamin kebutuhan pokok masyarakat perindividu. Jaminan ini disediakan secara tidak langsung dengan cara, pemimpin dalam sistem Islam akan menyediakan lapangan pekerjaan. Hal ini adalah bentuk dari peran negara dalam meriayah umat dan untuk memastikan laki-laki dapat menjalankan kewajibannya untuk menafkahi diri dan keluarganya.

Sistem Islam mengaharamkan harta kepemilikan umum, yakni kekayaan alam dikuasai oleh korporasi. Ini karena dalam Islam, harta kepemilikan umum adalah milik umat. Negara hanya mengelola harta kepemilikan umum tersebut dan hasilnya dikembalikan kepada umat dengan harga yang murah bahkan gratis. Rasulullah Sallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
“Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api.” (HR Abu Daud dan Ahmad)

Oleh karena itu, hanya sistem Islam yang akan mampu menyejahterakan manusia. Saatnya umat sadar bahwa kemiskinan ekstrem akan tuntas dengan ditetapkannya sistem Islam secara kafah. Wallahu a’lam bisshawwab.

Yayan Darmayanti
Bandung, Jawa Barat [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an