Header_Cemerlang_Media

Rupiah Terus Anjlok

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Rupiah kembali melemah bahkan posisi ini menjadi yang terlemah sejak sebelas bulan terakhir. Rupiah ditutup pada angka Rp15730/US dolar atau melemah 0,29 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Posisi tersebut melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan kemarin (9-10-2023) yang ditutup anjlok 0,51 persen (10-10-2023).

Jika rupiah melemah, maka dampak yang akan sangat dirasakan adalah harga produk impor yang makin mahal. Sedangkan dampak bagi suatu negara jika kurs mata uangnya melemah dalam perdagangan internasional, bisa mengakibatkan surplus pada neraca perdagangan. Hal tersebut disebabkan harga barang di dalam negeri menjadi sangat murah dari pada harga barang di luar negeri. Oleh sebab itu, depresiasi akan menyebabkan peningkatan ekspor suatu negara.

Untuk itu pemerintah melakukan berbagai upaya yang dinilai dapat menstabilkan nilai rupiah di antaranya bepergian menggunakan transportasi umum, mengimbau masyarakat agar tidak menimbun dolar dan segera menukarkannya dengan rupiah, membeli produk dalam negeri serta menahan diri terhadap produk impor, berwirausaha dengan orientasi ekspor, berinvestasi hanya di dalam negeri, dan tidak memanfaatkan kondisi lemahnya rupiah.

Lebih lanjut, adanya inflasi di Amerika Serikat saat ini yang sulit terkendali dan suku bunga Amerika yang terus berpotensi mengalami kenaikan menjadi salah satu pemicu makin melemahnya nilai rupiah. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menambahkan, pelemahan rupiah terhadap dolar yang terjadi saat ini disebabkan kondisi eksternal yang tidak menentu khususnya kebijakan suku bunga The Fed yang berpotensi masih akan terus tinggi demi menekan tren inflasi di AS yang sangat sulit mengalami penurunan dengan cepat.

Sejatinya, sistem mata uang kertas sangat rentan terhadap krisis. Ini karena nilai mata uang di suatu negara akan saling terkait dengan nilai mata uang di negara lain, juga sangat dipengaruhi kondisi politik dan ekonomi negara lain. Ketika mata uang negara lain krisis, maka akan dengan cepat menjalar ke negara lainnya. Bukankah kita pernah menyaksikan saat Thailand mengalami krisis 1997/1998 lalu? Yang dengan segera menjalar ke hampir seluruh negara Asia dan menjadi krisis multidimensional.

Semua itu jelas menunjukkan bahwa krisis moneter yang memukul dunia adalah disebabkan oleh sistem moneternya yang sangat lemah. Tentu akan berbeda saat sistem moneter dunia menggunakan sistem emas, maka keadaan akan sangat stabil dan jarang krisis. Maka sesungguhnya kerusakan tatanan moneter dunia, khususnya Indonesia tentu sangat membutuhkan solusi fundamental dan bukan solusi tambal sulam seperti biasanya. Islam merupakan agama sekaligus sebuah ideologi memiliki solusi komprehensif untuk segala persoalan manusia termasuk dalam permasalahan standar mata uang. Di dalam sistem Islam, mata uang yang wajib digunakan oleh negara adalah mata uang emas dan perak (Lihat: An-Nabhani, An-Nizam Al iqtishad fi al-Islam, 2004: 270-273). Wallahu a’lam.

Rina Herlina
Payakumbuh, Sumbar [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an