Header_Cemerlang_Media

Rupiah Melemah, Ekonomi Indonesia Kian Payah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Dilansir dari cnbcindonesia.com, kurs rupiah per dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi Rp16.200. Menurut Tim Ekonom Bank Central Asia (BCA), kurs rupiah terhadap dolar AS diperkirakan terus bergerak di level Rp16.000 sampai Rp16.300 per dolar AS. Hal tersebut terjadi akibat kenaikan suku bunga acuan The Fed dalam mengendalikan inflasi yang sulit turun. Panasnya tensi geopolitik di Timur Tengah ikut memengaruhi titik keseimbangan baru rupiah terhadap dolar AS (25-04-2024).

Melemahnya kurs rupiah terhadap dolar tentu saja dapat membuat ekonomi negara kian payah. Penurunan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang tentu berimbas terhadap kenaikan harga barang impor, padahal sebagian industri dalam negeri masih bergantung dari bahan baku impor. Akibatnya, kenaikan biaya produksi tidak dapat dihindari. Harga barang pun berpotensi naik sehingga daya beli masyarakat akan turun.

Sungguh miris, Indonesia yang dikatakan sebagai negara merdeka, tetapi secara fakta masih terkungkung sistem ekonomi kapitalisme yang berlaku saat ini. Penggunaan uang kertas yang diberlakukan saat ini masih bergantung kepada posisi dolar AS. Selain itu, jerat utang luar negeri masih terus membayangi.

Solusi utang luar negeri yang ditawarkan negara adidaya dalam mengatasi permasalahan negeri bagai buah simalakama. Mengapa? Karena jika utang tersebut jatuh tempo di saat rupiah melemah terhadap dolar, tentu ada selisih pembayaran atas pinjaman luar negeri yang harus dibayar pemerintah. Kondisi ini tentu sangat merugikan. Namun, itulah yang akan dituai ketika sistem ekonomi ribawi yang dipilih. Alih-alih untung, yang ada malah buntung dan tentunya berdosa.

Sistem ekonomi Islam dapat menjadi solusi atas permasalahan ekonomi negara. Di dalam sistem ekonomi Islam, mata uang emas dijadikan mata uang resmi negara untuk bertransaksi di dalam dan luar negeri. Rasulullah saw. saat memimpin rakyat di Madinah telah mencontohkan penggunaan emas dan perak sebagai mata uang negara.

Ada keuntungan sistem uang emas dibandingkan dengan sistem uang kertas atau sistem uang lainnya. Uang emas sifatnya internasional. Kurs pertukaran uang emas bersifat tetap sehingga mendorong peningkatan perdagangan internasional karena pelaku bisnis tidak takut tersaingi. Bisnis pun akan berkembang pesat. Wallahu a’lam bisshawwab.

Homsah Artatiah
Tangerang Selatan, Banten [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an