Rajab dan Isra Mikraj, Saatnya Kembali pada Hukum Allah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penting bagi umat Islam untuk memiliki kesadaran politik dalam memaknai bulan Rajab dan Isra Mikraj agar mampu memahami hikmah besar dalam sejarah ini. Menjadikan peristiwa Isra Mikraj sebagai momentum perubahan menuju kesejahteraan dan kembali pada kejayaan dengan penerapan hukum-hukum Allah Swt. di seluruh aspek kehidupan.

CemerlangMedia.Com — Rajab merupakan salah satu bulan haram, bulan mulia yang di dalamnya terjadi banyak peristiwa dan hikmah kehidupan. Di bulan inilah Rasulullah saw. melakukan perjalanannya dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa, hingga ke Sidratul Muntaha atau biasa dikenal dengan istilah Isra Mikraj.

Perjalanan Rasulullah saw., yang pada akhirnya turunlah perintah Allah Swt. tentang salat sebagai kewajiban seorang hamba pada Rabb-nya. Salat merupakan tiang agama. Bentuk penghambaan sebagai salah satu simbol penghubung antara makhluk dengan Pencipta-nya.

Isra Mikraj ini bukan sebatas perjalanan spiritual yang hanya dijadikan sebagai peringatan tahunan atau bahkan menetapkannya sebagai hari libur nasional serta mencukupkan diri dengan mengambil hikmah spiritual (10-01-2026). Akan tetapi, juga menyoroti aktivitas politik Rasulullah. Inilah yang terkadang terlupa.

Dahulu, terjadi peristiwa penting bagi kaum muslim, yakni Baiat Aqabah II sebagai gerbang permulaan perubahan tatanan politik umat dalam kehidupan. Itu artinya, penting bagi setiap individu muslim untuk menyadari bahwa Isra Mikraj erat kaitannya dengan momen ideologis, titik awal perjalanan umat pada penegakan Islam kafah di seluruh aspek kehidupan.

Namu, sejak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, tatanan dunia Islam dalam cengkeraman Barat yang mengakibatkan hilangnya payung politik yang mampu menyatukan kaum muslim di seluruh dunia. Sekularisme makin mendarah daging, agama kian dipisahkan dari kehidupan, dan Islam direduksi menjadi agama privat.

Hukum Allah dipangkas, sedangkan hukum demokrasi sekuler diidam-idamkan dunia global pada tatanan ruang publik dan kekuasaan. Hal ini menjadikan peristiwa Isra Mikraj hanya seremonial peringatan tanpa penerapan syariat Allah di muka bumi. Hasilnya telah tampak, bagaimana hegemoni Barat begitu menguasai kaum muslim di seluruh aspek kehidupan, baik ekonomi, sosial, ataupun politik yang membawa kepada kesengsaraan dan penderitaan umat.

Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memiliki kesadaran politik dalam memaknai bulan Rajab dan Isra Mikraj agar mampu memahami hikmah besar dalam sejarah ini sebagai momentum perubahan menuju kesejahteraan dan kembali pada kejayaan dengan penerapan hukum-hukum Allah Swt. di seluruh aspek kehidupan. Untuk itu, teruslah menjalankan kewajiban dengan menyampaikan dakwah bil hikmah sehingga bisa membuka pemikiran politik umat agar kembali kepada kesadaran politik Islam dalam institusi Khil4f4h. Wallahu a’lam.

Shafiyyah AL Khansa
Kebumen [CM/Na]

Views: 4

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *