Header_Cemerlang_Media

Negara Harus Menjaga Akidah Umat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali mempertanyakan sikap pemerintah yang lamban dalam menyelesaikan berbagai persoalan terkait Ma’had Al Zaytun. Menurutnya dengan berbagai penyimpangan ajaran di Ma’had Al Zaytun serta adanya keterkaitan dengan NII KW 9, pemerintah tidak cukup hanya memberikan teguran. Akan tetapi, menurutnya, pemerintah juga harus secepatnya mengambil tindakan membubarkan, sebab sudah sangat membuat risau umat dan sudah jelas pemikiran Al Zaytun sangat menyimpang. Hatei yang mempunyai pemikiran tentang wajibnya Khil4f4h dan tegaknya syariat justru dibubarkan, begitu pula dengan efpei. Maka sudah seharusnya pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap Al Zaytun yang jelas-jelas mempunyai struktur pemerintahan sendiri (17/06/2023).

Bisa kita lihat pemberitaan yang beredar hari ini, itu sudah sangat jelas membuktikan bahwa Ma’had Al Zaytun sangat merusak pemikiran umat karena tidak sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunah. Akan tetapi tetap saja ada yang membelanya dan mengatakan apa yang mereka bawa adalah kebenaran. Padahal sudah jelas cara mereka melaksanakan salat dengan menempatkan kaum perempuan di saf terdepan serta membiarkan nonmuslim ikut salat, sudah pelanggaran yang tidak pernah Rasulullah contohkan.

Harusnya melihat semua ini para pemimpin negeri ini segera membubarkan sesuatu ajaran yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah. Karena ini bisa membuat umat kebingungan membedakan mana yang benar dan batil. Sebagaimana yang terjadi pada masa kekhilafahan Abu Bakar As-Shiddiq ada seorang nabi palsu yang banyak membuat umat bingung terhadap ajaran Islam yang benar. Pada saat itu Abu Bakar langsung melakukan tindakan yang tegas terhadap nabi palsu itu. Abu Bakar, tanpa pikir panjang langsung menggelar operasi militer di bawah kepemimpinan Khalid ibn al-Walid, Ikrimah ibn Abi Jahal, dan Syarahbil ibn Hasanah untuk menumpas nabi palsu yang bernama Musailamah al-Kadzdzab. Pertempuran itu berlangsung sangat dahsyat, di mana Musailamah membawa 40.000 pasukan. Alhamdulillah, kaum muslimin berhasil memenangkan pertempuran dan Musailamah sendiri terbunuh di tangan Wahsyi ibn Harb ra..

Bukan hanya itu saja, sebelum meninggalnya Rasulullah, ada juga seorang yang mengaku nabi, yakni Al-Aswad Al-‘Ansi yang mengaku sebagai nabi di Yaman. Ia murtad dari agama Islam dan mengaku mendapat nubuwwah atau kenabian. Ia juga menjadi orang pertama yang murtad pada zaman Rasulullah saw.. Al-Aswad dan pengikutnya menguasai hampir seluruh wilayah Yaman hanya dalam waktu yang cukup singkat yakni sekitar tiga atau empat bulan. Melihat situasi itu, Nabi saw. pun mengirim surat kepada kaum muslimin Yaman yang berisi anjuran perang melawan Al-Aswad. Singkat cerita, Al Aswad berhasil terbunuh di rumahnya sendiri berkat bantuan seorang mukminah bernama Fairuz. Fairuz adalah orang yang beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.

Begitulah seharusnya potret seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus beriman kepada Allah secara kafah tanpa pilih-pilih agar dia bisa menjalankan syariat Islam secara kafah. Jangan sampai apa yang dilakukan bisa menghancurkan umat dan membuat umat menjauh dari Islam, karena apapun yang seorang pemimpin lakukan semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.. Apakah pemimpin yang sesuai Al-Qur’an dan As-Sunah akan kita dapatkan dalam sistem kapitalisme?

Siti Khadijah Sihombing, S. Pd.
Tapanuli Tengah, Sumatera Utara [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

2 komentar pada “Negara Harus Menjaga Akidah Umat

  • 0
    0

    Teguran cantik kepada penguasa..
    Agar kita semua (termasuk penguasa, tentunya) selalu bisa belajar dari riwayat sejarah..
    Jangan sampai kerusakan lebih luas dan dalam..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an