Header_Cemerlang_Media

Terjangan El Nino Sebabkan Bencana, Siapkah Negara?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Menurut perkiraan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), kemungkinan di Indonesia pada Juli 2023 akan terjadi kekeringan akibat fenomena El Nino. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan hemat air serta memaksimalkan cadangan air (11/6/2023).

Bencana kekeringan merupakan salah satu dari berbagai dampak perubahan iklim yang terjadi. Selain itu, ternyata juga dampak dari perilaku manusia yang semena-mena terhadap lingkungan dan alam. Begitu pula dengan kebijakan negara yang terkesan abai dalam membuat kebijakan, sehingga memperparah kondisi alam dan lingkungan. Seperti pembabatan hutan dan konsesi hutan, kebijakan lebih berpihak kepada pemodal dan mengabaikan kepentingan rakyat.

Bila diperhatikan, negara kurang berperan maksimal dalam mengatasi bencana yang terjadi. Bahkan terkesan tidak peduli. Justru rakyatlah yang dipaksa secara mandiri untuk mengatasi berbagai dampak bencana yang terjadi. Mulai imbauan secara individu untuk hemat air dan menjaga lingkungan, sampai mengupayakan ketersediaan pangan bagi rakyat. Lain halnya jika ada keuntungan bagi pemodal, negara akan ikut andil dalam membuat kebijakan. Ini wajar terjadi dalam kapitalisme. Negara seolah-olah hadir untuk sekadar menjaga kepentingan para pemodal.

Padahal dalam Islam, —sebagai agama yang lengkap dan sempurna—, sudah selayaknya dan seharusnya negara mengambil peran strategis dalam mengurus rakyatnya. Negara wajib membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Dengan memastikan kesejahteraan rakyatnya dan terpenuhinya segala kebutuhan pokok rakyat sehingga negara mampu mengatasi bencana kekeringan yang terjadi.

Sebagaimana pernah terjadi pada masa kekhalifahan Islam yakni bencana kekeringan pernah melanda wilayah Daulah Islam pada masa pemerintahan Umar bin Khattab.

Pada masa itu, musim kemarau panjang menimpa Madinah dan sekitarnya.Oleh karenanya, rakyat berbondong-bondong datang ke Madinah untuk meminta pertolongan. Negara menerima dan melayani rakyat dengan sebaik-baiknya. Negara membagikan makanan kepada seluruh rakyatnya. Memastikan setiap orang jangan sampai ada yang kelaparan. Bahkan Khalifah Umar bin Khattab bersumpah ikut merasakan penderitaan rakyat dengan hanya makan roti kering selama masa paceklik. Begitulah seharusnya sikap seorang pemimpin ketika rakyatnya sedang ditimpa musibah. Tidak hanya mementingkan kepuasan dan kenikmatan diri dan kelompoknya saja.

Tidak hanya itu, sang khalifah pun memimpin rakyatnya untuk melaksanakan salat Istisqa’, yaitu salat meminta hujan. Umar bin Khattab menyadari bahwa bencana dan musibah yang menimpa rakyatnya terjadi atas kehendak Allah Swt.. Hanya dengan memohon ampunan atas segala dosa kepada Zat Yang Maha Kuasa dan Maha Pengampun saja, maka Allah akan mencabut musibah kekeringan itu.

Demikianlah, sikap para khalifah kaum muslimin ketika menghadapi bencana dan musibah. Mereka akan menyelesaikannya sesuai syariat Islam. Hanya dengan sistem Islam, negara bisa berperan maksimal dalam mengurus rakyat sesuai syariat Islam dan memastikan kesejahteraan rakyat per individu tercapai.

Surabaya
Dini Hidayati [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an