Skandal Elite Global

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Saat peradaban Islam memimpin dunia selama 13 abad dengan kekuasaan mencapai 2/3 dunia, manusia hidup dengan mulia, pernuh keberkahan, sederhana juga terhormat, adab dan akhlak terpuji, kemajuan berpikir dan berteknologi adalah cikal bakal transformasi teknologi saat ini, tetapi seolah peradaban baratlah penemunya. Keadilan dapat ditegakkan sekalipun pelakunya pemimpin negeri. Hukum Islam setara, tidak pandang bulu, berlaku bagi siapa saja, sebagaimana sabda Rasulullah saw..

CemerlangMedia.Com — Viral dimedia sosial arsip Jefry Epstein, seorang terpidana pelaku kejahatan s3ksual, perdagangan manusia dan eksploitasi s3ks anak asal kota New York, Amerika Serikat, wafat pada tahun 2019. Namun, jutaan halaman dokumen kejahatan yang ia lakukan baru dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) dan FBI pada akhir 2025 dan awal 2026 (07-02-2026).

Jaringan perdagangan s3ks anak-anak di bawah umur, berbagai pelecehan s3ksual, bahkan hingga penyiksaan, pembunuhan, serta kanibalisme, menghubungkan orang-orang kaya, politisi papan atas, dan pemangku kekuasaan atau para elite global telah mengungkap wajah asli cerminan moral Barat yang selama ini dijadikan acuan pusat peradaban, berekonomi, berhukum, serta berbudaya. Meski berkas-berkas tersebut menyeret sejumlah orang-orang ternama, mereka tetap kebal hukum karena undang-undang yang mereka buat sendiri.

Kesemua ini terjadi sebab sistem berkehidupan yang liberal, uang dan kekuasaan di atas segalanya, bahkan bisa membeli kebenaran. Dokumen tersebut mengungkap sejauh mana kemerosotan dan kekotoran yang dicapai bangsa Eropa. Jika sistem ini terus dipertahankan, nilai manusia akan menjadi sangat hina, lebih hina dari binatang buas sekalipun.

Dari sini bisa dilihat bahwa manusia diciptakan tidak untuk dibiarkan begitu saja. Sebab jika itu terjadi, seluruh manusia akan bermoral seperti Epstein. Oleh karena itu, Allah Swt. menciptakan manusia berserta aturan yang berdasarkan wahyu, bukan hawa nafsu. Melalui utusan-Nya, yakni Nabi Muhammad saw., Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Qiyamah ayat 36,

اَيَحۡسَبُ الۡاِنۡسَانُ اَنۡ يُّتۡرَكَ سُدًىؕ‏ ٣٦

“Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)?”

Setiap yang bernyawa pasti akan mati dan setelah kematian akan ada penghidupan kembali untuk dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah diperbuat selama hidup di dunia. Oleh karena itu, Allah memberi peringatan serta kabar gembira bagi orang-orang yang melakukan kejahatan ataupun kebaikan sebesar biji zarah melalui wahyu (Al-Qur’an dan as-Sunah).

Pengimplementasian berdasarkan wahyu tersebut pernah dipupuk dengan penuh ketakwaan oleh suatu peradaban. Peradaban yang hilang, terkubur dalam, jauh dari pandangan dan pemahaman umat manusia saat ini. Hal tersebut sengaja dilakukan oleh para pembenci Islam untuk melanggengkan hegemoninya.

Peradaban yang terhalang itu adalah peradaban Islam. Peradaban yang syariatnya telah disempurnakan oleh Allah Swt.. Peradaban yang dibangun dengan susah payah oleh Rasulullah dan para sahabat, diestafetkan pada tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan dilanjutkan oleh Kesultanan Utsmaniyah hingga keruntuhnya pada tahun 1924 M.

Saat peradaban Islam memimpin dunia selama 13 abad dengan kekuasaan mencapai 2/3 dunia, manusia hidup dengan mulia, pernuh keberkahan, sederhana juga terhormat, adab dan akhlak terpuji, kemajuan berpikir dan berteknologi adalah cikal bakal transformasi teknologi saat ini, tetapi seolah peradaban baratlah penemunya. Keadilan dapat ditegakkan sekalipun pelakunya pemimpin negeri. Hukum Islam setara, tidak pandang bulu, berlaku bagi siapa saja, sebagaimana sabda Rasulullah saw.,

“Demi Allah, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya.” (HR Bukhari & Muslim).

Hukum hudud berasaskan Al-Qur’an dan as-Sunah hanya bisa diterapkan pada suatu wadah/konstitusi bernama Daulah Khilafah Islamiah. Seorang khalifah akan mempersatukan negeri-negeri muslim menjadi satu kekuatan yang tidak tertandingi oleh peradaban lain.

Keamanan dan kesejahteraan meliputi segenap masyarakatnya atas izin Allah Swt.. Tidak dibenarkan berdiam diri menunggu peradaban yang mulia datang dengan sendirinya. Selanjutnya, giliran generasi hari ini melanjutkan estafet Rasulullah untuk meninggikan dan menerapkan kalimat “Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah”.

Wallahu a’lam bisshawab

Ummu Zahra
Pemerhati Sosial [CM/Na]

Views: 3

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *