Header_Cemerlang_Media

Nasib Negara Super Power di Ujung Tanduk

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan menceritakan mengenai bagaimana kondisi perekonomian negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Cina saat ini, serta dampaknya terhadap seluruh perekonomian dunia. Dia mengatakan bahwa AS saat ini sedang menghadapi tekanan inflasi sehingga menyebabkan kenaikan suku bunga tinggi dan berujung pada kenaikan Bond Yield dari US Treasury. Sementara Cina saat ini sedang mengalami pelemahan ekonomi, termasuk pelemahan pada sektor properti (15-11-2023).

Ketidakstabilan ekonomi yang dialami AS dan Cina bisa menyebabkan dunia dalam keadaan tidak baik-baik saja. Pergerakan ekonomi kedua negara tersebut bisa memberikan badai besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Hal ini dikarenakan banyak aset-aset negara berkembang pindah ke AS ataupun Cina. Inilah yang akhirnya menekan nilai mata uang. Bahkan Indonesia sudah terkena dampaknya, seperti yang terjadi pada nilai tukar rupiah beberapa waktu lalu yang nyaris menyentuh Rp16.000.

Sementara itu, keadaan ekonomi Cina pun tidak lebih baik dari AS, saat ini Cina tidak lagi bisa menjadi andalan Asia. Tren perlambatan juga terjadi dalam beberapa waktu terakhir, terutama disebabkan oleh perang dagang yang terjadi dengan AS. Kemudian ditambah keterlambatan fiskal dalam mendorong konsumsi dan investasi serta krisis properti.

Chatib Basri selaku ekonom senior, memandang bahwa AS sangat memiliki potensi untuk mengalami resesi ekonomi, seperti yang telah terjadi di Eropa. Tingkat tenaga kerja yang masih kuat menjadi salah satu alasan negara super power ini akan tertatih-tatih dalam membangkitkan ekonomi.

Eropa yang telah terjebak dalam jurang resesi, hingga saat ini masih terus dibayangi oleh ‘momok seram’ berupa inflasi. Pada saat dua negara paling berpengaruh di dunia tersebut masih belum begitu pulih dari pandemi Covid-19, Cina yang juga merupakan pemain utama dalam memasok kebutuhan barang modal juga baku dihampir banyak negara di dunia, justru juga masih belum sepenuhnya pulih.

Maka dari itu, terkait ramalan suram perekonomian yang menimpa Eropa, AS, dan juga Cina tersebut, hal ini harus menjadi alarm bagi Indonesia agar selalu waspada. Mengingat AS dan Cina merupakan dua pasar terbesar ekspor Indonesia. Pelemahan ekonomi yang terjadi di dua negara tersebut akan sangat berdampak terhadap nilai ekspor Indonesia secara keseluruhan.

Sejatinya, apa yang sedang dialami oleh negara-negara adidaya saat ini telah membuktikan bahwasanya tidak akan pernah dijumpai suatu kebaikan pada sistem yang sangat dijunjung tinggi oleh beberapa negara di dunia, yaitu kapitalisme. Sebab, sistem yang diusung dunia Barat ini hanya berlandaskan materi semata. Hal tersebut juga sekaligus mematahkan pernyataan Adam Smith yang beranggapan bahwa sistem ekonomi kapitalisme adalah suatu sistem yang bisa menciptakan kesejahteraan di dalam masyarakat.

Bagaimana mungkin akan tercipta kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat, jika salah satu tanda dari sistem ekonomi kapitalisme adalah hanya mementingkan individu atau kelompok saja? Justru yang ada hanya akan menimbulkan ketimpangan sosial di tengah-tengah masyarakat, seperti yang terjadi saat ini.

Umat seharusnya segera menyadari kebobrokan dari sistem kufur kapitalisme dan segera beralih kepada sistem yang aturan dan hukumnya hanya bersumber dari Sang Pencipta kehidupan, yaitu Allah Swt.. Sistem yang bisa memberikan solusi hakiki, bukan solusi sementara atau tambal sulam seperti kapitalisme. Sistem yang paling relevan dan komprehensif mengatasi seluruh persoalan, tiada lain adalah sistem Islam. Hanya dengan sistem Islamlah kesejahteraan akan tercipta di tengah-tengah umat.

So, mari sama-sama kita perjuangkan untuk tegaknya kembali negara Islam yang hanya menerapkan aturan dan hukum Islam agar sistem kufur kapitalisme tidak terus-menerus menjajah pemikiran dan bangsa kita, terutama generasi penerus yang merupakan tonggak peradaban. Wallahua’llam

Rina Herlina
Payakumbuh, Sumbar [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an