Header_Cemerlang_Media

Teruslah Bodoh Jangan Pintar

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Dinas Pendidikan Kota Solo menginginkan agar anak di Kota Solo tetap bersekolah. Disdik Solo menargetkan Zero Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) pada 2024. Untuk memenuhi target zero APS dan ATS, disdik sudah meluncurkan program bertajuk Ayo Sekolah Lagi Cah Solo Kudu Pinter (Asli Soloku Pinter). Target zero itu bukan berarti tidak ada ATS dan APS, tetapi target zero itu tidak ada penambahan lagi (20-04-2024).

Berdasarkan data yang didapatkan oleh Disdik Kota Solo, terdapat 114 ATS/APS. Rata-rata siswa yang putus sekolah adalah mereka yang tidak bisa membayar uang SPP, perundungan, motivasi belajar yang rendah, dan pernikahan dini karena hamil di usia sekolah.

Dari beragam penelitian internasional, kualitas pendidikan anak-anak Indonesia masih berada pada posisi yang rendah, padahal di zaman yang makin maju, pendidikan adalah faktor penting untuk memajukan sebuah bangsa. Pendidikan sangat penting bagi keberlangsungan hidup anak. Bukan sekadar mendapatkan ijazah yang tinggi, tidak semata dalam rangka mendapatkan pekerjaan, tetapi lebih dari itu, yaitu pembentukan karakter yang bervisi ke depan untuk kemajuan dan masa depan umat. Apa yang diharapkan jika yang didapatkan dari siswa sekolah hanya dipekerjakan secara fisik dalam sebuah institusi kerja?

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Al-Hakim, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” (HR Al Hakim: 7679).

Sejatinya pendidikan anak bukan hanya kewajiban orang tua, tetapi juga negara. Oleh karena itu, negara wajib menyelenggarakan pendidikan untuk seluruh rakyat. Negara juga wajib menyediakan infrastruktur pendidikan yang cukup dan memadai, seperti gedung-gedung sekolah, laboratorium, balai-balai penelitian, buku-buku pelajaran, teknologi yang mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dan sebagainya.

Apabila sistem Islam diterapkan, tidak akan ada Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) karena pembiayaan pendidikan menjadi tanggung jawab negara. Seluruh pembiayaan pendidikan dalam negara diambil dari baitulmal, yakni dari pos fai dan kharaj, serta pos kepemilikan umum.

Jangan harap zero APS dan ATS apabila biaya pendidikan masih mahal, apabila negara belum menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh rakyat Indonesia. Teruslah bodoh jangan pintar.

Rini Sulistiawati
Bandung, Jawa Barat [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an